Cinta Playgirls

Cinta Playgirls
46


__ADS_3

"Jangan berpikir konyol. Wanita itu bukan wanita kalian dan dengan bodoh nya kalian berkelahi memperebutkan dia? Dengan senang hati dia akan mengadu domba kalian. Dan lihat saja siapa diantara kalian uang dipilih wanita itu. Tapi aku yakin wanita itu memilih laki laki lain dan meninggalkan kalian."


Elsa berbicara dengan tenang diiringi tawanya.


Mereka semua mungkin sedang mencerna apa yang dikatakan Elsa.


Rey yang sudah biasa dengan perkataan Elsa hanya tersenyum sinis karena sama saja Elsa sedang membacakan dongeng tentang dia , dan dia sebagai wanita itu.


"Wanita yang cerdik dan licik" Gumam Rey dan hanya bisa didengar dirinya sendiri.


"Sudah? Ingin berkelahi atau pergi?" Elsa ingin pria didepan nya menjawab Elsa tapi mereka hanya diam.


Elsa berdiri dan hendak berjalan kembali ke kelas nya tapi dengan tiba tiba Fikri mencegat Elsa dengan pertanyaan nya.


"Apa kau menginginkan kita kembali berkelahi?" fikri.


"Gue tidak mempermasalah kan hal itu jika kalian ingin." elsa


"Duduk lah aku ingin bertanya." Agus


"Bukan nya gue bilang setengah jam untuk kalian berbicara dan berbaikan. Selebih nya kalian bisa menyelesaikan dengan kembali berkelahi bukan?"


Elsa tersenyum sinis.

__ADS_1


"Sekarang berbeda kau duduk lah bantu kami berdamai" Fikri.


Elsa kembali duduk dengan tatap dingin nya kedua laki laki didepan nya serentak menunduk.


"Bicaralah" elsa.


"Apa yang harus aku lakukan?" Fikri.


"Jangan bodoh, untuk apa lo tanya gue?" Elsa


"Bisa kah kau berbicara dengan aku kamu bukan lo gue?" Agus.


"Lima menit atau tidak?" elsa.


"Tadi dia dan sekarang lo? kalian tinggal bicara dan berdamai" elsa


"Haruskah aku mengikhlas kan wanita itu? Fikri.


"Tergantung dirimu." Elsa


"Menyerah lah akan aku dapat kan dia." Agus.


"Kalian bisa saling bicara aku akan pergi" elsa.

__ADS_1


"Jangan" Agus dan Fikri.


"Kau bicara pada nya akan aku awasi." Elsa.


Akhir nya Agus dan Fikri berbicara berdua di depan Elsa mereka sempat tersulut Emosi dan Elsa membiar kan mereka dia hanya duduk diam dan melihat perdebatan itu mungkin menurut orang lain itu hal yang membiat pusing tapi tidak untuk Elsa dia malah menikmati dan tampak nya lebih suka jika pemandangan di depan nya berlanjut ke perkelahian.


Abrisam dan sahabat sahabat nya menyaksikan mereka bertiga mereka terlihat mengagumi Elsa hanya dengan berbicara semau nya kedua orang brandalan itu langsung tunduk dengannya.


Abrisam merasa panas dihati nya melihat wanita yang disukai nya terus berbicara dan membantu kedua orang teman nya yang sedang berkelahi untuk berdamai.


Sekitat lima belas menit mereka selesai cek cok dan sekarang mereka berdamai.


"Harus bagaimana menghadapi wanita itu ?" Agus


"Biarakan. Asal kalian mengabaikan dia akan menyesal dan pergi dengan sendiri nya" Elsa.


"Emmm kami belum berkenalan?" Fikri.


"Nama ku Elsa. Lo fikri dan dia agus bukan?" Elsa.


"Iya bagaimana kau tahu?" Fikri.


"Waktu ku satu jam sudah habis.Selesai kan yang belum selesai" Elsa bangkin dari duduk nya dan kembali ke kelas memang sudah sekitar satu jam sebih dia menghadapi dua orang itu salah satu murid sudah mengizin kan Elsa untuk tidak mengikuti pelajaran karena Elsa sedang memberi pelajaran kepada dua orang yang sama sama berandalan itu, kasar mungkin tapi ya begitulah mereka hingga semua murid menyebut nya berandalan

__ADS_1


__ADS_2