Cinta Sejati Buaya Berkumis

Cinta Sejati Buaya Berkumis
Mulai Mendekati


__ADS_3

Akhir pekan adalah hari yang paling pas untuk pergi jalan-jalan sama gebetan.


Rahmat sudah janjian sama Lili,Mirna juga mau jalan-jalan sama Jojo. Dan Aleta sama pacar barunya.


Sedangkan Tari,gadis cantik itu sedang menyibukkan diri di dapur.


Jadi aneh saat melihat Tari yang tiba-tiba pergi ke dapur dan ikut membantu bi Inem da bu Dian memasak.


"Gimana ma,rendangnya sudah matang apa belum,ni?" tanya Tari sambil mengaduk-aduk ayam rendang yang masih berada di atas kompor.


"Dilihat dong sayang,apa dagingnya sudah empuk atau belum? Kalau sudah,ya dimatiin kompornya." Ucap bu Dian memberi arahan.


"Tumben benar non Tari ke dapur?" tanya Inem penasaran.


"Namanya juga anak gadis bi,kan harus pintar masak." Jawab Tari simpel.


Bi Inem dan bu Dian saling pandang,lalu mereka sama-sama tersenyum,entah apa maksudnya.


Begitu rendangnya matang,Tari langsung mengambil rantang susun dan memasukkan rendang itu kedalamnya.


Tidak lupa juga dia mengambil tahu isi dan risol yang baru saja dibuat bi Inem.


"Bi,gorengannya Tari ambil sedikit,ya!?" bi Inem melemparkan tatapan aneh ke arahnya.


"Pantesan aja kamu kedapur bantuin kita masak,rupanya ada maunya toh," bu Dian tidak habis pikir dengan kelakuan anaknya.


"Ini buat teman Tari ma. Tari pergi dulu ya,assalamu'alaikum!!" Tari pergi begitu saja,kelihatan buru-buru banget,kayak ada yang ngejar aja.


"Wa'alaikummusalam." Jawab mereka kompak


"Kira-kira non Tari mau memberikan makanan itu untuk siapa ya,bu?" tanya Inem mulai penasaran.


Bu Dian mengambil risol yang masih hangat dan memakannya,seraya berkata "Buat gebetannya kali."


"Emang dia punya gebetan?"


"Entah!" bu Dian mengangkat kedua bahunya,tidak penting juga Tari punya gebetan atau enggak. Karena menurutnya enggak akan ada yang mau sama anak manja seperti dia.


Kalau wanita itu tahu saat ini Tari sedang mencoba mendekati Edi entah bagaimana reaksinya.


\*\*\*\*


Ting tong...


Ting tong...


Saat mendengar bel rumahnya berbunyi Edi segera bergegas membuka pintu.


"Ya,sebentar!" seru Edi dari dalam.


Dia masih mengenakan celana boxer saat itu,Edi baru aja selesai mandi dan dia pikir tidak apa-apa membuka pintu dalam keadaan bertelanjang dada. Karena yang datang kerumahnya juga bukan cewek,palingan cuma Jojo atau Rahmat.


Jadi,tanpa pikir panjang dia langsung membuka pintu rumahnya.

__ADS_1


Dan...


Ya,terjadilah apa yang dipikirkan.


Tari langsung memutarbalikkan badannya,dia terkejut melihat pemandangan di depannya.


"Owh maaf..." Edi juga terkejut,dia langsung bersembunyi dibalik pintu.


"Pakai baju dulu sana! Tari tunggu disini aja." Ucap Tari,dia masih membelakangi Edi.


Edi jadi salah tingkah,cowok itu merasa malu sama Tari.


Edi pun segera berlari masuk ke kamarnya. Membuka lemari pakaiannya dan memilih baju yang kira-kira cocok untuk dipakainya.


"Kok gue merasa gugup gini,ya?" gumam Edi.


Tidak biasanya jantungnya berdebar-debar seperti itu. Setelah sekian lama,baru kali ini jantungnya kembali berdebar kencang.


"Apa gue sedang jatuh cinta,ya?" dia kembali bertanya pada dirinya sendiri.


Edi kebingungan harus pakai baju apa.


Karena tak ingin membuat Tari menunggunya lama-lama,akhirnya dia memilih memakai kaos putih dan celana ponggol berwarna hitam.


Sekilas dia melihat pantulan wajahnya di cermin. Dia terlihat tampan dengan pakaian simple dan gayanya yang sederhana.


Tanpa sadar Edi senyum-senyum sendiri di depan cermin.


Cowok itu secepatnya keluar dan pergi menemui Tari yang masih setia menunggu di teras depan.


.....


"Kak Edi pasti belum makan,ini ada Tari bawain makanan buat kakak." Ucap Tari,dengan gerakan lembut dia membuka tutup rantang tersebut.


Dia meletakkan makanan itu satu persatu di depan Edi.


"Ada nasi,rendang,pete dan enggak lupa juga gorengan kesukaan kak Edi."


Aroma wangi dari masakan yang Tari bawa membuat cacing-cacing di dalam perut Edi melompat-lompat.


"Baunya aja sudah seenak ini,apalagi rasanya pasti sangat lezat." Puji Edi


"Ayo kak dimakan!"


"Kita makan berdua ya,aku ambil piring sama sendoknya dulu!" Edi langsung ke dapur tanpa menunggu jawaban dari Tari.


Sambil menunggu Edi kembali dari dapur,Tari kembali memenangkan jantungnya. Dia terus teringat dengan kejadian memalukan tadi.


Dia sangat malu karena melihat Edi yang hanya memakai boxer saja.


Tari tidak menyangka Edi sekeren itu meski hanya memakai boxer saja,perutnya juga sixpack dan Edi semakin membuat Tari klepek-klepek.


"Ah,ingin sekali aku memeluk kak Edi,dia sangat keren dan ****. Semoga saja kak Edi adalah jodoh yang dikirimkan Tuhan untukku." Batin Tari penuh harap.

__ADS_1


\*\*\*\*


Setelah selesai makan Edi mengajak Tari untuk duduk di teras depan.


Dia merasa tidak nyaman jika hanya duduk berdua saja dalam rumah yang cukup luas itu. Takut dilihat tetangga dan akan menimbulkan gosip panas nantinya.


"Tari,ini uang kamu aku kembalikan." Edi mengembalikan uang yang diberikan Tari beberapa hari yang lalu untuknya.


"Ini untuk membayar uang nasi goreng yang Tari suruh beli sama kak Edi."


Edi menatap Tari dengan tatapan yang dalam.


"Aku ikhlas membelikannya untuk kamu." Ujar Edi.


"Aku kan cuma nyuruh beli satu nasi,biar spesial untuk aku. Tapi Kak Edi malah membelinya lebih." Tari memperlihatkan wajah kesalnya.


"Owh,pantesan malam itu kamu ngambek,jadi ini alasannya."


"Ngambek? Siapa yang ngambek?" Tari berpura-pura bodoh.


"Kamu!" tunjuk Edi tersenyum lucu.


"Enggak,malam itu Tari lagi kesel aja sama kak Rahmat." Jawab Tari.


Kedua insan itu terus mengobrol dengan santainya,tanpa sadar kalau hari sudah sore.


Tari kaget ketika menyadari jam di tangannya sudah menunjukkan pukul 17:00.


"Yach sudah sore kak,Tari pamit pulang dulu,ya!" ucap Tari,dih dia sok-sok imut di depan Edi.


"Iya,hati-hati ya manis!" ucap Edi,wih... Ucapannya itu terdengar mesra banget,membuat jantung Tari berdebar-debar.


Sebelum masuk ke dalam mobilnya,Tari masih sempat melemparkan senyum manisnya ke arah Edi.


Dia kesenangan banget tuh,wajahnya terasa panas. "Mungkinkah kak Edi melihat wajahku yang berubah menjadi merah,tadi?" pikir Tari


Tok


Tok.


Tari kembali tersadar dari lamunannya saat jendela mobilnya diketok.


Rupanya Edi. Dan Tari ternyata belum pergi juga dari halaman rumah cowok itu.


"Ada apa,kak?"


"Nah,handphone kamu ketinggalan." Cowok itu mengembalikan hp milik Tari yang tertinggal dirumahnya.


"Oh ya,hampir aja ketinggalan makasih ya,kak" ucap Tari lembut.


"Ya sudah,hati-hati bawa mobilnya,ya!" Edi mengacak-acak rambut Tari penuh sayang.


Duh so sweet banget,Tari tersenyum malu-malu mendapat perlakuan manis dari Edi.

__ADS_1


__ADS_2