
Pengakuan
Celine sangat bahagia akhirnya ia bisa mewujudkan keinginan Amanda dan Mariana.
Meskipun begitu, tak dapat dipungkiri ada sedikit luka di hatinya. Bagaimanapun juga ia pernah menaruh hati pada Dimas, cinta pertamanya sekaligus ciuman pertamanya.
Nasi sudah menjadi bubur, Dimas yang selama ini ia cari, kini bersanding dengan kakaknya.
Tak ingin terlarut dalam kesedihannya, kini Celine tengah disibukkan meneruskan perusahaan ayahnya.
Walaupun perusahaan itu kini telah beralih sepenuhnya ke tangan Rianti, tak membuat Rianti menjadi semena mena terhadap Bram.
Begitu pula dengan Bram ia tak lagi memperdulikan tentang kepemilikan perusahaan tersebut, ia sadar selama ini, harta telah membutakan hatinya. Bram menjadi lebih tenang, ia berusaha melupakan Amanda dan mencoba untuk mencintai Rianti istrinya.
Kini Celine menggantikan posisi ayahnya di perusahaan. Dimas dan Azilah telah menikah, mereka tinggal bersama di keluarga Bharata. Dimas mengurusi anak cabang di Bandung, sehingga ia baru bisa bertemu istrinya seminggu sekali. Dimas tak terlalu menghawatirkan Azilah, karena Azilah tidak sendirian. Ditambah kini Azilah tengah mengandung anak pertama mereka. Rianti ingin merawat Azilah dan calon cucunya, itu yg membuat Rianti melarang Azilah tinggal bersama Dimas di Bandung. Azilah menuruti keinginan Rianti, karena pada dasarnya Azilah adalah anak yang manja, ia tak tahu cara mengurusi rumah tangga.
seminggu sebelum pernikahan Dimas dan Azilah...
Di kantor Celine...
Dimas datang ke kantor Celine untuk membahas masalah perusahaan yg kini mereka kelola.
Ketika hendak pergi meninggalkan Celine...
"Semuanya sudah selesai, ayo Celine kita pulang sama sama" Ajak Dimas
"Kak Dimas duluan saja, masih ada yang harus ku kerjakan" Tolak Celine halus
__ADS_1
Dimas mendekati Celine..
"Apa kau marah padaku? "
"Bukan seperti itu" Bantah Celine tanpa melihat ke arah Dimas.
Meskipun kini Dimas adalah calon suami Azilah, sebenarnya didalam hatinya masih menyimpan perasaan kepada Celine, bagaimanapun juga Celine adalah cinta pertamanya.
Dimas mengaku pada Celine tentang perasaannya, meskipun percuma.
Paling tidak ia sudah mengeluarkan isi hatinya.
Celine tak dapat berkata apa apa mendengar pengakuan Dimas. Celine meminta Dimas untuk meninggalkannya saat itu juga.
Tapi dasar Dimas, bukannya malah pergi, ia malah mendekati Celine dan memeluknya.
Dimas mempererat pelukannya, sembari membisikkan sesuatu di telinga Celine...
" Aku masih mencintaimu, dan sampai kapanpun akan tetap mencintaimu"
Celine hanya tercengang mendengarnya, yang tadinya berontak, kini hanya diam terpaku.
Tak lama setelah itu Dimas melepaskan pelukannya dan pergi meninggalkan Celine sendirian.
Perjodohan
Di kamar Celine....
__ADS_1
Entah apa yang membuatnya tiba tiba teringat pengakuan Dimas beberapa waktu lalu.
Selama ini Celine menyibukkan dirinya supaya ia bisa melupakan Dimas, cinta pertama yang gagal, bahkan sebelum ia memulainya.
Namun sekuat apapun perjuangan Celine untuk melupakannya, tak dapat ia pungkiri jika hatinya masih berpaut pada Dimas.
"Aku tidak boleh seperti ini terus, kak Dimas adalah suami kakakku, aku akan merasa bersalah bila terus memikirkannya. " Ucap Celine lirih
Tiba tiba ia teringat perjodohan yang di tawarkan keluarga Sanjaya untuk kakaknya dulu.
Yang ia tahu putra tunggal keluarga Sanjaya belum menikah hingga kini.
Bergegas Celine pergi mencari Bram. Ia ingin menanyakan tentang perjodohan tsb kepada Bram.
Di ruang keluarga...
"Malam pi" Sapa Celine
"Malam Cel, papi kira kau sudah tidur. Apa ada perlu dengan papi mu ini?? " Tanya Bram.
Tanpa basa basi Celine mengatakan pada Bram tujuannya malam itu. Ia menanyakan perihal perjodohan keluarga Sanjaya, apa masih berlaku. Bram yang mendengarnya sempat dibuat heran, tak disangka putrinya bakal menanyakan hal itu.
Bram pun menjelaskan kepada Celine, jika perjodohan itu masih berlaku.
"Apa yang ada di pikiranmu, kenapa kau menanyakan hal itu, papi tidak mau kau menikah karena terpaksa. Papi ingin kau menikah dengan orang yang kau cintai. " Ucap Bram panjang lebar.
"Apa salahnya jika aku mencobanya dulu pi, siapa tahu setelah aku mengenalnya, aku akan jatuh cinta padanya. " Ucap Celine meyakinkan Bram.
__ADS_1
Bram tidak ingin putrinya bernasib sama seperti dirinya dan Rianti. Menikah tanpa cinta.