CINTA TAK HARUS BERSAMA

CINTA TAK HARUS BERSAMA
episode 9


__ADS_3

Bertemu mama


Celine menyadari keberadaanya hanya menjadi penghalang hubungan Dimas dgn kakaknya.


Kini ia bertekad memperjuangkan haknya di keluarga Bharata. Celine bukanlah gadis manja seperti Azilah yg rapuh hanya karena cintanya ditolak. Ia ingin perjuangan Mariana dan Amanda tidak sia sia.


Di taman kota.....


Seorang wanita paruh baya duduk sendirian di bangku taman. Celine yang sudah mengetahui siapa wanita itu, lalu menyapanya dgn hangat.


"Mama Rianti.... " Buliran bening mulai membasahi mata Celine, tak menyangka ia akan bertemu ibu kandungnya, yg dulu hampir membunuhnya.


Terdengar kejam, namun Celine bukanlah pendendam. Amanda sudah banyak menceritakan perihal Rianti pada Celine. Yang berlalu biarlah berlalu.


Belum sempat membalas sapaan Celine, Rianti lebih dulu menangis, ia memeluk gadis di hadapannya...


"Anakku... Maafkan ibumu ini maafkan... " Tidak ada kata lain yg keluar dr mulut Rianti selain kata maaf. Ia sangat menyesali perbuatannya waktu itu. Rianti berjanji akan membawa Celine pulang untuk bertemu Bram dan Azilah.

__ADS_1


Ditempat lain....


Pergumulan panas tengah terjadi antara Dimas dan Azilah. Mereka benar benar dimabuk asmara, entah itu cinta atau nafsu. Semenjak Dimas melakukan hubungan terlarang dgn Azilah, ia seperti kecanduan. Setiap melihat Azilah ingin rasanya ia menerkamnya. Terus berulang, lagi dan lagi. Kini Azilah tinggal di apartemen bersama Dimas, Azilah kabur dari rumah, ia menghindari ayahnya, Bram. Tak ada yg tahu tentang keberadaan Azilah, Bram terlalu sibuk mencari Amanda. Sedangkan Rianti kini tengah sibuk dgn Celine, menyelamatkan perusahaan Bram yang diambang kehancuran. Selama ini Bram tidak fokus pada perusahaannya, yang ada di kepalanya hanya Amanda. Begitupula dengan Dimas, ia hanya sibuk dengan Azilah.


Rianti dibantu oleh Celine merebut kembali perusahaan ayah Rianti. Celine gadis yg pintar, ia dibantu orang orang kepercayaan Rianti, dengan mudah mengembalikan perusahaan kakeknya ke tangan ibunya.


Rianti berencana akan membawa Celine kepada Bram, jika Bram menolak mengakui Celine, Rianti akan menggugat cerai suaminya. Awalnya memang Rianti sangat tidak ingin berpisah, namun melihat sikap suaminya yg semakin hari semakin menyakiti hatinya, membuat Rianti berpikir.


Sebesar apapun pengorbanannya, tidak akan mampu membuat Bram mencintainya. Ia ingin menebus kesalahannya kepada Celine, ia akan memberikan hak 2 Celine yang selama ini belum pernah ia berikan.


Kembali pada Dimas dan Azilah.....


"Kita akan menemui papi, aku akan segera menikahi mu" (Dimas)


Tangan Dimas meraih tengkuk Azilah dan mendekatkannya pada bibirnya. Ia menciumi Azilah, semakin dalam dan dalam lagi, saling bertukar sesuatu didalam mulut mereka, ciuman itu turun ke leher dan meninggalkan berkas merah kebiruan di sana, turun ke dada Azilah dan memainkannya dgn lembut, sampai pada erangan dan desahan yang membuat si junior semakin menegang, sentuhan lembut di bagian bawah membuat Azilah semakin mengerang, merasakan gairah yg semakin melonjak, dan.... Dimas melanjutkan aksinya, terus memompa, lagi dan lagi.


Sampai akhirnya...benih benih itu tertanam pada tempatnya.

__ADS_1


Keduanya terlelap karena lelah, setiap bertemu mereka seperti kerasukan, tidak ada lagi yg dilakukan selain berkubang dalam keringat. Mereka bisa melakukannya berkali kali dalam sehari.


Sedangkan disisi lain, Bram hampir frustasi. Ia tak dapat menemukan Amanda.


Malam hari di ruang keluarga, kediaman Bharata....


Nampak Bram duduk di sofa, disampingnya ada Rianti, sedang menunggu waktu yang tepat, untuk mempertemukan Celine dengan ayahnya.


Bram baru menyadari jika perusahaannya hampir saja mengalami kehancuran, jika itu sampai terjadi maka sia sia apa yang telah ia perjuangkan selama hidupnya.


"Bram, kau ingat putri kedua kita? Apakah kau pernah memikirkannya? "


"Kenapa tiba-tiba kau tanyakan itu? "


"Aku hanya ingin memberitahumu, aku menyesal telah menuruti mu untuk membunuhnya, apa kau percaya jika aku benar-benar melenyapkannya? "


Bram sama sekali tidak pernah memikirkannya.

__ADS_1


"Apapun yang kulakukan semuanya sia sia, hingga detik ini kau tak pernah mencintaiku, aku sangat bodoh berharap cinta darimu. Di hatimu hanya ada Amanda. "


__ADS_2