Cinta Sejati Buaya Berkumis

Cinta Sejati Buaya Berkumis
Rencana Perjodohan


__ADS_3

Prank!


Piring-piring kotor yang dibawa oleh pelayan restoran itu jatuh berhamburan,dan pecah berkeping-keping.


"Ya Allah!" ucap Tari dengan mulut ternganga,dia terkejut karena tidak sengaja menabrak Shella yang sedang mengangkut piring kotor yang hendak dibawanya ketempat pencucian piring.


"Duh! Gimana,ni? Bisa-bisa aku dipecat bu Dian lagi,karena memecahkan piring sebanyak ini," celetuk Shella mulai khawatir.


"Maafin aku ya kak Shella! Aku nggak sengaja. Kakak nggak usah takut,mama nggak bakalan marah kok," Tari menenangkan.


Bagaimana mungkin bu Dian marah,itu kan kesalahan putrinya sendiri.


Shella tidak menjawab,bagaimanapun juga dia tetap merasa harus bertanggung jawab.


"Ada apa ini,La? Kok piringnya pada pecah sih?" tanya bu Dian yang saat itu baru saja keluar dari dapur restoran,wanita itu juga tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya ketika melihat ketujuh piring kotor yang dibawa Shella jatuh dan pecah semuanya.


Shella yang tengah mengutip pecahan-pecahan beling itu sangat terkejut mendengar suara mamanya Tari,dengan cepat dia bangun dan langsung meminta maaf.


"Ma-maaf bu,saya tidak sengaja!" Shella menundukkan kepalanya.


"Bukan salah kak Shella ma,ini salahnya Tari,soalnya tadi Tari nggak sengaja nabrak kak Shella,makanya piringnya sampe jatuh dan pecah begini," Tari mengakui kesalahannya.


"Makanya kalau jalan itu,matanya ditaruh di depan jangan di belakang," ujar bu Dian mengomel. Dan omelannya itu terdengar lucu bagi Tari.


"Hehe..." Tari cengengesan.


"Sudah... Tidak apa-apa kok La,ditinggalin aja! Biar beling-beling ini Joni yang bersihin," cegah bu Dian,sambil menepuk halus pundak Shella.


"La-lalu gaji saya bulan ini,apa akan dipotong juga?" Shella kembali bertanya,perasaannya masih tidak tenang.


"Ya nggak lah,ini juga kesalahannya Tari. Sudah,kamu kembali ke dapur sana! Biar ini jadi urusannya Joni,"


"Makasih bu,makasih banget!" Ucap shella tersenyum senang.


Tari garuk-garuk kepala melihat kebaikan mamanya.


Dia ngerasa aneh gitu,sambil tersenyum Tari berkata, "Coba aja kalau aku yang pecahin piring di rumah,pasti mama bakalan potong uang jajan aku selama sebulan," celetuk Tari nggak terima.


"Itu karena kamu sendiri yang mecahinnya Tari... Lah,kak Shella kan enggak sengaja. Ini semua terjadi juga karena kecerobohan kamu."


"Ah,alasan mama doang itu," ucap Tari.

__ADS_1


"Udah ah,males mama debat sama kamu! Nggak ada manfaatnya sama sekali,mama mau ke depan dulu!" pungkas bu Dian.


Tari mengikuti mamanya dari belakang.


"Kamu ngikutin mama buat apa?" tanya Bu Dian heran.


"Lagi kepo aja,ma." Jawab Tari asal.


"Mama mau ketemu sama mamanya mbak Lili," ucap bu Dian memberitahu.


"Owh!" hanya kata 'owh' yang keluar dari mulut gadis itu. Dia mulai semakin curiga dengan mamanya.


Tari mulai kepikiran kalau si mama mau ngedeketin Rahmat dengan Lili.


"Kamu mau mama kenalin sama tante mawar,nggak?" tawar bu Dian


"Enggak ah! Mending Tari ketempat kasir aja," jawab Tari,dia pergi menuju meja kasir,membiarkan mamanya menemui tante Mawar sendirian.


Tari duduk di depan meja kasir,tapi pandangan matanya tak lepas dari mamanya dan mamanya Lili.


"Mereka pada ngomongin apa sih?" Tari membatin,dia cukup penasaran,apa lagi saat melihat senyum bahagia yang terus merekah di bibirnya bu Mawar.


"Jadi bagaimana ni menurut mbak,mereka mau nggak,ya?" bu Mawar masih kurang yakin dengan keputusan yang mereka buat sendiri.


Si cowok kumis ya pasti maulah,dia kan memang pecinta wanita,dan dia juga buaya.


Nah,kalau di lagunya Irwansyah kayak gini, "Aku memang pecinta wanita... Namun ku bukan buaya,yang setia pada seribu gadis."


Berbanding terbalik dengan Si Cowok Kumis, "Aku memang pecinta wanita... Dan aku juga buaya,yang setia pada seribu gadis.


Eh eh eh... Kok jadi pada ngebahas lagu sih,hehe ada-ada aja! Mending kita balik ngintipin percakapannya tante Mawar sama bu Dian,yuk!


Eits,kok ngintipin ya? Ngupingin maksudnya,ya kali ngintipin,emang orang mandi?


"Mengenai Lili... "Bu Mawar menjeda sejenak ucapannya. "Saya kurang yakin sama dia Mbak," lanjut wanita itu.


"Kenapa? Apa dia sudah pernah bilang kalau dia tidak setuju dengan rencana kita?" tanya Bu Dian.


Mamanya Lili sebenarnya tidak enak menjawab iya,tapi untuk berbohong,itu juga tidak baik.


"Saya sudah pernah menanyakan hal ini sebelumnya sama dia,mbak."

__ADS_1


"Lalu,Lili jawab apa?" tanya bu Dian cepat.


"Dia tidak mengatakan apapun,dia menjawabnya dengan sebuah tindakan," jawab bu Mawar jujur,bu Dian tambah tidak paham.


"Tindakan yang bagaimana?"


"Dia pergi dari rumah,dan lebih milih ngekost,katanya mau belajar hidup mandiri,tapi saya tahu itu cuma alasan Lili doang."


"Jadi dia memang tidak mau,ya?" lirih bu Dian,wanita itu kelihatannya kecewa.


"Kita juga tidak bisa memaksakan keinginan kita sendiri mbak,menyangkut hal seperti ini kita juga harus meminta persetujuan dari mereka," bu Mawar menjelaskan,mencoba membuat temannya mengerti. Cinta itu juga nggak bisa dipaksakan,jadi mereka harus memberi anaknya pilihan.


"Kamu benar,kita sebagai orang tua harus bisa memberikan yang terbaik untuk anak kita,tentang perjodohan ini biar mereka sendiri yang memilih," tutur bu Dian.


Bu Mawar setuju,dia juga hendak menanyakan hal ini sekali lagi sama Lili,semoga saja Lili mau.


\*\*\*\*


.


.


"Ngapain kamu ajak aku kesini,Mat?" tanya Lili heran.


"Bagaimana? Tempat ini indah,kan?" Rahmat balik nanya.


"Indah sih,tapi kenapa harus ke sini?" tanya Lili lagi.


Rahmat terdiam,dia sepertinya sedang membayangkan kembali masa-masa kecilnya bersama Lili dulu.


Bukit yang mereka datangi sekarang adalah tempat yang dulu sering di datangi mereka saat masih SMP.


"Aku ngajakin kamu ke sini supaya kamu bisa mengenang kembali masa-masa SMP kita dulu," ucap Rahmat.


Dia mulai tidur di atas rerumputan yang terpangkas rapi itu,rasanya begitu nyaman.


"Kamu masih ingat nggak,dulu aku pernah bilang kalau kamu itu cinta pertama aku?" tanya Rahmat,matanya lekat memandang wajah Lili.


Krek!


Lili hampir tidak bisa bernafas dibuatnya,diam terdiam.

__ADS_1


Kenapa Rahmat masih mengingat masa lalu yang sangat memalukan itu,yang membuat Lili sendiri hampir tidak bisa tidur setiap kali mengingatnya.


__ADS_2