CINTA TAK HARUS BERSAMA

CINTA TAK HARUS BERSAMA
episode 24


__ADS_3

Menghilang


Lama tak terdengar kabar tentang Dimas. Setelah perceraiannya dengan Rima, Dimas masih menyendiri hingga kini. Belum ada wanita yang mampu menggantikan posisi Celine di hatinya. Rasa cinta yang begitu besar sungguh menyiksanya.


Sesekali ia teringat tentang anak anaknya, Keano dari pernikahannya dengan Azilah dan Risya, buah cintanya dengan Rima. Bagaimanapun juga mereka adalah darah dagingnya.


Meskipun Dimas telah menelantarkan anak anaknya, sebagai seorang ayah, masih ada setitik cinta untuk anak anaknya. Kesendiriannya selama bertahun tahun hampir membuatnya gila.


Pernah suatu hari, Dimas mencoba menemui Keano di Jakarta. Ia bermaksud akan menemui putranya itu secara diam-diam, saat pulang sekolah. Namun hal itu ia urungkan, ketika melihat seorang pria dewasa menjemput Keano. Pria itu adalah Raka.


Sejak saat itu, Dimas mencari tahu tentang Azilah, serta hubungannya dengan Raka, mantan kakak iparnya. Setelah mengetahui bahwa mantan istrinya akan segera menikah dengan mantan kakak iparnya, Dimas yang awalnya ingin menjalin hubungan baik dengan Azilah, mengurungkan niatnya.


Tak ada perasaan cemburu, apalagi sakit hati, justru beban di hatinya sedikit berkurang. Selama pernikahan mereka, Azilah selalu menderita. Dimas berharap Azilah menemukan orang yang bisa benar benar mencintainya.


Kembali pada acara liburan Celine dan keluarga..........


Semua orang nampak cemas, tak terkecuali Aditya. Sedang Keano dan Farel hanya menangis. Pak Oding meminta bantuan warga sekitar untuk mencari Celine, yang tiba tiba menghilang entah kemana.


Seluruh warga mencari hingga ke area perkebunan. Aditya sangat gelisah, ia juga tak berdiam diri. Aditya berusaha keras menemukan keberadaan istrinya.


Beberapa jam sebelum kejadian......


Aditya pergi untuk menemui Dika, anak pak Oding. Ia pergi mengajak Keano dan Farel. Awalnya Aditya ingin mengajak serta Celine, namun karene lelah setelah seharian jalan jalan mengelilingi desa, Celine memilih tetap tinggal di Villa.


Bi Sumi yang telah selesai dengan pekerjaannya, kembali pulang ke rumahnya, begitu juga dengan pak Oding.


Seperti biasa, Celine lebih senang bersantai di ruang keluarga sambil nonton televisi. Villa milik keluarga Sanjaya tersebut, memang terletak sedikit jauh dari rumah penduduk.


Dengan halaman yang sangat luas, terlihat bangunan villa, tepat berada di tengah tengahnya.


Celine yang setengah mengantuk, mendengar suara orang mebuka pintu. Tanpa curiga sedikitpun, ia mengira orang tersebut adalah Aditya. Terdengar langkah kaki yang semakin mendekatinya. Celine memanggil nama suaminya, namun tidak ada jawaban.


Ia segera bangkit dari tidurnya dan melihat dengan jelas seorang pria yang ada dihadapannya. Sontak ia terkejut dan berteriak, tapi dengan cepat orang tersebut membungkam mulut Celine dengan sapu tangan yang sudah diberi obat bius. Celine pun terjatuh lunglai. Dengan sigap, pria tersebut mengangkat tubuh Celine dan membawanya lewat pintu belakang.


Setelah menyelesaikan urusannya dengan Dika, Aditya berpamitan pulang. Ia baru ingat jika Bi Sumi dan Pak Oding sudah habis jam kerjanya. Saat tiba di Villa, Adit tak menemukan keberadaan sang istri, berkali kali ia memanggil nama Celine, tapi tidak ada jawaban.


Segera ia menghubungi pak Oding untuk membantunya mencari Celine. ia yakin Celine telah diculik, Aditya menemukan sebuah sapu tangan di ruang keluarga. Tak lama kemudian Pak Oding datang dengan warga desa. Mereka mencari di setiap sudut rumah, hingga area perkebunan, tapi hasilnya nihil.


Aditya tak bisa menunggu lama lagi, ia segera mencari bantuan. Tuan Sanjaya mengirimkan beberapa orang terpercaya untuk membantu Aditya mencari Celine. pak Oding segera melapor ke kantor polisi setempat.


di suatu tempat.........


Gelapnya malam dan suara lolongan anjing membuat suasana semakin mencekam. Ditambah letak bangunan yang jauh dari keramaian, serta minimnya penerangan. Sebuah jeep terparkir di garasi sebuah rumah tua tak berpenghuni.


Seorang pria dengan menggendong seorang wanita, baru saja memasuki rumah tua tersebut.


pria itu membaringkan si wanita diatas tempat tidur, lalu pergi menuju dapur untuk mengambil segelas air.


Tak lama setelah itu.....


Celine tersadar, ia mendapati dirinya dalam keadaan terikat kedua tangannya, di atas sebuah tempat tidur. Nampak Dimas tengah duduk disampingnya.


“tolooong.... tolooong.....” teriak Celine


"Dasar kau pria gila, apa mau mu...."


"Lepaskan aku, kembalikan aku pada suamiku" Celine menghardik.


"Aditya pasti akan segera menemukanku dan ia akan menghajar mu"


"Lepaskan aku brengsek!!"


Celine terus meronta.


"Tenanglah sayang, aku tidak akan menyakitimu. "


"Kau tahu kan, kalau aku sangat mencintaimu. "

__ADS_1


"Dasar kau menjijikkan"


"Aku membencimu"


"Tolooong..... toloooong..... Aditya tolong aku, selamatkan aku dari pria gila ini”


Celine mulai menangis....


"Sudah cukup! Jangan sebut nama itu di depanku" Teriak Dimas.


"Percuma kau berteriak, tidak akan ada yang mendengar mu"


"Kau mau apa??" Tangis Celine


"Aku mau kau!!"


"Aku sudah hancur Celine, aku sudah salah telah menikahi saudaramu. "


Mendekati Celine dan mengusap pipinya, lalu mendekatkan wajahnya


“tapi kali ini aku tidak akan melepaskan mu, aku akan memilikimu malam ini juga”


“Aku mohon jangan lakukan ini padaku”


“jika Ayah dan ibu tahu kau seperti ini, mereka akan sedih.”


“Mereka akan bertambah sedih jika kau menolak ku, Celine.” bantah Dimas.


“kita bisa bicarakan ini baik baik.”


"Maksudmu kau ingin aku melepasmu, lalu melihatmu berlari pada suamimu yang payah itu, lalu memeluknya dan menciumnya seperti ini.”


Dimas memegang kedua tangan Celine dan berusaha ******* bibirnya.


“Kau tidak perlu takut, aku akan melakukannya dengan sangat hati hati, sehingga kau tidak akan pernah meninggalkanku lagi.”


“kau masih ingat kan, apa yang pernah kita lakukan, bahkan hingga saat ini aku belum bisa melupakannya.”


Dimas mengusap bibir Celine dengan jari tangannya.


Perlahan lahan dimas mulai menggerayangi tubuh Celine, meskipun Menolaknya dengan keras, Celine hanya bisa meronta.


“singkirkan tangan kotor mu itu, dasar brengsek” Celine terus berteriak.


“sampai mati, aku tidak akan pernah memaafkan mu.” Umpat Celine


“kalau kau terus memakiku aku akan berbuat kasar padamu.” Teriak Dimas


“sebenarnya aku juga tidak ingin melakukan ini, aku tak ingin melukaimu, aku hanya ingi memilikmu sepenuhnya.” Kali ini Dimas mengatakannya dengan tenang.


“aku berjanji, akan selalu membahagiakanmu. “


“Kita akan hidup bersama dan kau akan melahirkan anak anak kita.”


“kau sungguh sudah tidak waras Dimas, kau membuatku semakin jijik. Aku menyesal telah mengenalmu.”


“sebentar lagi Aditya akan menemukan kita, dan aku akan memintanya untuk melenyapkan mu”


“baiklah, kau yang memaksaku melakukan ini, kau akan menyesal telah mencampakkan ku.”


Kali ini Dimas tak dapat lagi menahan hasratnya, dengan kasar ia menindih tubuh Celine. Kedua tangannya mencengkeram lengan Celine yang masih terikat. Ia meraih bibir Celine dan ********** dengan kasar. Celine terus meronta, berusaha melepaskan diri dari kebuasan Dimas. Semakin Celine melawan, Dimas semakin menjadi.


Kraakk....


Dimas merobek pakain Celin dan menanggalkannya satu persatu, Celine hanya bisa menangis tak berdaya. Dimas seperti kerasukan, gejolak b****inya meluap luap. Ia memandang takjub, Celine yang kini tanpa sehelai benang menutupi tubuhnya, ada dihadapannya.


Celine merasa jijik melihat dirinya sendiri, ia merasa kotor. Dimas dengan rakus, menikmati setiap inchi tubuh Celine, dan meninggalkan banyak bekas merah di sana.

__ADS_1


Saat bibirnya hampir sampai pada daerah intim Celine, ia berhenti seakan sadar dari perbuatan bejatnya.


“kenapa kau tidak membunuhku saja, hiks....hiks....”


“Kenapa kau menyiksaku seperti ini”


“Seharusnya kau menjagaku kak, aku adalah adikmu” suara Celine melemah, ia hanya bisa pasrah dengan keadaan dirinya saat ini.


Dimas yang mendengar perkataan Celine, segera turun lalu menutupi tubuh Celine dengan selimut. Dimas nampak terduduk lesu di samping Celine.


“apa yang telah aku lakukan?” Dimas mengacak acak rambutnya sendiri.


“aku telah melukai wanita yang aku cintai, seharusnya aku menjaganya bukan malah menyakitinya.” Dimas menyesali perbuatannya.


“aku sudah seperti binatang” lanjutnya.


Dimas segera melepas ikatan Celine, dan memberikan kemejanya pada Celine. pakaian Celine sudah tidak bisa dipakai lagi, karena Dimas telah merobeknya.


Ia bersimpuh di hadapan Celine, menyesali perbuatannya.


"Aku tahu perbuatan ku kali ini tak bisa di maafkan"


“Aku tak akan memaksamu untuk memaafkan ku, apalagi mengampuniku”


Dimas menangis di hadapan Celine, ia tak tahu harus berkata apa lagi.


“Ini...” memberikan ponselnya pada Celine


“Hubungi suamimu, aku tak akan lari. Suruh dia menghabisiku. Semoga kau bahagia hidup bersama orang yang kau cintai.”


"Setelah ini, aku akan terbebas, tak akan lagi tersiksa oleh cintamu.” Dimas mengatakannya sambil tersenyum menatap Celine.


Kini suasana haru menyelimuti keduanya. Tak ada lagi yang bisa dilakukan Celine, ia hanya bisa menangis. Ia tak sanggup jika harus bertemu dengan suaminya, mengingat dirinya yang telah kotor.


“bawa aku pergi bersamamu” pinta Celine tiba tiba


“Apa??” Dimas terkejut mendengarnya


“Bukankah ini yang kau inginkan??”


“Tidak, cepat hubungi suamimu sebelum aku berubah pikiran.” Teriak Dimas


“Aku tak peduli lagi dengan apa yang akan kau lakukan padaku, aku tak sanggup memperlihatkan wajahku di hadapan suamiku.”


“Aku tak ingin membohonginya lagi.”


“Saat kau menciumku di kantor waktu itu, aku menyembunyikannya dari Aditya hingga saat ini.”


“Aku tak ingin mengkhianatinya lagi.” air mata Celine membasahi pipinya


“Tidak Celine, kau tidak bersalah. Ini semua adalah kesalahanku. Percayalah Aditya tidak akan menyalahkanmu.”


“pikirkan putramu”


“Farel akan baik baik saja bersama ayahnya. Banyak orang yang menyayanginya.” Membayangkan wajah putranya, membuat Celine tak dapat membendung air matanya.


“mungkin inilah saatnya aku membalas budi, ayah dan ibu, yang telah menyelamatkanku waktu itu. "


“Aku akan pergi bersamamu”


kali ini Celine berusaha untuk tegar, meskipun hatinya telah hancur berkeping keping.


“Maaafkan aku Celine, aku telah menghancurkan hidupmu.”


Dimas memeluk tubuh mungil celine dan menangis merutuki dirinya.


Kali ini Celine tak menepis pelukan Aditya, ia hanya diam mematung.

__ADS_1


Tak lama kemudian, mereka pergi meninggalkan rumah tua tersebut.


__ADS_2