
MELEPAS RINDU
Azilah dan Raka kini telah resmi menjadi pasangan suami istri. Mereka tinggal di apartemen milik Raka. Alasan mereka untuk tidak lagi tinggal bersama Bram, karena Raka merasa tidak nyaman tinggal bersama mertuanya. Meskipun begitu hubungan mertua dan menantu itu, sangatlah baik.
Pernikahan Azilah dan Raka digelar seminggu sebelum Celine menghilang. Keano pergi bersama om dan tantenya, karena saat itu kedua orang tuanya tengah berbulan madu di Luar negri. Begitu mendengar kabar menghilangnya Celine, kedua pasangan baru itu, segera kembali ke Jakarta.
Aditya tidak berhasil menemukan keberadaan Celine. ia sangat terpukul. Bahkan pihak kepolisian juga belum memberikan tanda tanda dimana kini Celine berada. Sejak menghilangnya Celine, farel tinggal bersama orang tua dari ayahnya.
Aditya tak pernah berhenti mencari istrinya. Ia mengerahkan semua orang kepercayaan keluarga Sanjaya untuk menemukan Celine.
Sempat terlintas di benak Aditya, ia mencurigai Dimas sebagai pelakunya. Bahkan Aditya juga sempat datang ke bandung untuk mencari Celine di rumah Dimas. Namun hasilnya nihil. Ia tak menemukan istrinya ada di sana. Dimas hanya tinggal sendirian di rumah tersebut.
Di awal pernikahan Azilah dan Raka, mereka harus menerima kenyataan pahit yang menimpa keluarga mereka. Raka juga ikut ambil bagian dalam pencarian menantu keluarga Sanjaya.
Tak hanya itu, Bram juga mengerahkan semua orang kepercayaannya untuk mencari putri bungsunya.
Aditya nampak tak terurus, seluruh waktunya habis untuk mencari sang istri. Bahkan urusan pekerjaan, semua ia tinggalkan.
Ayahnya lah yang kini mengambil alih urusan perusahaan. Ia tidak ingin terjadi hal buruk dengan Celine, namun ia juga tak dapat berbuat apa apa. Segala usaha telah ia tempuh demi untuk bisa berkumpul bersama istri tercinta.
Sementara itu.....
Di suatu tempat.....
“makanlah... kalau kau seperti ini terus, kau bisa sakit” Dimas menyodorkan kotak berisi makanan
“Aku tidak tahan lagi melihatmu seperti ini. Aku akan membawamu kembali pada suamimu”
“jangan.... aku ingin tetap berada di sini” Celine mencegah
“ayolah celine, kau jangan terus menyiksa dirimu seperti ini, aku yang bersalah bukan kau. Seharusnya aku yang menderita”
“aditya terus mencari mu, ia hampir gila karena memikirkan mu”
“aku mohon padamu, izinkan aku memberitahu yang sebenarnya pada suamimu.”
“kau tidak perlu terus menerus menyalahkan dirimu”
“apa kau sudah tidak menginginkanku lagi?” tanya Celine tiba-tiba
“apa kini cintamu telah lenyap begitu saja?” lanjutnya
“apa kau tidak ingin melakukannya lagi denganku?” kata Celine semakin jelas
“ternyata kau masih marah padaku, aku juga tak berani berharap kau mau memaafkan ku. kesalahan yang kulakukan padamu terlalu berat.”
Dimas menunduk penuh penyesalan.
“apa kau tak mencintaiku lagi?” Celine mengulang pertanyaannya.
“aku telah menyadari kesalahanku selama ini, cintaku padamu teramat besar sehingga membutakan hatiku.”
“seharusnya sejak awal aku tahu, bahwa Cinta tak harus bersama.”
“aku senang kau ada disini, tapi melihatmu seperti ini sungguh menyiksaku.”
“aku akan bahagia jika kau bahagia.”
“Maafkan aku yang terlambat menyadarinya.” Ucap Dimas panjang lebar sembari memegang bahu Celine.
Dimas beranjak dari tempatnya namun, Celine menarik lengannya. Ia terduduk di lantai kamar, dengan posisi menghadap Celine.
“aku takkan kembali pada suamiku, aku akan selalu bersamamu”
__ADS_1
Tiba tiba saja Celine membuka bajunya tepat di hadapan Dimas.
“kini aku milikmu sepenuhnya.”
“kau bebas melakukannya lagi seperti waktu itu.”
Dengan cepat Dimas menutup kembali tubuh Celine, dan memeluknya...
“maafkan aku...” bisik nya
Segera Dimas pergi meninggalkan Celine.
Selama ini Dimas menyembunyikan Celine di sebuah rumah kecil, yang berada di kampung halaman Dimas, tempat ia dilahirkan, tempat pertemuan pertamanya dengan Celine saat masih kecil.
Memang bukan rumah yang dulu ia tempati bersama orang tuanya, Mariana dan Gilang. Melainkan sebuah rumah kecil yang sengaja ia beli untuk mengenang kedua orang tuanya.
Beberapa hari kemudian......
Buughgh.... terlihat Aditya sedang menghajar seseorang. Kemurkaan terlihat jelas di raut wajahnya.
Kali ini Aditya menghajar tanpa ampun, lebih tepatnya, terlihat seperti akan membunuh lawannya.
Tak ada yang berani memisahkan. Orang yang dihajar Aditya hanya menerima pukulan tanpa ada serangan balasan. Aditya terus menghajarnya Brutal, hingga orang tersebut pingsan.
Dia adalah Dimas, datang ke Jakarta untuk menemui Aditya. Awalnya Aditya enggan meladeninya, namun setelah Dimas menyinggung soal Celine, Aditya berubah sikap.
Dimas menjelaskan semuanya kepada aditya, mulai dari awal penculikan, hingga kejadian yang membuat Celine enggan kembali pada suaminya. Aditya terduduk lesu mendengar semua pengakuan Dimas.
Hal itulah yang membuat Aditya menghajar Dimas sampai pingsan.
Amarahnya sudah sampai di ubun-ubun, ingin rasanya menghabisi Dimas saat itu juga.
Setelah satu jam, Dimas akhirnya sadar dengan penuh lebam pada wajah dan tubuhnya.
Dengan kasar, Aditya menyeretnya ke dalam mobil.
Aditya sangat merindukan istrinya, ia hampir gila dibuatnya, hingga tak sempat mengurus dirinya sendiri. Aditya terlihat lebih kurus dari sebelumnya, ia juga terlihat berantakan dengan jambangnya yang kian memanjang. Lingkar matanya terlihat menghitam karena kurang tidur. Sungguh jauh dari kesan sehat dan rapi.
Setelah menempuh beberapa jam perjalanan, akhirnya mereka tiba di suatu tempat.
Dimas menunjukkan tempat dimana ia telah membawa Celine.
Aditya segera berlari memasuki sebuah rumah lama, ia sudah tak dapat menunggu lebih lama lagi, untuk bertemu Celine, istrinya.
Aditya terus memanggil nama Celine, ia menuju sebuah kamar dan segera membukanya, betapa senangnya ia, melihat seseorang yang ada di dalam kamar tersebut, seseorang yang selama ini ia cari, seseorang yang membuatnya hampir gila.
Celine terkejut saat melihat Aditya sudah berada di hadapannya. Ia merasa malu, merasa tak pantas karena Celine menganggap dirinya telah kotor.
Aditya yang melihat Celine di hadapannya langsung berlari dan memeluk erat istrinya. Tangisan yang meledak sebagai ungkapan rasa rindu yang mendalam selama ini.
Aditya menciumi seluruh wajah istrinya, ia memeluknya lagi dengan erat seakan takut berpisah lagi.
Celine yang melihat suaminya bersikap demikian, merasa terharu, ia pun menangis dalam pelukan Aditya.
Ketika Celine berusaha merenggangkan pelukan suaminya, dengan cepat Aditya menariknya kembali, ia tak ingin melepas pelukannya pada Celine.
Saat Celine akan mengatakan sesuatu, Aditya membungkamnya dengan ciuman. Seakan tahu apa yang akan dikatakan celine padanya.
“aku sudah tahu semuanya, kau tak perlu menjelaskan apa apa lagi”
“aku hanya ingin kau kembali bersamaku” Bisik adit tepat di telinga Celine, hembusan nafasnya membuat Celine merasa nyaman.
Mengingatkan tentang kebersamaan mereka, sebelum peristiwa pahit itu terjadi.
__ADS_1
Sementara itu, Dimas dan beberapa pengawal Aditya menunggu di luar rumah, atas perintah bos mereka.
Setiap kali Celine ingin mengatakan sesuatu, Aditya selalu membungkamnya dengan bibirnya. Celine hanya menangis. Ia tak ingin suaminya menyentuh tubuh kotornya itu. Bagaimanapun juga ia dan dimas pernah tinggal serumah.
Kembali ke beberapa hari setelah Dimas membawa Celine....
Celine nampak kebingungan, wajahnya kusut dan ia sering merancu tidak jelas. Tak jarang Celine tiba tiba menangis bila mengingat suami dan anaknya.
Dimas tak tahu harus berbuat apa, setiap kali Dimas memaksa untuk mengantar celine kembali ke suaminya, Celine selalu menolak. Ia tak ingin mengecewakan suaminya.
Hingga suatu hari, entah apa yang ada di pikiran Celine saat itu. tiba tiba ia berteriak memanggil nama dimas, Dimas yang mendengarnya segera menghampiri Celine di kamarnya. Ia ingin memastikan keadaan Celine. sungguh diluar dugaannya, Celine meminta Dimas untuk menemaninya malam itu.
Awalnya Dimas tak berpikir macam macam, ia duduk bersebelahan dengan Celine.
“apa kau baik baik saja?” tanya Dimas
“sepertinya tidak” jawab Celine
“apa kau sakit?” Dimas menempelkan telapak tangannya pada kening Celine
“iya, aku sakit... disini” sambil mengangkat tangan Dimas dan meletakkannya di dadanya
Deg....deg.... tiba tiba jantung Dimas berdegup
“jangan membuatku semakin bersalah padamu” menarik tangannya dan memalingkan badannya dari hadapan Celine.
“kenapa...? setelah apa yang kau lakukan padaku, sekarang kau membuang ku seperti sampah?” suara Celine meninggi.
“hiks...hiks... bagaimana aku pantas untuk aditya sedang dirimu saja sudah jijik kepadaku.” Tangisnya pecah.
Celine seperti orang yang sudah kehilangan akal, batinnya sungguh tersiksa. Bahkan ia tak dapat lagi memikirkan dirinya sendiri.
Dimas yang mendengarnya merasa sedih, ia memeluk erat tubuh Celine. Ia tak ingin melihat Celine terus bersedih.
Kejadian ini mengingatkannya pada Azilah belasan tahun silam, yang akhirnya membawa penyesalan seumur hidupnya.
Namun begitu, Dimas tak dapat lagi membendung hasratnya. Kini, ia akan melakukannya bersama wanita yang dicintainya.
Perasaan cinta yang begitu dahsyat, menenggelamkan Dimas dalam hubungan tanpa ikatan.
Celine menerima dengan pasrah perlakuan Dimas kepadanya.
Diawali dengan pelukan hangat, saling mencumbu, hingga tangan Dimas yang mulai bergerilya menelusuri setiap centi tubuh malang itu, hingga berhasil menanggalkan semua yang melekat di tubuh wanita pujaannya.
Celine yang terbawa suasana, nampak menikmati permainan Dimas. Bagi Celine, orang yang sedang bergumul dengannya adalah Aditya, suaminya.
Seperti Ciuman yang dicuri Dimas beberapa tahun lalu darinya, Celine merasakan kenikmatan yang berbeda, dari yang biasa ia rasakan saat bersama pasangan sahnya.
Pergumulan panas itu terjadi beberapa kali diantara mereka.
Setelah sadar bahwa ia telah melakukan hubungan tanpa cinta, Dimas tak lagi melanjutkan hubungan terlarang itu.
Bagi Celine Aditya adalah segalanya. Dimas tak ingin mengulangi masa lalu, hubungan tanpa cinta begitu menyakitkan baginya.
Perasaan bersalah tak dapat ditepis, bayangan penghianatan seakan menguasai pikirannya. Celine tersadar dari belaian lembut Suaminya. Ia telah mengkhianati suaminya, sekarang ia adalah wanita hina.
Sekuat tenaga Celine berusaha melepaskan diri dari dekapan Aditya, ia sungguh merasa tak pantas.
Ia belum percaya jika Aditya telah mengetahui segalanya, berulangkali Celine mengatakan jika dirinya telah kotor, namun Aditya tak peduli.
Bahkan Aditya mencumbui istrinya bertubi tubi, ia ingin membuktikan pada istrinya jika ia bisa menerima bagaimanapun keadaan Celine. kini keduanya telah menyelam dalam lautan peluh.
Hasrat dan kerinduan yang akhirnya membuncah, mengawali lembaran baru bagi kedua insan tersebut.
__ADS_1
jangan lupa vote like and comment 🥰
tunggu kisah selanjutnya...... terimakasih 😘