Cinta Playgirls

Cinta Playgirls
26


__ADS_3

Tanpa Elsa ketahui dari tadi ada sepasang mata yang terus mengamati kegiatan nya , walau tak tahu apa isi obrolan mereka karena Elsa menggunakan handsets tapi terlihat jelas bahwa Elsa sedang bahagia.


Entah dia cemburu atau hanya penasaran tapi hati dan pikiran nya mulai panas dengan rahang nya yang mengeras kepalan tangan dalam saku celana nya juga tak terlepas.


Dia bangkit dan menghampiri Elsa duduk di bangku tepat di depan Elsa, Elsa hanya melihat sekilas dan kembali sibuk dengan ponsel nya.


"Elsaaaa...." panggilan terdengar pelan namun jelas seperti seorang tang sedang menahan amarah nya.


Elsa meletak kan ponsel nya dan fokus menatap mata pria itu. Bukan nya takut pria di depan Elsa malah menjadi salah tingkah setelah bertatapan beberapa detik dengan Elsa.


"Kenapa?" tanya Elsa tegas


"Ehh ee aku a.. aku mau mengajak mu belajar.. ah iya belajar" Abrisam menjawab dengan gugup dan wajah nya yang tampak merah karena malu ditatap Elsa.

__ADS_1


Elsa tak begeming dia melanjutkan bermain ponsel dan tersenyum aneh mendengar jawaban Abrisam senyum nya tak terlihat oleh orang lain.


"Be-la-jar?" Elsa menekan disetiap kata nya.


"Iya, kenapa memang nya?" Abrisam tampak bingung dengan jawaban Elsa ohh itu bukan jawaban melainkan pertanyaan yang bersifat meremehkan pikir Abrisam


"Tidak. Hanya saja ku tak perduli kau mau belajar atau tidak."


"Kau tak mau mengajariku sa?" Abrisam masih tetap berusaha membujuk Elsa, ini adalah kesempatan karena Elsa sekarang tak secuek kemarin.


"Gua sibuk" Jawab penutup dari Elsa yang langsung keluar dari kelasnya berhasil membuat Abrisam kecewa rencana mendemati Elsa ditolak begitu saja.


Abrisam keluar dari kelas tujuan nya adalah atap sekolah berjumpa dengan sahabat sahabatnya. Dia melirik sekilas kepada Elsa yang sedang duduk di bangku bawah pohon dengan novel yang di bacanya tak melupakan handset yang setia di telinganya.

__ADS_1


"Widihh ada yang bermuka patah hati nih" Eric sahabat Abrisam dari kecil yang suka menggoda Abrisam dan yang paling berani melawan Abrisam dibandingkan kedua sahabatnya yang lain.


"Kenapa muka lu?" Leon bertanya dengan posisi tetap bersandar di tembok sambil bersedekap


"Gausah berisik" Abrisan duduk di bangku yang ada di atas atap, siapa lagi yang menaruh kalau bukan mereka juga.


"Gausah marah lu cerita aja gpp kog" Eric memang sedikit kepo dengan urusan dan masalah yang dialami Abrisam tapi Abrisam tak keberatan untuk menceritakan jika itu bukan hal yang benar benar privasi baginya.


"Gua mau tanya si Rey kemana?" Abrisam mencari Rey karena Rey yang paling playboy diantara mereka, sebenar nya Abrisam belum pernah pacaran ohhh ralattt Abrisam belum pernah mendekati wanita mana pun kecuali ibunya dan mbak yang mengurus rumah dan merawat dia.


"Tumbenan nyari Rey? Kenapa pakar cinta ya? Bos lagi galau ceritanya ?" Eric menggoda Abrisam dan tertawa lepas karena berhasil membuat Abrisam merubah warna di muka nya menjadi merah entah marah, malu, atau kesal dengan dirinya.


"Rey lagi mojok di kelas sialan itu kalik sama cewek barunya. " Jawab Leon santai

__ADS_1


__ADS_2