Cinta Playgirls

Cinta Playgirls
25


__ADS_3

'Kalau senyum manis banget, tapi sayang dia sangat dingin dengan orang lain. Gua harus ngedapetin senyum itu dan ga boleh ada orang lain yang mendapatkannya.' Abrisan berkata dalam hati.


Walau tadi sempat kecewa karena makan dengan tergesa gesa Elsa menjadi kembali ceria saat mengetahui guru tak masuk kelas. Dia mengambil ponsel dan jari indah nya menari diatas nya dengan indah.


Elsa Jamkos?


Septian Iya, kenapa?


Elsa langsung menghubungi Septian menggunakan video call karena dia rindu akan kegaduhan kelas lamanya.


Elsa "Dimana yang lain?"


Septian "Itu pada ribut gatau kenapa, mau gua panggilin?"

__ADS_1


Elsa "Gausah tapi kalau yang mau biacara ya gapapa sih hehe"


Septian "Bentar ya"


Terlihat dari layar ponsel Elsa kalau Septian sedang berjalan ke depan jelas


"Woy pada diem dulu nih gua ada pertanyaan buat kalian"


Entah kebetulan atau memang kebetulan disana sahaba sahabat Elsa yang beda kelas juga sedang berkumpul di kelas lamanya termasuk Agung disana.


"Ada yang kangel Elsa enggak, dia lagi video call sama gua nih " Septian menghadapkan ponsel nye ke arah teman teman nya karena kesal tak ada yang memberi waktu untuk nya berbicara.


Sontak saja semua langsung menatap nanar ponsel Septian mereka menyapa Elsa dan mengatankan merindukan nya. Tak nampak Desti dan Ana disana karena mereka sedang ada tugas dengan guru mapel untuk mengikuti lomba berbahasa.

__ADS_1


Agung terlihat diam dan hanya menatap tanpa niat dari bangku yang diduduki Elsa dulu.


"Mereka kok tumben disana?" Elsa bercakap lagi dengan Septian karena jika ramai ramai tak akan ada waktu untuk Elsa menjawab mereka terus meminta nomor baru Elsa


Septian "Mereka semenjak lu pergi sering ke sini gatau kenapa malah jadi akur gini."


Elsa "Bagus dong lu semua baik baik disana. Oh ya Yan Agung kok diem aja sih? kek ga ada kenal sama aku"


Septian "Gausah dipikirin pasti dia masih kecewa karena rencana untuk memepermain kan lu gagal lagi, dan dia malah dalam permainan lu" Seingai tawa jahat dan ucapan dari mulit Septian membuat Elsa ikut tersenyum sinis dia baru menyadari bahwa Agung tak sebenar nya menyimpan rasa kepa dirinya, dan sekarang dia dalam perasaan sangat merindukan Agung orang di sayangin nya.


"Gausah bahas itu jadi males gua, oiya lu mau kenal sama temen gua gak?" Elsa mengalihkan topik pembicaraan nya karena takut jika Septian akan semakin emosi ketika mengingingat rencana jahat Agung.


"Siapa , kalau gak cantik mah gua ogah." Septian memang begitu selalu mengedepankan paras dibandingkan hati tapi hanya gurauan semata tak sebenarnya dia menilai orang lain dari wajahnya saja.

__ADS_1


"Orang nya cantik temen gua disini, tapi beda kelas dan sekarang dia masih mengikuti pelajaran ntar kalau diru. ah deh gua kasih tahu ke elu gua jamin lu bakal meleleh sama dia haha" Elsa selalu saja menggoda Septian dengan kata meleleh karena pasti Septian akan langsung respon cepat ketika mendengar itu seolah olah dia tahu bagaimana cantik nya wanita itu.


Mereka terus lanjut hingga Septian terpaksa mengakhiri obrolan mereka katanya guru sialan yang datang tak tepat.


__ADS_2