Cinta Playgirls

Cinta Playgirls
42


__ADS_3

"Shittt... Wanita bodoh !" Septian merasa kesal menghadapi Elsa dia sudah bilang jangan terlalu dekat dengan Agung tapi kenyataan nya mereka malah bersenang senang disana dan jauh dari jangkauan Septian. Dia tahu rencana apa yang Agung buat tapi Elsa tetap tak mau mendengarkan nya. Elsa memang seperti itu dan biarpun dia tahu dia akan pura pura bodoh untuk mengelabuhi musuh nya. Septian tak pernah tahu tak tik Elsa dalam sebuah pertarungan atau menuntas kan masalah dia melihat Elsa selalu tenang dan tiba tiba musuh sudah ditangan Elsa yang arti nya Elsa menyelesaikan masalah itu dan musuh nya lenyap karena Elsa sendiri.


Sedari tadi pagi Septian menghubungi Elsa namun tak ada jawaban. Dia menghawatirkan Elsa apa lagi disana ada Agung yang sedang berusaha mendekatinya ingin sekali Septian pergi terbang menuju Elsa namun sia sia dia tidak mungkin pergi begitu saja tanpa alasan yang jelas orang tua nya dan orang tua Elsa pasti akan melarang walau mereka tahu Septian dan Elsa memang tak bisa dipisahkan tapi Septian tak bisa memutuskan sepihak hanya demi Elsa.


Septian :"Harus berapa kali aku bilang hmm?"


Elsa :"Aku hanya butuh hiburan"


Septian :"Jangan dengan dia."


Elsa :"Tak apa bukan aku tapi dia sendiri yang menghampiri ku"


Septian :"Kamu tahu dia kan?"


Elsa :"Biar bagaimana pun aku merindukan nya."

__ADS_1


Septian :"Aku akan nekat terbang jika kamu tak mendengarkan ku."


Elsa :"Silahkan. Mari kita lihat seberapa hebat dia dalam bermain."


Elsa menutup sambungan telfon nya. Dia lebih memilih melanjutkan belajarnya karena guru sangat sibuk dan hanya memberikan tugas di kelas.


Elsa tahu Septian sedang marah padanya karena melihat Elsa dekat dengan Agung.


^Bukan masalah besar untuk menghancurkan nya tapi semua butuh proses hingga hasil nya maksimal.^


"Maksud lo apa an El?" Abrisam menghampiri Elsa setelah melihat story Elsa. Dia sudah melupakan maslah malam itu ketika dia datang je Elsa dan menahan amarah karena kecemburuan nya.


"Bukan masalah besar dan lihat aja hasilnya." Elsa meninggalkan Abrisam.


Sedang asik dengan novel dan ponsel di taman Elsa diganggu dengan dering ponsel tanda panggilan masuk dari Septian dia sebenar nya malas meladeni Tian tapi mau bagaimana lagi dia tidak bisa mengabaikan Tian.

__ADS_1


Septian :"Jangan bodoh wanita kecil." terdengan sedikit tawa dari septian.


Elsa :"Untuk apa aku belajar kesini kalau aku sudah pintar?" Elsa menjawab diiring tawa


Septian :"Dia akan kembali besok. Jangan temui dia biarlah dia bertemu kamu untuk sebentar saja." terdengar tenang namun menegaskan


Elsa :"Aku sibuk untuk mencari nya. Dan dengan senang hati aku menerima nya jika dia ingin berpamitan dengan ku."


Septian :"Jangan menyakiti hati laki laki lain dengan permainan bodoh mu gadis"


Elsa :"Aku tak ada waktu untuk menghibur mereka ,jadi jangan salahkan aku ketika mereka bersedih karena ku abaikan "


Septian :"Benar benar licik dan bodoh"


Elsa :"Tak ada orang licik dan bodoh jika dia bodoh pasti tak akan menemukan cara licik pria bodoh"

__ADS_1


Septian :"Biar lah aku menjadi bodoh disini karena mu. Terus memikirkan kamu dan ingin selalu melindungi kamu namun itu semua siasia."


__ADS_2