Cinta Playgirls

Cinta Playgirls
48


__ADS_3

"Ayah harus berbicara empat mata dengan Elsa"


Pak Andra masih tetap mengingin kan Elsa sebagai guru les Abrisam dia memang tidak pernah memerhati kan anak nya dari kecil apapun perkembangan Sbrisan dia tidak begitu tahu toh dia peduli dengan Abrisam belum lama ini.


Abrisam hanya bisa pasrah mau ngotot sekalipun ayah nya sudah tidak percaya akan kepintaran yang dimiliki nya ,dia juga mendapat untung bisa dekat dengan Elsa walau tidak semua hasil perjuangan nya sendiri.


Abrisam meninggal kan ayah nya dia menuju ke tempat teman teman nya berkumpul.


Empat orang remaja tengah asik minum kopi dan bermain game di ponsel nya terlihat perempuan cantik memasuki tempat itu dia duduk di bagian paling ujung dekat jendela melihat indah nya pemandangan jalan kota italia di sore hari. Setelah pesanan datang tak selang lama seorang laki laki memasuki cafe dan duduk menemui perempuan tadi.


"Heyy" sapa nya


"Terlambat lima menit tujuh detik" Wanita itu meski masih remaja tapi tidak pernah ada alasan untuk datang terlambat, dia sangat cekatan dan tepat waktu.

__ADS_1


"Maaf aku sempat salah arak tadi " laki laki yang mengguna kan hoodie hitam mencoba menjelas kan namun sia sia terlambat tetap lah terlambat.


"Ada apa?" pertanyaan dengan nada dingin dan mengisyarat kan ketidak mauan untuk berbicara membuat sang lawan bicara sedikit terkejut. Bukan ini yang diingin kan lawan nya tapi sebuah pertanyaan lembut dan santai seperti ngobrol dengan teman nya.


"Aku ingin berbicara dengan mu" Agung dia laki laki yang mendatangi Elsa hanya untuk sekedar berpamitan tapi respon yang diberi kan Elsa sunggu membuat hati nya sedikit marah. Terlihat Elsa tidak peduli dengan Agung.


"Bicaralah " Elsa meminum lemon tea sambil mendengar kan Agung tatapan mata nya mengunci semua pergera kan Agung sangat dingin.


"Aku ingin kembali nanti sore aku hanya berpamitan dan apa kah kamu ada sesuatu untuk keluarga mu?" Agung mencoba menghilang kan rasa tegang nya.


"Baiklah kamu hati hati disini jaga kesehatan dan jangan keluar malam selalu kabari aku jika ada apa apa. Dengan senang hati aku menerima" Agung.


"Pulang lah hati hati dijalan." Elsa menyingkir kan rasa rindu dan sedih akan ditinggal Agung, dia akan mempertahan kan ego nya selalu dingin dan tidak peduli orang lain.

__ADS_1


"Terimakasih dua jam lagi aku akan terbang, kalau kamu tidak keberatan bisa kah mengantar aku sampai bandara?"


Pertanyaan yang ditunggu Elsa akhir nya muncul dari mulut Agung ,Elsa melihat ada Abrisam dan sahabat sahabat nya disana tapi mereka tidak mengetahui Elsa saking asik nya.


"Kesempatan untuk memberikan kesan sebelum perpisahan." Batin licin Elsa memuncul kan ide cemerlang.


Agung membayar tagihan makanan setelah itu dia berpamitan untuk ke toilet sebentar agar Elsa menunggu nya di luar atau didalam.


Elsa bangkin menghampiri meja Abrisam dan para sahabatnya.


"Bisakah aku meminjam teman kalian?" Suara Elsa berhasil menghentikan kegiatan mereka.


"Ikut lah aku" Mata Elsa tetap memancarkan aura dingin yang bisa membunuh orang di depannya. Abrisam semula kaget dan akhir nga mengikuti Elsa meski dia tidak tahu akan kemana.

__ADS_1


Agung keluar dari toilet dan melihat Elsa sudah di depan tapi ada berbagai macam pertanyaan yang mengganggu pikiran nya dengan siapa Elsa didepan.


__ADS_2