
"Apapun yang kulakukan semuanya sia sia, hingga detik ini kau tak pernah mencintaiku, aku sangat bodoh berharap cinta darimu. Di hatimu hanya ada Amanda. "
Rianti menceritakan pertemuannya dgn Amanda, sampai mengapa Amanda pergi, Bram yg mendengarnya menjadi geram. Rianti tak perduli, sekalipun Bram akan semakin membencinya.
Ia juga menceritakan tentang Celine, Bram yang mendengarnya hanya terkejut dan tak dapat berkata apa apa. Sudah lama Bram tidak pernah memikirkan hal itu.
Baginya semua itu adalah masa lalu. Tak menunggu waktu lama, Rianti membawa Celine masuk, ia mempertemukan anak dengan ayahnya. Melihat Celine, Bram tiba-tiba teringat Dimas, bukankah gadis didepannya itu adalah sekretaris Dimas.
Berbagai pertanyaan menggelayuti pikiran Bram.
"Bukankah kau sekretaris Dimas?? "
"Ayah tidak salah"
"Jadi, selama ini aku telah merawat anak temanku, orang yang telah menyelamatkan anakku dari keserakahan ku sendiri??" Pikir Bram kacau
"Iya ayah, aku dan kak Dimas telah bertukar posisi" Sahut Celine
__ADS_1
Bram tidak habis pikir, dunia ini begitu sempit. Bram menjatuhkan dirinya di hadapan Celine, ia malu, betapa kejamnya dirinya. Ia meminta maaf kepada Celine, anak yang tidak ia harapkan, kini telah menjadi wanita dewasa yang telah menyelamatkan dirinya. Bram memeluk Celine, ia sungguh sangat menyesal. Maaf, kata itulah yang selalu keluar dari mulut Bram.
Masih di tempat yang sama....
Dimas datang bersama Azilah. Mereka menemui Bram dan akan meminta restu. Saat memasuki ruangan tersebut, mata Dimas jatuh pada seorang gadis, yang tidak asing baginya, gadis itu adalah Celine.
Ia sempat heran, mengapa Celine ada di rumah Bram. Namun ia teringat kisah Celine beberapa waktu yang lalu, bahwa dirinya adalah anak Bram yg dibuang dulu.
Tentu saja ia kesini untuk mengungkap yang sebenarnya. Sebelum ada yang bertanya, Rianti tanpa basa basi menceritakan semuanya kepada Dimas dan Azilah.
Sungguh waktu itu adalah malam yang sangat mendebarkan, ada kesedihan, penyesalan dan juga kebahagiaan. Kini, semua anggota Bharata telah berkumpul.
Tanpa membuang waktu Dimas juga menyampaikan apa yang menjadi tujuannya pulang ke rumah, ia menyampaikan kepada Bram dan Rianti, bahwa ia akan menikahi Azilah.
Dimas mengatakan bahwa dirinya dan Azilah saling mencintai, ia bersungguh sungguh akan bertanggung jawab atas Azilah, ia akan mencintai dan menjaga Azilah seperti yang pernah diharapkan Bram pada dirinya.
Namun bukan sebagai seorang kakak melainkan suami bagi Azilah. Bram dan Rianti sungguh tak habis pikir dengan apa yang dikatakan Dimas barusan, bahkan Rianti tak pernah berpikir sampai ke sana.
__ADS_1
Bram hanya terduduk lemas, ia tak tahu apa yang harus dilakukan.
Celine yang masih berada di tempat yang sama, berusaha menenangkan orang tuanya. Sebelumnya Dimas juga pernah mengatakan pada Celine tentang hubungannya dengan Azilah. Dimas bahkan sempat mengatakan bila ia telah merenggut keperawanan Azilah. Selama tinggal di apartemen, Dimas dan Azilah telah berung kali melakukan hubungan suami istri.
Tidak ingin Rianti mengetahui hubungan terlarang itu, Celine mencoba meyakinkan kedua orang tuanya untuk merestui Dimas dan kakaknya.
Toh selama ini Dimas dibawah asuhan Bram dan Rianti, mereka tahu Dimas bersungguh sungguh, ia adalah anak yang bertanggung jawab. Dimas pasti bisa membahagiakan Azilah.
Bram dan Rianti yang saat itu masih syok, tidak tahu harus berbuat apa, mereka memilih mengiyakan apa yang dikatakan Celine.
Ditambah lagi setelah Bram mengetahui ternyata Dimas adalah anak Gilang temannya, membuatnya sedikit tenang.
Kini sudah jelas, Bram dan istrinya telah merestui hubungan Dimas dan Azilah.
Tampak di raut Dimas dan Azilah sinar kebahagiaan.
Hubungan yang berawal dari rasa kasihan nya kepada Azilah, kini telah mendapat restu orang tua mereka. Dimas berjanji pada dirinya, tak akan membuat Azilah menangis, ia akan berusaha membahagiakan Azilah. Malam yang penuh drama..
__ADS_1