CINTA TAK HARUS BERSAMA

CINTA TAK HARUS BERSAMA
episode 16


__ADS_3

PENGHIANATAN


Di Bandung....


Tiga bulan sejak kepindahan azilah ke Bandung, membuatnya seperti orang asing.


Perubahan sikap Dimas kepadanya semakin terlihat jelas. Ditambah kini Dimas jarang pulang, dengan alasan banyak pekerjaan di kantor.


Azilah tinggal bersama bayinya dan seorang baby sitter. Setiap kali Azilah menanyakan hal tersebut pada Dimas, selalu berujung pertengkaran.


Hubungan mereka sudah tak seperti dulu lagi. Azilah lebih sering menangis, ia merindukan sosok Dimas yang penyayang seperti dulu.


Sementara di kantor Dimas.....


Ia sedang meeting dengan seorang klien. Kali ini klien Dimas bukan orang asing baginya, melainkan Angel temannya semasa kuliah.


Karena sudah saling kenal, perbincangan mereka terlihat akrab. Lebih tepatnya sangat akrab.


Singkat cerita, Angel dan Dimas terlibat hubungan terlarang. Seperti pepatah mengatakan, “cinta tumbuh karena biasa” .


Kehadiran Angel membawa arti tersendiri bagi Dimas, ia bisa sedikit melupakan Celine. Sikapnya menjauhi Azilah bukan tanpa alasan, karena setiap ia dekat dengan istrinya selalu terbayang wajah Celine. Bukan hanya rupa mereka yang terbilang mirip, namun penyesalan yang teramat dalam juga dirasakan Dimas.


Seandainya waktu itu ia tidak terbawa nafsunya, mungkin hubungannya dengan Celine masih bisa diselamatkan. Dimas menyalahkan Azilah atas semua yang terjadi padanya. Namun hingga kini Azilah belum mengetahui, mengapa suaminya melakukan semua ini padanya.


Malam itu.....


Azilah menunggu kedatangan suaminya dengan harap harap cemas. Sudah dua hari suaminya tidak pulang ke rumah. Azilah tidak dapat menghubungi hp nya begitu juga dengan nomor kantor, karena hari sudah malam.


Azilah hanya bisa mondar mandir menunggu Dimas di ruang tengah.


Sebenarnya ia ingin menghubungi ayahnya, ia ingin meminta bantuan Bram untuk mencari tahu keberadaan Dimas. Akan tetapi ia mengurungkan niatnya, ia takut Dimas marah padanya. Selama ini, Dimas selalu mengatakan bahwa Azilah anak yang manja, ia selau menyusahkan orang orang disekitarnya.


Tanpa memikirkan perasaan istrinya sedikitpun, Dimas dan Angel pergi ke sebuah hotel. Ternyata selama ini mereka telah tinggal bersama. Dimas hanya sesekali pulang menemui istri dan anaknya.

__ADS_1


Tak ada yang dilakukan Dimas saat dirinya pulang ke rumah, selain hanya sekedar memberi nafkah batin bagi sang istri.


Atau ketika ia tahu bahwa mertuanya akan mengunjunginya. Dimas tidak ingin masalah rumah tangganya diketahui keluarga istrinya.


Malam itu dilalui Dimas dan angel layaknya pasangan suami istri. Bukan hanya sekali dua kali, tapi sudah berkali kali. Dimas merasa lebih merasakan kenikmatan saat melakukannya bersama Angel, meskipun sebenarnya Angel sudah tak perawan lagi.


Entah siapa orang yang pertama kali tidur dengannya.


Yang Dimas tahu, ia merasa nyaman bila bersama Angel.


Semakin lama Dimas semakin menggila. Setelah dua hari tak pulang kerumah, sekarang Dimas bahkan seminggu tidak pulang. Tidak ada yang bisa dilakukan Azilah selain hanya menangis meratapi nasibnya.


Rianti merasa ada sesuatu yang mengganggu pikirannya. Entah belakangan ini ia terus memikirkan Azilah dan bayinya.


Jika ia menelfon, Azilah seperti menyembunyikan sesuatu darinya.


Hingga pada suatu hari Rianti berencana mengunjungi Azilah tanpa memberitahu terlebih dulu. Naluri seorang ibu memang tidak dapat dibohongi. Sebelumnya ia telah membicarakan masalah ini dengan Bram.


Ia memilih pergi sendiri untuk memastikan keadaan Azilah putrinya.


Ketika perjalanan menuju Bandung, terjadi hujan badai. Rianti memilih singgah di sebuah hotel dan melanjutkan perjalanan keesokan paginya.


Saat akan check in, Rianti melihat sesosok pria yang sepertinya ia kenal. Awalnya Rianti mengira itu Dimas, karena dari gesturnya sangat mirip dengan Dimas.


Tapi ia menepisnya, begitu melihat pria itu berjalan menggandeng seorang wanita dengan baju sexy, yang pasti itu bukan Azilah.


Karena sudah lelah Rianti mengabaikan pemandangan tersebut, dan bergegas menuju kamarnya. Saat hendak memasuki kamarnya, Rianti dikejutkan oleh sesuatu yang tak pernah ia duga sebelumnya.


Ternyata benar pria yang dilihatnya tadi adalah Dimas. Rianti segera menyembunyikan wajahnya dibalik syal yang ia kenakan.


Dimas yang tak menyadari kehadiran mertuanya, terlihat semakin mesra bersama wanita simpanannya itu.


Rianti sengaja mengikuti Dimas dan Angel, ia ingin membuktikan dengan mata kepalanya sendiri, apa yang sebenarnya terjadi.

__ADS_1


Rianti berharap ia salah lihat.


Tak dapat dibayangkan jika apa yang ia lihat adalah benar, Dimas berselingkuh. Ia tak tahu bagaimana menjelaskan pada putrinya tentang perselingkuhan Dimas dengan Angel.


KEPERGIAN RIANTI


Rianti menangis menahan kesedihan serta amarahnya, dengan mata kepalanya ia menyaksikan Dimas ada di kamar hotel bersama wanita lain.


Dimas yang telah kepergok mertuanya mendapatkan tamparan yang keras dari Rianti begitu pula dengan Angel.


Sungguh tersayat hati Rianti, anak angkat yang telah dibesarkan dengan kasih sayangnya, kini tega menghancurkan putri kandungnya. Kebanggaan Rianti terhadap Dimas, musnah sudah.


Rianti bergegas menuju kamarnya. Ia bingung apa yang akan dilakukan, jika ia memberitahu Bram khawatir Bram akan terkejut dan mempengaruhi kesehatannya.


Sedang tidak mungkin ia menghubungi Azilah.


Ya, Celine satu satunya yang bisa ia ajak bicara. Tanpa menunggu lama Rianti menghubungi Celine dan menceritakan semuanya. Terkejut bukan main, Celine yang mendengar penjelasan Rianti. Ia tak menyangka Dimas tega melakukan hal serendah itu.


Celine meminta Rianti untuk tetap di hotel, ia dan adit akan menyusul dan pergi menemui Azilah sama sama. Karena bingung Rianti tak memperdulikan ucapan Celine.


Ia hanya ingin cepat cepat menemui Azilah.


Tak peduli hujan badai yang masih mengguyur, Rianti bergegas meninggalkan hotel. Ia melanjutkan perjalanan dengan perasaan dan hati yang hancur.


Sebelumnya mang Ujang sudah memperingatkan majikannya tersebut untuk tetap tinggal di hotel.


Mengingat cuaca yang belum kondusif. Akan tetapi Rianti tetap bersikeras, jika tidak, Rianti akan memesan taksi online. Mang Ujang hanya bisa pasrah dengan keputusan majikannya itu, namun sebelumnya ia telah memberitahu Celine.


Karena hujan dan jalanan licin, ditambah hari yang sudah gelap, membuat mang Ujang tak dapat melihat dengan jelas. Ketika tiba di persimpangan jalan, mobil yang di tumpangi Rianti oleng. Mang Ujang hilang kendali, dan.... BRAAAK.... mobil Rianti menabrak pembatas jalan dan terpental, sehingga membuat mobilnya terbalik.


Mang Ujang meninggal di tempat, sedang Rianti menghembuskan nafas terakhir dalam perjalanan menuju rumah sakit.


Hari itu menjadi hari yang teramat memilukan bagi keluarga Bharata.

__ADS_1


__ADS_2