Cinta Playgirls

Cinta Playgirls
51


__ADS_3

"Ma, pa dapet salam dari Elsa katanya rindu " Farhan mengeraskan suara panggilan nya.


"Astaga Farhan kamu itu yah" Elsa merengek malu.


"terimakasih salam juga dari sini" ibu Farhan mengambil alih ponsel anak nya.


"Astaga tante besok kalau aku pulang aku ke rumah deh hehe"


Elsa memang akrab kepada sahabat nya juga keluarga mereka maka tak heran jika semua keluarga sahabat nya sangat dekat dengan dirinya.


Elsa tak lama berbincang dengan Farhan dan ibunya. Setelah selesai berbincang Elsa melihat Abrisam yang tertidur dengan posisi duduk.


"Dia keren juga hampir sempurna" batin Elsa dengan senyum nya.

__ADS_1


Elsa mengambil kan selimut untuk Abrisam setelah meletak kan selimut itu dia bergegas menuju dapur menyiap kan makan malam untuk nya dan Abrisam.


Elsa membuat nasi goreng telur special yang selalu dia buat bersama Septian ketika dirumah dulu, dia juga membuat bolu yang sering dibuat dengan Desti dan Ana ketika mereka sedang galau, meskipun yang putus hanya Elsa tapi Desti dan Ana ikut galau dan lebis sedih dibanding kan Elsa. Elsa sendiri juga tidak mengerti kenapa setiap dia putus justru sahabat nya yang lebih sedih.


Lupakann..... Kembali ke Elsa dia membuat semua masakan itu dengan bernyanyi yang kadang lupa lirik dan tertawa sendiri , Abrisam yang melihat tingkah lucu Elsa hanya tersenyum hati nya sangat bahagia melihat gadis didepan nya tertawa bahagia walau pun jauh dari keluarga.


"Kau sudah bangun?" Elsa mendekati Abrisam berniat untuk membangun kan dia.


"Kamu tahu sedang bicara dengan siapa?" Elsa mencondong kan badan nya mendekat ke Abrisam.


Abrisam gelagapan muka nya merah dia salah tingkah dan detakan jantung nya benar benar serasa mau copot saking kencang nya berdetak.


"Heyy jawab sayanggg" Elsa mwnggoda Abrisam dan memanggil dengan kata Sayang. Abrisam lebih salah tingkah hingga terlihat seperti orang bodoh yang sedang diberi pertanyaan guru killer.

__ADS_1


"A... a... emm ... eh .. apa ya ... em anu itu" Abrisam gugup memalingkan wajah nya menghadap ke sebelah kanan dia juga bingung mau menjawab apa karena dia hanya fokus ke Elsa tanpa mendengarkan pertanyaan Elsa.


"Jangan membuat gue mati karena terpesona dengan lo el gue mohon" Batin Abrisam.


"Mandilah. Disana kamar mandinya, aku ambilkan baju dan celana ku yang bisa dibakai cowok."" Elsa menuju kamar nya dia memang memiliki beberapa baju yang bisa buat cowok atau cewek karena ketika dia bosan dengan pakaian nya dia menggunakan baju itu.


Kebanyakan pakaian Elsa berwarna hitam entah sengaja atau hanya suka.


"Sam baju nya gimana kok kamu udah masuk?" Elsa di depan kamar mandi bingung akan memberi kan ke Sam bagaimana jelas saja Sam pasti tidak menggunakan handuk karena handuk nya ada di kamar Elsa.


"Sebentar" Abrisam mebuka sedikit pintu dan menerima uluran tangan Elsa dia ternyata belum melepas pakaian nya, Sam tertawa melihat Elsa memalingkan wajah nya dan mengulurkan tangan dengan menghadap ke belakang.


Mendengar Sam tertawa Elsa dengan kesal menata Sam dengan tajam tatapan itu berhasil menghentikan tawa Sam dan dia benar benar masuk untuk mandi. Elsa melanjutkan kegiatan nya didapur hingga semua beres.

__ADS_1


__ADS_2