Cinta Sejati Buaya Berkumis

Cinta Sejati Buaya Berkumis
Butik Priska


__ADS_3

Rahmat menghabiskan waktu seharian bersama Lili,mereka berdua sibuk mencari baju yang cocok untuk di kenakan di malam pesta pertunangan mereka.


"Acaranya tinggal dua hari lagi,sayang," ucap Lili sembari terus memilih-milih baju di butik Priska.


"Kenapa? Kamu belum siap?" Rahmat bertanya.


Lili menghentikan aktivitasnya sebentar,lalu menatap sang kekasih. "Aku siap,hanya saja hati ini masih kurang yakin aja,takutnya nanti pas lagi acara mantan-mantan kamu pada datang dan menyuruh aku untuk membatalkan pesta pertunangan kita," Gurau Lili.


Rahmat tertawa,dia mencubit gemas pipinya Lili. "Ah,kamu bicaranya suka ngawur," ujarnya sambil terkekeh.


"Duh... Calon manten romantis bingits sih!" ucap Priska yang tiba-tiba datang dan menangkap keakraban Rahmat dan Lili. Priska adalah pemilik butik tersebut.


"Ka,coba deh lo cariin baju buat kita yang paling bagus! Biar terlihat keren di acara besok malam." Suruh Rahmat.


"Oh ya gue hampir lupa Mat,ini tadi ada beberapa baju desain terbaru yang baru sampai,sebentar ya gue ambilin!" Priska langsung ke belakang mengambil baju yang masih berada dalam plastik dan terlipat rapi di sana.


"Aku sengaja ngajakin kamu ke sini,soalnya baju di sini cantik-cantik semua,dan yang pasti kamu bakalan suka." Tutur Lili,seraya melihat ke arah sebuah gaun berwarna maroon yang cukup menarik dimatanya.


"Tante sering belanja di sini,ya?" Lili bertanya.


"Kok tahu?"


"Kelihatan jelas dari cara bicara kalian aja akrab gitu. Oh,atau jangan-jangan kamu sama dia pernah pacaran?" tuduh Lili dia menatap tajam ke arah Rahmat,matanya menyipit seolah menginterogasi,dia mulai curiga lagi pada laki-laki yang akan menjadi calon suaminya.


"Mulai lagi deh curiganya,aku enggak gitu sayang,cinta aku sama kamu itu benar-benar tulus. No tipu-tipu dan bukan kaleng-kaleng," celetuk Rahmat.


"No tipu-tipu dan bukan kaleng-kaleng,playboynya juga bukan kaleng-kaleng," sambung Priska yang sudah kembali dengan membawa beberapa pasang baju di tangannya.


"Hahaha..."


Mereka tertawa beriringan,suasana jadi terasa rame,padahal saat itu hanya ada mereka bertiga di sana.


"Sembarangan lo Pris kalau ngomong!"


"Ye... gue ngomongnya serius kali." Sahut Priska.

__ADS_1


"Butik kamu memang sepi gini,ya?" tanya Lili yang merasa aneh dengan suasana di butiknya Priska. Katanya itu butik terkenal banget,tapi sudah hampir siang hari begini masih aja belum ada pengunjungnya,masih sepi aja.


"Tuh!!!" Priska menunjuk ke arah pintu masuk dengan ujung bibir di tarik sebelah,kelihatan deh jeleknya.


Lili menoleh,menatap ke arah pintu masuk yang di tunjuk Priska,terlihat jelas sebuah tulisan


'Close'.


"Kenapa di tutup,Pris?" Lili bertanya heran.


"Coba kamu tanyain sama calon suami kamu itu!" suruh Priska,sekilas matanya melirik ke arah Rahmat. Yang dilirik pun cuma bisa cengengesan.


Lili mengerling melihat Rahmat "Coba jelasin sama aku!" pinta Lili.


"Lo bikin gue naik darah aja Pris,masalah gini aja pakek di bocorin didepan Lili." Sungut Rahmat kesal sama sikap terus terangnya Priska.


"Sayang,ceritain dong! Ada apa sih?" rengek Lili,dia sudah tidak kuat menahan rasa penasarannya.


"Jadi gini,mantan-mantan Rahmat itu sering belanja di sini,kalau aku enggak tutup ni butik saat kalian lagi belanja di sini,bisa-bisa Rahmat bakal kembali bertemu sama mantan-mantannya itu,paham kan?" Priska menjelaskan secara rinci.


"Huh... Jadi begitu toh ceritanya,sudah nasib aku Pris,dapat jodoh kayak begini,ya mau gimana lagi." Ujar Lili seraya mengangkat bahunya dengan sikap cuek bebek.


Cuma dua warna ini doang ya,Pris? Yang lain enggak ada?" tanya Lili.


"Aku punya satu yang paling istimewa dan ini pasti cocok buat kamu,dan aku yakin kamu enggak bakal nolak."


Priska memperlihatkan gaun yang panjangnya hanya selutut itu kepada Lili. Gaun berwarna merah muda,dengan hiasan mutiara di sekitar lehernya warnanya juga tidak terlalu mencolok dan yang pasti cocok di kenakan di tubuh indahnya Lili,apalagi Lili juga memiliki kulit yang putih bersih dan halus. Jadi gaun itu sangat pas di kenakan Lili,gaunnya juga simple.


"Ini bagus sayang,kamu suka enggak?"


"Suka,aku ambil ini aja deh!" Lili langsung bertanya berapa harganya. Namun jawaban Priska membuat mereka terpaku.


"Gue tidak menjualnya." Priska menjawab cepat.


KREK!

__ADS_1


Patah semangat Lili mendengar jawaban Priska,tadi dia sendiri yang nawarin katanya Lili enggak bakal nolak,giliran Lili udah jatuh hati sama itu baju,eh malah dia bilang enggak di jual,benar-benar minta di tonjok emang si Priska.


"Lo kalau ngomong yang bener dikit napa,Pris? Jangan bikin orang emosian." Ucap Rahmat kesal.


"Itu gratis buat lo,anggap aja hadiah dari gue."


"Maksudnya?"


Mereka saling tukar pandang tak percaya dengan apa yang barusan di dengar dari mulut Priska. Duh Priska yang jelas dong kalau ngomong!


"Sebenarnya baju ini ingin gue pakai di acara pertunangan gue sama Bara bulan lalu,tapi enggak jadi. Karena pertunangan kami batal gitu aja." Ungkap Priska,matanya terlihat menyimpan sedih yang begitu dalam.


"Jadi,lo sama Bara enggak jadi tunangan waktu itu?" tanya Rahmat ikut terkejut mendengar kabar dari Priska,tampaknya dia juga enggak tahu akan kejadian buruk yang menimpa temannya itu.


"Enggak!" Priska menggeleng lemah,dia berusaha tersenyum meski terkesan di paksakan.


"Kamu yang sabar ya,Pris. Aku yakin pasti akan ada lelaki yang lebih baik yang sudah Allah siapkan untuk kamu." Ucap Lili menghibur.


"Iya,aku tahu.Tapi,setelah kejadian hari itu aku mulai susah percaya sama kata-kata cowok."


"Maksud kamu?" Lili semakin tertarik dengan cerita Priska.


Berbeda dengan Rahmat,cowok itu terlihat tidak tenang,dia takut kalau Lili mendengar lebih lanjut cerita Priska yang ada malah Lili juga jadi kehilangan rasa percayanya terhadap Rahmat. Itu yang Rahmat takutkan.


Rahmat memberi isyarat kepada Priska dengan menempelkan jari telunjuk di bibirnya,sebagai tanda agar Priska diam saja tidak perlu bercerita lebih lanjut lagi.


Priska tersenyum,kayaknya dia sudah paham apa yang di maksud oleh temannya itu.


"Udah,lupain aja Li,enggak terlalu penting juga kok." Lanjut Priska.


"Lah,gimana sih Priska ngomongnya setengah-setengah." Ujar Lili kecewa.


"Buruan sayang, kita juga enggak bisa berlama-lama di sini,aku harus pergi ke restoran,ni." Rahmat mengalihkan perhatian Lili.


"Pris,tolong masukin aja baju itu dalam paper bag,gue lagi buru-buru juga soalnya," sambung Rahmat.

__ADS_1


"Oke..." Priska langsung memasukkan baju itu dalam paper bag,dan kemudian diberikan kepada Lili.


\*\*\*


__ADS_2