
Elsa makan dengan tenang dan tanpa memikirikan apa pun tak ada sedikit beban yang mengganggu nya. Dia hanya fokus makan dan mengabaikan banyak nya notif yang masuk ke ponsel nya. Mendengar ada keributan di lapangan Elsa segera menghampiri setelah membayar semua jajanan nya.
Tampak dua orang laki laki saling baku hantam dan yang lain hanya melihat tak ada yang berani mendekat apa lagi memisahkan.
"Haha hiburan yang menyenangkan" Elsa melihat dan tertawa sinis dia menikmati setiap gerakan teman nya yang saling meninju tanpa ada yang mau berhenti entah dimana para guru hingga tidak ada yang hadir untuk memisahkan murid nya.
"Lo menikmati setiap rasa sakit mereka?" seseorang dari belakang mengagetkan Elsa Abrisam seseorang yang dikenal nakal tapi anti mengotori tangan nya dengan perkelahian melihat tak suka akan ada nya adegan di depan nya itu.
"Gue menikmati? Sedang kan lo ngapain di sini bukan nya memisah kan mereka?" Elsa sekilas melihat Abrisam yang ada di samping nya kemudian melanjut kan melihat perkelahian itu.
__ADS_1
Abrisam hanya diam dan sedikit tersenyum sinis dia mengira wanita yang di sukainya lebih suka melihat orang lain terluka dan hanya melihat seperti tak berniat memisah kan atau menolong, tapi siapa sangka Elsa mulai jengah melihat adegan itu dan dia pergi menghampiri dua orang yang entah sedang mempermasalah kan apa.
"Heiii kalian jantan bukan?"
Pertanyaan yang dilontar kan Elsa membuat semua murid disana heran dan kagum dengan sekali berkata kedua orang remaja itu berhenti dan menatap Elsa, Elsa dengan sangat santai berbicara seperti itu dia bahkan tertawa sinis dan bersedekap dada di depan kedua sejoli itu.
"Apa urusan lo?" Agung yang bisa dilihat dan dicap sebagai murid paling bandel dan buruk di sekolah akan kebiasaan dan perilakunya.
"Apa perduli lo ha?" Fikri lawan Agus saat berkelahi.
__ADS_1
Masih dengan posisi yang sama Elsa tertawa mengejek dan berkata
"Kalian ikut gue. Jika dalam waktu tiga puluh menit kalian tidak bisa berdamai kalian boleh menggunakan cara kasar seperti ini tapi tidak disini. Gue akan ngawasin kalian berkelahi dan kalian tidak akan ketahuan oleh guru. Bagaimana, gue kasih tawaran aja buat kalian".
Agus dan Fikri nampak berpikir dan mereka menyetujui usulan Elsa.
Mereka bertiga sampai di atap sekolah yang pasti perjalanan dari lapangan ke atap terasa sangat jauh di sepanjang jalan siswa siswi sedang bergosip ria dn yang jadi topik hari ini adalah Elsa si murid pindahan yang dengan berani nya menghentikan perkelahian Agus dan dengan lantang memberi pilihan bahkan mengajak berdamai atau malah melanjutkan berkelahi.
Elsa hanya berjalan tanpa menggubris mereka semua banyak yang menyukai Elsa karena bisa mendamaikan Agus dan tak sedikit juga yang mencibir atau bahkan membenci Elsa karena tindakan sok pahlawannya itu.
__ADS_1
Elsa sendiri bingung dimana para osis dan guru yang mengawasi mereka hingga ada perkelahian pun tak ada yang memisahkan? Atau mereka semua telah jengah dan hanya membiarkan si Agus dan Fikri ini terus berkelahi. Mereka memang sering berkelahi tapi itu harus terus dihentikan karena akan merusak nama baik sekolah dan mengganggu para siswa lain jika guru tak ingin memisahkan lebih baik mereka dikeluarkan.