
Kembali dari berjalan jalan Elsa mendapati seseorang tengah duduk di bangku depan rumah Elsa.
Laki laki dengan pakaian santai tengah melihat ponsel nya dia juga menahan emosi di raut wajah nya tampak terlihat jelas rahangnya mengeras kepalan tangan kiri yang terlihat sangat marah.
"Ngapain lo?" Tanya Elsa kepada sosok didepan nya.
Bukan nya menjawab laki laki itu malah melihat Elsa dengan tatapan kesal ada aroma kecemburuan disana Elsa tak perduli akan hal itu.
Elsa membuka pintu dia tidak menyuruh pria itu masuk tapi pintu nya di buka Laki laki yang menunggu Elsa dengan tatapan kekecewaan mengikuti langkah Elsa kedalam rumah dan duduk di ruang tamu dengan pemilik rumah.
"Waktu gue sedikit lo mau apa?" elsa.
__ADS_1
"Ada hubungan apa lo sama laki laki itu?"
Laki laki itu adalah Abrisam orang yang telah menjatuhkan hatinya kepada sosok Elsa yang baru dia temui beberapa waktu lalu.
"Dia? Bisa dibilang kita sahabatan, bisa dibilang dia orang yang gue sayang dan bisa dibilang dia musuh bebuyutan. Kenapa ?" Elsa menjawab dengan nada tenang namun ada rasa marah di setiap ucapan nya.
"Jelasin sekarang." Abrisam
"Elsaa aku tanya siapa dia, dan ada hubungan apa kamu dengan dia?" Abrisam.
"Sudah jelas bukan bapak Abrisam yang terhormat?" elsa.
__ADS_1
"Akan aku cari tahu siapa dia."
Abrisam beranjak pergi dari rumah Elsa tanpa sepatah kata apa pun. Elsa hanya melihat dan menutup pintu dia langsung tidur dan tak ingin memikirkan apapun .
Biarkan saja mereka melakukan apa mau nya tak ada masalah bagi Elsa. Dia bisa menghadapin semua masalah dengan tenang apapun dan siapa pun yang dihadapinya.
Abrisam terus mencari informasi tentang laki laki yang baru saja bersama Elsa dan membagikan momen bahagia mereka. Sam tak percaya jika mereka bisa dibilang musuh bebuyutan faktanya mereka terlihat saling merindukan dan sangat bahagia saat bersama.
Didalam kamar hotel yang tersusun rapi segala nya seorang laki laki sedang berbahagia menikmati hisapan demi hisapan rokok yang dibawanya. Dia mengingat betapa bahagia nya dia bersama wanita yang dirindukan nya. Mungkin dia benar benar jatuh hati pada wanita itu hingga lupa bahwa dia sedang dalam proses penjebakan untuk menyakiti wanita itu.
Dia terus terbayang bayang akan pesona senyum dari wanita itu, sesekali dia tersenyum dan tertawa. Memandangi layar ponsel yang menunjuk kan wajah seseorang yang sangat imut baginya tanpa henti hentinya dia menyunggingkan senyuman yang tulus dari hatinya rasa nyaman dan kasih sayang yang dia rasakan terkadang menyiksa dirinya sendiri, dia harus melupakan semua rasa itu demi tujuan utumanya. mendekati lalu menghancurkat tak tik permainan yang selalu dia gunakan untuk membalas dendam nya kepada wanita karena seseorang telah menghancurkan hatinya. Wanita yanh sekarang menjadi incaran nya adalah wanita yang dulu menghancurkan nya.
__ADS_1
Entah kenapa hatinya selalu nyaman ketika bersama wanita itu, dia sangat kecewa karena untuk cinta pertama nya harus dihancurkan dengan orang yang sangat disayanginya hingga saat ini. Dia harus mengubur perasaan nya dan tetap menjalan kan misi nya hingga wanita itu merasakan apa yang dia rasakan dulu ketika mereka bersama.