
KEANO
Di taman tak jauh dari tempat tinggal Bram, nampak seorang anak laki laki sedang bermain bersama dengan anak seumurannya.
Dia adalah Keano, putra Dimas dan Azilah. Keano adalah anak yang baik, dan penurut. Parasnya yang tampan, kulit putih bersih, rambut hitam lebat, membuat siapa saja yang melihat, dibuat gemas olehnya.
Sejak kecil Keano kurang mendapat perhatian dari ayahnya. Setiap hari Keano menghabiskan waktu bersama ibu dan baby sitter nya. Bahkan saat ulang tahun, ayahnya tak pernah datang ke pestanya, itu yang membuat Keano enggan merayakan hari jadinya.
Meskipun demikian, Keano tidak serta merta menjadi kesepian, Celine dan Aditya sangat menyayanginya seperti anak mereka sendiri. Keano kini berusia 8 tahun, dan duduk di bangku sekolah dasar. Setelah perpisahan orang tuanya, ia dan ibunya tinggal di Jakarta, bersama kakeknya.
Semenjak perpisahan ibu dan ayahnya 3 tahun yang lalu, Keano tak pernah lagi bertemu sang ayah. Ia sering menanyakan keberadaan sang ayah pada ibunya, bagaimanapun juga Keano masih tetap menyayangi ayahnya.
Ungkapan itulah yang menyayat hati Azilah, mengingat selama ini Dimas tak pernah memberi perhatian pada Keano.
Setiap sekolah Keano mengadakan acara ayah dan anak, Aditya hadir sebagai ayah pengganti bagi Keano.
Hubungan mereka sangat baik, Aditya berharap Keano selau bahagia, ia ingin memberikan kasih sayang sebagai seorang ayah, kasih sayang yang selama ini tak pernah didapatkan Keano dari ayah kandungnya. Bahkan banyak yang mengira jika Aditya adalah ayah kandung Keano.
Sejak perceraiannya dengan Azilah, kehidupan Dimas menjadi berantakan. Setelah Azilah mengambil alih perusahaan, dengan bantuan Aditya, kini Dimas bekerja di sebuah perusahaan kecil di Bandung, sebagai karyawan biasa.
Rumah dan fasilitas lainnya yang dulu ia tempati bersama istri dan anaknya, memang sengaja diberikan padanya oleh keluarga Bharata, sebagai balas jasa atas pengabdiannya pada perusahaan Bharata selama ini.
Semenjak ia menikahi Rima, Dimas tak lagi main perempuan. Selama pernikahannya dengan Azilah, Dimas tak pernah menikmati pernikahannya. karena yang ada di hatinya saat itu adalah Celine.
__ADS_1
Meskipun saat ini Celine sangat membencinya, Dimas tetap tak bisa melupakan Celine. Celine adalah cinta matinya.
Setelah Rima melahirkan, Rima menggugat cerai Dimas dan membawa anaknya pergi ke suatu kota kecil dan tinggal bersama Raka, kakaknya.
Dimas tak dapat menahan keinginan Rima untuk bercerai dengannya, mengingat Dimas yang juga telah bercerai dengan Azilah.
Namun Rima tak ingin menghianati Azilah, sesuai dengan janjinya, Rima akan bercerai setelah anaknya lahir. Karena dirinyalah Azilah terpaksa bercerai dengan suaminya. Meskipun sebenarnya Azilah sendiri sudah tidak peduli dengan Dimas, mantan suaminya.
Celine hamil.....
Setelah menanti sekian tahun, akhirnya Celine hamil juga. Aditya sangat bahagia, begitu juga Tuan Sanjaya , ayahnya.
Aditya begitu memanjakan istrinya, ia melarang Celine bekerja. Ia tak ingin istrinya kelelahan.
Seperti pada kebanyakan yang dialami wanita hamil, pada trimester pertama, Celine juga mengalami morning sickness. Ia hanya bisa berbaring sepanjang hari,tanpa dapat melakukan apa apa, badannya terasa sangat lemas.
Itulah yang membuat Aditya sering berada di rumah, untuk menemani dan menjaga istrinya. Bukan hal mudah bagi Aditya, karena ia harus menghandle dua perusahaan, yaitu perusahaan Bharata dan perusahaan miliknya sendiri.
Selama kehamilannya, Celine tak mengidam apapun, padahal Aditya menantikan saat saat dimana ia harus kerepotan memenuhi istrinya yang sedang ngidam.
Seperti yang menimpa para calon ayah, pada umumnya.
__ADS_1
Pada suatu hari, Celine terlihat melamun. Ia teringat tentang masa lalunya. Yang paling diingatnya adalah kehidupannya saat bersama Amanda. Kini setelah Rianti meninggal, ia membutuhkan sosok seorang ibu untuk mendampinginya.
Semenjak kepergian Amanda beberapa tahun silam, ia benar benar kehilangan kontak dengannya. Celine telah mencarinya ke kampung halaman Amanda, namun hingga saat kini belum juga ketemu. Hal itulah yang terkadang mengganggu pikirannya. Hanya dengan mertuanya lah Celine sering bertanya seputar kehamilannya. Ia berharap Amanda ada di sisinya, saat ia melahirkan nanti. Ia ingin Amanda tahu bahwa dirinya kini sudah sangat bahagia.
Di tengah lamunannya, tak terasa buliran air mata menggenangi sudut matanya. Tanpa ia sadari, suaminya telah berada di hadapannya.
“ apa yang kau pikirkan, sayang? “
Aditya memegang kedua tangan istrinya.
“ aku merindukan mami dan juga mama Amanda..... hiks....hiks....”
AMANDA
RIANTI
Tangisnya pecah saat menyebut nama orang yang ia sayangi. Aditya memeluk dalam istrinya, ia berjanji dalam hatinya akan membawa Amanda untuk istrinya.
Pagi hari......
Saat membuka matanya, Celine tak menemukan Aditya di sampingnya. Ia pikir mungkin suaminya sedang berolahraga. Karena sedang malas, Celine melanjutkan tidurnya. Tak terasa hari sudah siang, Celine terbangun karena perutnya mulai keroncongan. Ia bergegas menuju kamar mandi, untuk membersihkan diri.
__ADS_1
Saat melihat jam dinding di kamarnya, ia baru menyadari jika ia tidur terlalu lama. Celine yang belum juga menemukan Aditya, turun ke lantai dasar, menuju dapur. Ketika hendak mengambil air di kulkas, ia melihat sebuah memo yang menempel pada pintu. Rupanya Aditya sedang ada urusan.
Sengaja Adit tidak membangunkannya tadi pagi, karena takut mengganggu tidurnya. Celine sempat kesal dengan sikap suaminya, yang pergi tiba tiba. Celine segera menghubungi suaminya, hanya sekedar ingin mendengar suaranya. Setelah mengisi perut dan meminum vitamin kandungan, Celine kembali ke kamarnya.