Cinta Setelah Dia

Cinta Setelah Dia
Bab 28


__ADS_3

Happy reading gengs! Jangan lupa kasih like, comment, rate dan vote untuk karya ini yaaa. Dukungan kalian sangat berarti untuk author 😚🙏🏻


🍃


Bunda dan Mas Arya telah menempati kursi makan di sisi yang sama. Tersisa dua kursi kosong, yang pasti telah mereka siapkan untuk aku dan Pak Raka.


Aku mempersilahkan Pak Raka untuk duduk berhadapan dengan Bunda, sedangkan aku nantinya akan duduk berhadapan dengan Mas Arya. Biar kalau ada apa-apa, aku bisa segera memelototinya. Hahaha.


Sudah menjadi kebiasaan, aku yang akan menuangkan air minum dan menyiapkan nasi untuk semua anggota keluarga. Kali ini pun tidak berbeda, kutuangkan air putih ke dalam semua gelas kosong yang telah tertata rapi di meja makan, lalu kusendokkan nasi ke semua piring kosong yang ada disini. Semua berjumlah empat, termasuk Pak Raka.


Ting tong.


"Assalamu'alaikum"


"Biar aku yang buka" Ujar Mas Arya seraya berjalan ke ruang depan untuk membukakan pintu. Terdengar suara beberapa orang berdatangan, sepertinya ada lebih dari tiga orang.


"Nggak enak ah Mas." terdengar suara salah satu dari mereka.


"Udah, ayo pada masuk,"

__ADS_1


"Ya udah, kita disini aja Mas. Masih nungguin Brian juga,"


"Ya udah gue makan dulu yaaa. Kalian disini aja!"


"Sip, Mas!"


"Siapa?" Tanya Bunda dengan lirih.


"Anak-anak, Bun. Katanya udah pada makan. Mereka mau nunggu di depan aja. Brian nya juga belum dateng katanya," Mas Arya menjelaskan kepada Bunda.


"Oh, ya udah yuk kita makan. Ayo, Nak Raka"


🍃


"Waalaikum salam" Ujar kami berempat hampir bersamaan.


Brian berjalan ke arah ruang makan dengan senyumannya yang khas sementara kedua tangannya menenteng dua buah kantong plastik yang aku tak tahu berisi apa.


Namun seketika senyumannya lenyap saat dia melihatku sedang duduk bersebelahan dengan Pak Raka, orang yang asing baginya. Perubahan suasana hatinya membuatku tak nyaman, sungguh.

__ADS_1


Maaf, saya ganggu acara makannya ya?" Ia menatap kami bergantian. Ia berjalan mendekati Bunda, lalu meletakkan kantong yang ternyata berisi kue serabi ke atas meja makan. "Buat Bunda" katanya seraya tersenyum kepada Bunda.


"Makasih ya Bri. Repot-repot banget bawain serabi buat Bunda. Yuk, makan bareng!" Ajak Bunda.


"Nggak usah, Bun, Brian udah makan tadi sebelum kesini." Jawab Bunda.


"Sorry Mas, tadi gue mampir dulu beliin serabi buat Bunda. Makanya telat." Lanjut Brian yang terlihat kikuk saat pandangannya bertemu denganku. Kemudian, ia memandangiku dan Pak Raka secara bergantian.


Kami saling beradu pandang. Sekilas dapat kulihat ekspresi wajah Brian yang menampakan kekesalan dan juga tidak suka. Entah karena apa.


"Iya santai aja, Bri. Tunggu sebentar ya di depan, nanti gue ke depan abis selesein makan!" Tukas Mas Arya. Brian menuju teras depan dengan lunglai.


"Siapa itu barusan, Ar?" Tanya Pak Raka kepada Mas Arya.


"Itu Brian, artis gue. Gue sekarang jadi manager band baru, nih, Ka. Nah, tadi tuh vokalisnya." Kata Mas Arya.


"Oh"


"Ka, Brian itu temen SMA nya Luna. Dia suka sama Luna" Ujar Mas Arya mengedipkan mata kepadaku. Entah apa maksudnya.

__ADS_1


Pak Raka menatap Mas Arya. "Beneran?"


"Serius gue, masa boong!" lanjut Mas Arya seraya membentuk dua jari di tangan kanannya sehingga membentuk huruf V.


__ADS_2