
H-1 Idul Fitri.
Dear my lovely readers, pada kesempatan ini izinkan saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri. Mohon dimaafkan segala kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak.
"Taqabalallahu minna wa minkum. Semoga Allah menerima amal kami dan kalian"
Happy reading, guys! Jangan lupa kasih likes, comments, vote, dan rate 5* buat CINTA SETELAH DIA yaa. Sebagai gantinya, aku akan usahakan selalu UP episode baru setiap harinya. Sounds fair, kan? 😚
.
"Gini Bun, jadi Arsen ini keponakan Pak Raka yang tinggal di Surabaya. Aku sempat ketemu dia setelah menghadiri meeting di Surabaya sama Pak Raka satu minggu yang lalu" Jawabku, menjelaskan rasa penasaran Bunda yang terpancar dari kedua matanya.
"Ooo, waktu kalian menghadiri resepsi pernikahan _"
"Iya, Mas. Yang itu nggak udah dibahas," jawabku pada Mas Arya sambil tersenyum getir.
"Ya nggak apa-apa juga dibahas, sih. Biar Bunda juga tahu," Kata Mas Arya sambil menaikkan kedua alisnya.
__ADS_1
"Ada apa sih Mbak? Memang siapa yang nikah?" Tanya Bunda, kembali dibuat penasaran dengan ucapaan Mas Arya.
"Em, itu Bun. Kemarin waktu aku diajak Pak Raka nemenin meeting dengan klien di Surabaya, setelahnya kan ada resepsi pernikahan temannya Pak Raka disana. Temannya Pak Raka ini perempuan," ujarku. Aku berhenti sejenak untuk menghela nafas.
"Yaa Allah Mbak. Mbak nggak apa-apa? Kok nggak cerita sama Bunda, Mbak?" Bunda menatapku dengan tatapan khawatir.
"Nggak apa-apa Bunda, nggak apa-apa. Tenang aja, Luna kuat kok. Malah alhamdulillaah banget aku dikasih liat sekarang. Coba kalo nggak, aku bisa jadi perusak rumah tangga orang, Bun." Aku menatap Bunda.
"Ya Allah, semoga Mbak diberi ganti yang lebih baik ya Mbak"
"Aamiin," ucapku mantap diiringi senyum manis.
Bunda menatapku meminta persetujuan. "Emang nggak apa-apa, Pak?" Tanyaku akhirnya.
"Ya nggak apa-apa lah Luna. Malah saya senang ada yang bisa ditanya pendapatnya nanti." Kemudian, Pak Raka menoleh ke arah Mas Arya.
"Gue boleh bawa Luna dan Bunda jalan kan, Bro?" tanyanya.
__ADS_1
"Iya, boleh lah. Bawa aja Ka. Gue titip mereka sama lo, ya!" Ujar Mas Arya.
"Siap kalo itu sih."
"Ya udah, Bunda sama Luna siap-siap aja. Biar aku yang beresin meja." Ujar Mas Arya.
"Ya sudah bunda siap-siap dulu ya Nak Raka." Kemudian bangun dan menuju kamarnya.
"Silahkan Bunda."
Aku berdiri, bermaksud untuk membereskan semua piring kotor di meja makan. Dengan tegas Mas Arya melarangku, dan menyuruhku untuk bergegas ke kamar.
"Udah, kamu sama Bunda siap-siap aja. Aku yang cuci semua nanti!"
"Ya Mas, aku bantu bawain ke dapur aja kok," Lalu aku menuju kamarku sendiri. "Bentar ya, Pak" Ia membalas dengan anggukan.
Setelah beres mencuci, aku merapihkan pakaian dan dandanan yang aku kenakan. Aku tak mengganti pakaianku, hanya memoles sedikit wajahku dengan blush on dan lip tint berwarna merah. Setelah rapih, segera kucari Pak Raka.
__ADS_1
Aku tak menemukannya di ruang makan, di ruang tamu pun tidak. Lalu kulihat Bunda sedang berjalan masuk dari arah teras.