
Ditempat lain, di malam yang sama....
"Aku pulang..." Teriak Celine saat masuk kerumahnya.
"Kau baru pulang sayang, kenapa sampai malam? " Tanya Amanda, yg dari tadi menunggu gadis kesayangannya diruang tengah.
"Maaf mama, aku tidak mengabari mu terlebih dahulu, aku pergi berbelanja untuk keperluan kita" Jawab Celine.
"Bagaimana dengan interview mu hari ini? " (Amanda)
"Aku diterima dan langsung bekerja" (Celine)
"Syukurlah sayang, mama ikut senang untukmu, selamat ya... " Dan mereka saling berpelukan.
Tak lama setelah itu....
ting tong....
Siapa yang datang malam-malam begini?? Gumam Amanda
Amanda menyuruh Celine untuk segera membersihkan dirinya, "biar mama yang buka, sayang"
Setelah pintu dibuka....
Betapa terkejutnya Amanda melihat siapa yang bertamu kerumahnya.
Tanpa menyapa, Amanda segera menutup kembali pintu rumahnya. Namun, dengan sigap Bram menahannya.
"Tunggu Amanda.... Beri aku kesempatan untuk bicara denganmu"
Kali ini sungguh Amanda tidak bisa lari dari Bram, ia tidak berhasil menutup pintunya kembali.
__ADS_1
"Apa lagi yang ingin kau bicarakan denganku, Bram?? Pulanglah aku tak ingin melihatmu" Amanda sangat kesal, ia heran kenapa Bram bisa menemukan tempat tinggalnya.
Mengingat mamanya belum kembali, Celine menyusulnya ke ruang depan. Namun, sebelum ia sampai menemui Amanda, ia mendengar mamanya bicara serius dengan seorang pria. Ia memilih kembali ke kamarnya, ia menghargai privasi Amanda.
Sementara itu, Bram berhasil meyakinkan Amanda bahwasannya ia benar-benar menyesal telah meninggalkan Amanda waktu itu. Ia menceritakan semuanya kepada Amanda, alasan kenapa Bram meninggalkan Amanda.
Namun yang pasti alasan itu tidak seratus persen benar adanya. Kecuali perasaan Bram yang masih mencintai Amanda. Itu memang benar. Amanda sudah bisa menerima Bram, ia telah memaafkan Bram, ia memakluminya.
Tapi bukan berarti Amanda bersedia kembali kedalam pelukan Bram. Ia tahu bahwa saat ini Bram adalah milik orang lain, ia tidak ingin menghancurkan rumah tangga siapapun. Ia meminta Bram untuk melupakannya, dan mencintai Rianti sepenuh hati.
first KISS
Sudah hampir enam bulan Celine bekerja di kantor Dimas. Meskipun ia bekerja sebagai sekretaris, ia tak begitu dekat dengan Dimas. Sikap Dimas yang dingin, seringkali membuat Celine kesal.
Siang hari...
Celine masuk keruangan Dimas untuk menyerahkan berkas yang harus ditandatangani oleh Dimas.
"Masuk...! " (Dimas)
"Permisi pak, ini berkasnya" Celine meletakkan map di atas meja Dimas.
"Terimakasih" Jawab Dimas datar tanpa menoleh kearah Celine.
Tanpa perintah, Celine beranjak meninggalkan ruangan Dimas.
"Cih... Dasar sombong, dingin sekali, mentang-mentang orang kaya. Apa susahnya sih senyum dikit"
Gerutu Celine yang tanpa ia sadari didengar oleh Dimas.
"Aku bisa mendengarnya dengan jelas"
__ADS_1
Suara datar itu lagi yang keluar dari mulut Dimas.
"Kembali!! " Kali ini penuh penekanan.
Celine yang belum sampai di pintu, menyesali ucapannya. "Sial.... "
"I.. Iya Pak, maafkan saya" Celine menunduk
Dimas bangkit dari Zona nyamannya, ia menyandarkan setengah badannya di meja sambil melipat kedua tangannya di dada.
Kini posisi mereka saling berhadapan.
Celine merasakan detak jantungnya semakin cepat, ia terlihat gugup.
"Kenapa, sepertinya kau gugup, Apa kau menyukaiku? " Dimas bertanya penuh percaya diri.
Tak pelak, wajah Celine langsung memerah.
Dgn wajah mendongak, "Pak Dimas terlalu percaya diri" Jawab Celine mantap.
"Hah apa aku salah? " Dimas semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Celine, tinggal beberapa senti saja, bibir mereka bersentuhan.
Celine yang menyadari posisinya, memundurkan badannya. Namun ketika itu juga, Dimas meraih pinggang Celine, dan.... Cup... Bibir lembut Celine bertemu bibir Dimas yang hangat, mata Celine melotot.
Ia sangat terkejut dengan apa yang telah dilakukan Dimas terhadapnya. Ingin menampar, tapi ia takut, Celine pun segera pergi meninggalkan ruangan Dimas. Sebenarnya Celine juga menaruh hati pada Dimas. Itu yang membuatnya tak bisa menampar Dimas, yg telah berani menciumnya dgn tiba-tiba.
Sementara Dimas merasa senang sudah mengerjai sekretaris nya itu. Selama ini ia bersikap dingin, seakan-akan tidak peduli terhadap Celine.
Padahal tanpa sepengetahuan Celine,
Dimas selalu memperhatikannya, ia juga yakin apabila Celine juga menyukainya. Banyak kejadian yang meyakinkan dimas akan perasaan Celine, seperti yg pernah terjadi beberapa hari yang lalu. Ketika Dimas mengajak Celine bertemu dengan kliennya disebuah cafe. Tiara, seorang wanita pengusaha sukses, cantik dan bertalenta.
__ADS_1