Cinta Playgirls

Cinta Playgirls
33


__ADS_3

"Shittt.... "


Agung mengumpat karena melihat Elsa masih online dan ketika di hubungi Elsa sedang berada dalam panggilan lain. Agung merasa Elsa berubah kepada nya, yang dipikir kan pasti Elsa sedang menghubungi Septian yaa siapa lagi diantara mereka semua Septian lah yang paling dekat dengan Elsa bahkan mereka seperti sepasang kekasih yang serasi.


"Kenapa harus Tian kenapa gak yang lain nya aja. Dan gua kenapa harus lu giniin. Gua juga mau ngrasain kek Tian pengen lu ajak bercanda dan terus tertawa. Jangan bersikap dingin ke gua dan selalu hangat ke Septian gua mohon Elll"


Agung nampak frustasi karena hatinya kini memilih Elsa dia sangat nyaman dan terus saja rindu Elsa. Dia merasa kehilangan ketika Elsa tak ada di samping nya.


Elsa tidur dengan sangat nyenyak. Didalam mimpi dia melihat seorang laki laki yang nampak frustasi tapi dia tak bisa melihat wajah orang itu. Elsa terbangun melihat ponsel nya, Ada panggilan dari Agung yang tak dia jawab mungkin dia tadi masih bercakap dengan Septian.


Dia membuka dan melihat status Agung online, Elsa mencoba menghubungi Agung tak ada jawaban.

__ADS_1


Elsa kembali ingin tidur tak lama pesan dari Agung membuat nya kembali terbangun.


Agung :"Kenapa? Kok belum tidur?"


Elsa :"Gpp gausah sedih kalau ada apa apa crita aja gua telfon oke?"


Elsa sangat peka ketika dia bermimpi seorang laki laki dan hanya sendiri pasti Agung yang sedang merindukan nya.


Agung menjawab panggilan itu tapi dia tak bisa membicarakan semua nya.


Agung :"Tadi mau tidur sekarang telfon, rindu hmm?"

__ADS_1


Elsa :"Gamau crita gua tidur tapi jangan ganggu mimpi gua."


Agung mendengar jawaban Elsa tak bisa berbohong lagi akhirnya ia menceritakan nya kepada Elsa.


Agung:"Gua frustasi Sa, lu kenapa bisa hangat sama Septian tapi selalu dingin ke gua. Gua rindu lu Sa tapi lu Selalu ngabarin Tian dan seperti menghindar dari gua. Lu tadi bilang mau tidur malah lu telfonan sama orang lain. Gua rindu lu Sa please ngertiin gua "


Elsa mendengar Agung berbicara dengan gemetar dia tahu pasti Agung menahan tangis nya. Jarang sekali Agung meneteskan air matanya, jika dia benar benar terpukul tau menyimpan beban berat maka dia akan bertahan dan tak membiarkan air matanya jatuh.


Elsa :"Gua gabisa bersikap gitu je lu, gua tahu gua bakalan salah ketika hati gua nyaman ke lu dan lu hanya nganggap gua sahabat lu. Gua gitu ke Tian karena dia orang yang bisa gua ajak bicara gitu sikap kita saling hangat karena gua tahu hati gua bukan buat dia jadi gua ga bakaln takut kalau gua jatuh dalam hati nya."


Agung :"Lu gak mikirin perasaan Tian sa? Lu gatau perasaan gua juga Sa. Jangan bersikap membedakan kita. Gua sama Tian juga sahabat gua iri apapun alasan lu Sa"

__ADS_1


Elsa :"Gua sama tian gada rasa apa apa selain saudara. Dan untuk rasa lu ke gua. Gua ga pernah tahu setahu gua lu cuma sahabat gua. Gua ga ngebedain antara lu dan Tian gua cuma ngasih batasan aja biar gua gak jatuh sama hati yang ga bisa nerima gua."


Agung :"Gua bakal ngomong Sa dan suatu saat nanti lu bakal tahu yang sebenarnya."


__ADS_2