CINTA TAK HARUS BERSAMA

CINTA TAK HARUS BERSAMA
EPISODE 14


__ADS_3

PERCEKCOKAN


Di kediaman Bharata....


Hari ini Dimas kembali ke Jakarta. Waktunya ia mengunjungi keluarganya. Kedatangannya disambut hangat oleh sang istri. Azilah sangat merindukan suaminya, bahkan kali ini ia begitu manja.


Selama kehamilan, Azilah lebih sering ditemani sang ibu, itu dikarenakan Dimas tinggal di Bandung.


Rencananya setelah anak mereka lahir, Dimas akan memboyong keluarga kecilnya untuk tinggal di Bandung.


Meskipun Dimas belum bisa mencintai Azilah sepenuh hati, ia adalah pria yang bertanggung jawab. Ia tidak akan mensia-siakan istrinya. Ia sudah berjanji akan membahagiakan Azilah.


Sepasang suami istri itu, kini tengah melepas rindu di kamarnya. Setelah lelah berpeluh peluh ria, mereka segera membersihkan diri dan menuju ruang keluarga.


Di sana sudah ada Bram dan Rianti yang sedang menonton televisi.


" Malam mi... Pi... " Tegur Dimas


" Malam... Bagaimana kabarmu " Tanya Rianti


" Seperti yang mami lihat, Dimas baik baik saja "


" Syukurlah kalau begitu "


Bram yang tak banyak bicara hanya mendengarkan celotehan istrinya. Rianti banyak bercerita tentang Azilah dan kandungannya.


Ketika tengah asik mengobrol, Celine datang dan menyapa mereka semua.


Celine dan Dimas terlihat canggung, Celine mencoba untuk bersikap biasa saja.

__ADS_1


Tiba tiba Bram menanyakan soal kelanjutan perjodohan Celine dengan Aditya Sanjaya.


Awalnya Bram memilih bungkam, karena pada malam itu, Bram melihat ada yang janggal dengan putrinya.


Ia mengira perjodohan itu gagal.


Namun ketika mengetahui Aditya yang mengantar Celine pulang beberapa hari yang lalu, membuat Bram penasaran.


Menurutnya ini adalah momen yang tepat, dengan begitu seluruh keluarga Bharata akan mengetahuinya.


Celine akhirnya menceritakan kelanjutan hubungannya dengan Adit, ia bercerita dengan wajah berseri seri, nampaknya kini Celine mulai membuka hati untuk Adit.


Semua orang ikut berbahagia dan turut mendoakan kelancaran hubungan Celine dan Adit.


Malam semakin larut, mereka menuju kamar masing masing.


Azilah bingung dengan sikap suaminya itu.


Padahal beberapa saat yang lalu, Dimas begitu hangat, begitu memanjakan Azilah. Tapi kini ia marah marah tak jelas.


Azilah yang tidak Terima dengan sikap suaminya tsb tak kalah marahnya. Percekcokan pun terjadi antara mereka. Dan malam itu Dimas memilih tidur di sofa. Sedangkan Azilah dibuat semalaman tak bisa tidur karena kesal.


Sampai pada keesokan harinya, Dimas dan Azilah masih tak bertegur sapa.


Tanpa sepengetahuan Azilah, Dimas menemui Celine di kantornya. Dimas ingin menanyakan langsung perasaan Celine kepadanya, ia berharap Celine tetap mencintainya seperti dulu.


Jujur saja, Dimas cemburu saat mendengar cerita Celine tadi malam.


Tanpa basa basi Dimas masuk keruangan Celine. Celine terkejut saat melihat Dimas sudah berada di hadapannya.

__ADS_1


Mungkin ada sesuatu yang penting.... Pikir Celine


"Kak Dimas mengagetkan ku saja, kenapa datang tiba tiba, ada perlu apa kak? " Tanyanya santai


"Apa kau mencintai anak pak Sanjaya?" Tanya Dimas serius, sambil memegang kedua lengan Celine


" Aw kak sakit... Lepaskan aku "


" Jawab aku Celine!! " Teriak Dimas


Celine tidak suka dengan perlakuan Dimas terhadapnya...


" Kalau iya memang kenapa...? " Jawab Celine dengan nada tinggi


Cup.... Dimas meraih pinggang Celine dan mencium bibirnya.


Sontak Celine melepaskan diri dari Dimas dan...


Plakkk... Sebuah tamparan mendarat di pipi Dimas.


" Sadar kak sadar... Kau sudah beristri, masih pantaskah kau lakukan ini padaku?" Nampak mata Celine berkaca kaca.


Celine meninggalkan ruangannya begitu saja, dan Dimas masih tercengang di sana.


Dimas bingung dengan dirinya, ia merasa dirinya begitu egois. Bisa bisanya ia menyakiti 2 wanita dalam satu waktu.


Kini Dimas tak tahu harus bagaimana lagi. Rasa cintanya terhadap Celine tak bisa dibendung lagi, sedangkan disisi lain ia adalah suami Azilah.


Kisahnya mirip dengan Bram, ayah angkat sekaligus ayah mertuanya.

__ADS_1


__ADS_2