CINTA TAK HARUS BERSAMA

CINTA TAK HARUS BERSAMA
episode 3


__ADS_3

Amanda berusaha mencari tahu keadaan Gilang dan Dimas, tapi apalah daya, sedikitpun ia tak mendapatkan informasi ttg Gilang. Bahkan ia pun tak tahu bahwa Gilang sudah meninggal.


Sementara itu di tempat lain....


"Azilah putriku, kau sedang apa, kenapa tak menjawab panggilan mami? "


Teriak Rianti kepada putrinya yg manja itu.


Azilah tak menjawab, ia sibuk dengan mainan barunya. Papinya, Bram sangat memanjakan Azilah. Apapun yang dimintanya pasti diberikan. Kini Azilah sudah berusia 7tahun, dan duduk di bangku Sekolah Dasar.


Semenjak kepergian Putri kedua keluarga Bharata, usaha Bram berangsur membaik. Itulah yang membuat Bram sangat yakin dengan keputusan nya, menyingkirkan buah hatinya.


Baginya Putri keduanya adalah pembawa sial, selain membuatnya hampir bangkrut, rencana untuk menikahi Amanda juga gagal.


Kegagalan itu disebabkan Rianti mengetahui rencana busuk suaminya untuk menikah lagi dan akan menceraikannya, itulah yang membuat Rianti tega untuk melenyapkan putrinya sendiri. Ia tidak ingin diceraikan Bram. Begitu juga dengan Bram, ia tak ingin karirnya hancur, bagaimanapun juga ia harus menyingkirkan putri keduanya tanpa ditentang oleh Rianti.

__ADS_1


Anak angkat


Meskipun Bram sangat menyayangi Azilah, tak dapat dipungkiri, ia mendambakan seorang anak laki-laki. Rianti tak mungkin dapat memberinya keturunan lagi, mengingat Rianti sudah melakukan steril, setelah melahirkan anak keduanya.


Hal itu ia lakukan karena ada masalah pada kesehatannya. Ia menerima saran yang dokter berikan padanya. Ditambah lagi Rianti tak mau mengandung lagi bila ujung-ujungnya suaminya tak menginginkan anak dalam perutnya.


Berkali-kali Bram menepis keinginannya untuk memiliki anak lagi, namun Bram tak bisa membohongimu dirinya. Akhirnya ia memutuskan mengadopsi seorang anak laki-laki yang usianya lebih tua dari putrinya, dengan harapan anak laki-laki nya kelak akan menjadi kakak Azilah, yg akan selalu menyayangi dan menjaga Azilah seperti dirinya.


Seorang anak laki-laki berparas tampan, dengan keadaan fisik yang baik, terlihat anak yang mandiri dan dapat diandalkan.


Semenjak kehadiran anak angkat Bram, kehidupan Bram semakin meningkat, ia sangat bahagia. Ia tak membedakan antara anak kandung dengan anak angkat. Ia juga sangat menyayanginya, memberinya fasilitas untuk menunjang kesehariannya.


Azilah dan kakak angkatnya tumbuh bersama, mereka sangat akur dan saling menyayangi. Keluarga Bharata sangat bahagia.


12th kemudian......

__ADS_1


"Kak Dimas, tunggu Azilah dong, kenapa kakak terburu-buru? "


Suara Azilah ngos-ngosan mengejar langkah Dimas yang semakin jauh darinya.


"Kamu kan bisa berangkat sendiri dek, lagian kenapa ngikutin kakak, bukannya kamu ada kuliah pagi ini? "


"Arah kita berlawanan, papi sudah menunggu kakak di kantor. Pagi ini kakak ada meeting sama papi"


Celoteh Dimas kepada adiknya.


Akhir akhir ini sikap Azilah sedikit berbeda dari biasanya, ia lebih manja dan seperti tak mau jauh dari Dimas. Sebenarnya Dimas tak mempermasalahkan sikap adiknya itu. Hanya saja Bram menangkap gelagat aneh dari putrinya, ia tahu bahwa diam diam Azilah menaruh hati pada Dimas. Azilah berpikir tak akan masalah menyukai kakaknya sendiri, karena Dimas bukan kakak kandungnya.


Bram meminta Dimas untuk menjaga jarak dengan Azilah. Dimas bukanlah seorang anak yang tak tahu diri, ia tahu betul siapa dirinya.


Siang itu tak sengaja Bram menangkap sesosok wanita yang sepertinya ia kenal, ya dia adalah Amanda.

__ADS_1


Entah mimpi apa semalam, Siang ini ia bertemu orang yang pernah ia cintai, seseorang yang berencana ia nikahi tapi gagal.


__ADS_2