
Hello, happy reading, gengs! Jangan lupa like, comment, rate, dan vote yaaa. Dukungan kalian sangat berarti untuk author. Maaciiii
🌾
Suara ayam berkokok membangunkanku pagi ini. Walau tak ada pendingin udara di kamarku, namun udara terasa begitu sejuk, membuatku sedikit kesulitan untuk bangun. Rasanya ingin terbenam ke dalam selimut dan masuk kembali ke dalam mimpi indah semalam.
Tak tahu mengapa Tuhan memberiku mimpi itu, namun rasanya aku bahagia sekali.
Kulihat jam di dinding. Rupanya saat ini sudah pukul 05.05 pagi. Dengan sedikit malas, kupaksakan mataku untuk terbuka lebih lebar. Kuatur tubuhku ke posisi duduk dengan kedua kaki di lantai.
Kurenggangkan otot tangan dan kaki hingga terdengar bunyi tulang yang saling bersahutan, lalu, kutelengkan kepalaku ke kanan dan ke kiri hingga terdengar bunyi serupa.
__ADS_1
Aku langkahkan kaki menuju kamar mandi. Kupaksakan diri untuk membasuh wajah dengan air dingin yang mengalir dari kran air yang berwarna tembaga. Dinginnya air membantuku menghilangkan rasa kantuk dan rasa malas yang masih mengikuti. Setelah itu, aku bergegas untuk mandi.
Aku mengenakan kembali setelan baju tidur semalam untuk memasak. Setelah selesai berpakaian aku langsung menuju dapur. Kulihat Bunda sedang membuat teh disana.
"Pagi, Bunda" sapaku.
"Pagi, Mbak. Mau masak apa pagi ini, Mbak?"
"Aku mau masak nasi goreng ikan asin, Bun. Terus, tambahannya mau bikin telur mata sapi, kerupuk udang plus sambal bawang cabe ijo. Semuanya udah aku siapin kok semalem. Nih ..." Ujarku seraya memperlihatkan aneka bahan yang telah aku persiapkan di dalam nampan.
Aku mulai memasak. Bunda membantuku menggoreng kerupuk udang dan telur mata sapi, sedangkan aku memasak nasi goreng dan sambal.
__ADS_1
"Hmmm, ada bau-bau ikan asin nih." Seru laki-laki yang tiba-tiba saja masuk ke area dapur sambil membawa gelas berisi teh hangat buatan Bunda. Dia adalah Mas Arya, kakakku satu-satunya.
"Beli nasi goreng-nya Bang Barjo, Lun. Mas makan disana, kebetulan ketemu sama beberapa teman Mas disana." Ia tersenyum, sambil mencium pucuk kepalaku..
Setelah semua menu siap, aku kembali ke kamar. Aku mengganti pakaianku dengan kaos oblong berwarna putih dan celana jeans navy. Aku mencepol rambutku hingga ke atas kepala. Aku tidak merias wajahku dengan banyak make up, hanya memakai pelembab dan lip tint berwarna merah saja.
Kemudian, aku mengambil gawai yang dayanya telah terisi penuh. Aku tekan tombol power agak lama untuk menyalakan mesin pada gawaiku. Beberapa pesan masuk, termasuk pesan dari Sara.
[Hai Mbak Luna, apa kabar? Aku sudah kirim undangan ulang tahun Arsen. Sudah diterima belum ya, Mbak? Mohon di cek ya.]
Segera kubuka email yang sudah terpasang pada gawaiku. Benar saja, ternyata ada satu email masuk dari Sara yang berisi undangan dan juga alamat lengkap tempat perayaan acaranya.
__ADS_1
[Hai Sara, kabar baik disini. Alhamdulillaah. Kamu dan Arsen apa kabar? Sehat selalu yaa. Undangan sudah aku terima. Insyaa Allah kalau waktunya pas, aku akan usahakan kesana. Salam untuk so ganteng kesayangan ya, Sar. Salam kangen.]
[Hey Tante, this is Arsen. Miss you too, Tante. Can't wait to see you.] Lalu kubalas pesannya dengan banyak emotikon hati. Ah, kangen kamu anak ganteng!