CINTA TAK HARUS BERSAMA

CINTA TAK HARUS BERSAMA
episode 19


__ADS_3

PERPISAHAN


Malam itu Dimas pulang dalam keadaan mabuk berat. Azilah yang melihatnya begitu sedih. Entah sampai kapan kehidupan rumah tangganya akan seperti ini terus.


Mengingat Keano yang kini sudah berusia 5tahun, dan sebentar lagi akan masuk sekolah taman kanak kanak.


Selama ini Dimas tak pernah memperhatikan Keano, putra semata wayangnya, karena terlalu sibuk dengan dirinya sendiri. Tidak seperti yang dialami sebagian anak pada umumnya, yang menghabiskan waktu bersama ayah mereka.


Dimas bahkan hampir tidak pernah menemani Keano bermain apalagi mengajaknya berlibur.


Hanya sang kakek lah yang setia menemani Keano berlibur.


Tak jarang Bram mengajak Keano ke luar kota untuk sekedar menyenangkan hati cucu kesayangannya itu.


Sementara itu.....


Pasangan Celine dan Aditya sudah mendambakan hadirnya buah hati di tengah mereka.


Apalagi tuan Sanjaya, ayah Aditya yang semakin menua. Ia sangat ingin sekali menimang cucu.


Usia pernikahan yang tak terbilang baru bagi Celine dan Aditya sempat mengganggu pikiran keduanya. Berbagai macam cara telah mereka usahakan. Sudah banyak metode promil yang mereka ikuti untuk bisa segera mendapatkan momongan. Namun hasilnya masih nihil.


Kembali pada Dimas dan Azilah......


“sampai kapan kau akan seperti ini, bahkan sedikitpun kau tak pernah perhatian pada Keano, anak kita.”


Ucap Azilah kesal, tak terasa air matanya mengalir.


“jangan memulai, aku sudah lelah.... jangan lupa kau lah yang membuat hidupku seperti ini.” Sahut Dimas membela diri


“seandainya waktu itu kau tidak egois....” belum selesai Dimas dengan kata katanya, Azilah meneriakinya


“cukup! Selalu kau menyalahkanku atas apa yang terjadi denganmu, sampai kapanpun kau tidak akan pernah memiliki Celine. Celine sudah menikah dan ia juga sangat membencimu.”


Plaakk...... sebuah tamparan mendarat di pipi mulus Azilah, tamparan untuk yang kesekian kalinya.


Memang, Azilah sering mendapat perlakuan buruk dari suaminya. Itu pula yang membuatnya biasa menerima tamparan seperti itu. Sakit yang lebih dirasakannya adalah sakit yang ada di hatinya.


“aku sudah tahu semua kebusukanmu Dimas, apa yang telah kau lakukan selama ini di luar sana, termasuk perselingkuhanmu dengan beberapa wanita, bahkan tentang wanita yang kau hamili.”

__ADS_1


Dimas yang mendengar kalimat terakhir istrinya, terkejut bukan main. Selama ini Dimas pikir Azilah tidak tahu apa apa, ternyata tidak.


“kalau aku mau aku bisa saja menjadikanmu gembel dalam waktu yang singkat, perusahaan yang kau jalankan selama ini adalah milik keluargaku, dan itu adalah hakku.”


Azilah dengan sedikit gemetar, terpaksa mengatakan hal itu, selama ini ia sudah sangat bersabar menghadapi perlakuan suaminya padanya.


“aku telah membenci adikku sendiri, aku lebih mempercayaimu, dan menyalahkannya atas perlakuanmu padaku. Tapi kini aku sadar, kau yang gila kau sungguh tidak waras. Bahkan kau juga yang menyebabkan mami meninggal. Itu semua karena ulahmu Dimas, kau brengsek!!”


Nampak Azilah sedang melampiaskan amarahnya pada Dimas, ia meluapkan apa yang selama ini ia pendam.


“kau sudah berani denganku... haah?” teriak Dimas


“kau lupa aku ini suamimu?” lanjut Dimas penuh emosi


“ya, kau benar kau suamiku untuk saat ini.” Azilah pergi mengambil sesuatu yang ia letakkan di laci meja riasnya.


“tapi tidak, setelah kau menandatangani surat ini” sembari melemparkan lembaran kertas di muka Dimas.


Dimas tidak percaya jika Azilah, istrinya berani menggugatnya. Ya lembaran kertas itu adalah gugatan Cerai Azilah untuk Dimas.


Kali ini Azilah tidak main main, jika sebelumnya Dimas yang mengancam akan menceraikan Azilah jika ia berani melaporkannya pada Bram, kini istrinya lah yang menggugatnya.


Azilah dengan amarah yang masih membara dihatinya pergi meninggalkan Dimas.


Namun sepertinya itu hanya akan menjadi mimpi, bukannya kembali, semakin hari Dimas kian menjadi. Bahkan kini hobinya bermain perempuan. Mengencaninya dan pergi begitu saja setelah ia mendapatkan apa yang ia inginkan.


Satu minggu sebelum pertengkaran itu terjadi......


Celine memberanikan diri untuk menghubungi kakaknya, Azilah.


Awalnya Azilah menolak untuk bicara dengan Celine, namun dengan sedikit kebohongan ia berhasil meyakinkan Azilah agar mau mendengarkannya. Celine mengatakan bahwa Bram ayah mereka mendadak sakit.


Azilah terkejut mendengar kabar dari adiknya. Karena ia tak dapat menghubungi Bram, akhirnya Azilah memutuskan berangkat ke Jakarta hari itu juga. Sebenarnya Azilah meminta Dimas untuk mengantarnya, tapi Dimas tak mau. Azilah pergi bersama Keano.


Sebelumnya Celine meminta Azilah untuk mampir dulu kerumahnya, karena ada hal penting yang ingin ia sampaikan perihal kesehatan Bram.


Azilah tanpa curiga mengiyakan permintaan Celine.


Setelah menghubungi Azilah, Celine menghubungi Rima, temannya, yang beberapa hari sebelumnya datang ke rumahnya untuk meminta bantuan Celine dan Aditya.

__ADS_1


Rima datang bersama kakaknya, Raka atas permintaan Celine.


Saat tiba di rumah Celine.......


Celine segera membukakan pintu untuk Azilah dan mempersilahkannya masuk. Meskipun hubungan Azilah dan Celine kurang baik, tidak membuat Keano jauh dari tantenya.


Saat Azilah berkunjung ke rumah Bram, Celine sering mengajak Keano menginap di rumahnya. Azilah tak pernah melarang Celine membawa Keano. Bagaimanapun juga Celine adalah tante Keano, Azilah tahu bahwa Celine sangat menyayangi Keano seperti anaknya sendiri.


Azilah yang tak ingin berlama lama di rumah Celine, menagih janjinya. Ia meminta penjelasan perihal ayahnya seperti yang telah dikatakan Celine.


“cepat katakan ada apa dengan papi?”


“sabar dulu kak, ada hal yang lebih penting dari itu.”


“apa maksudmu, kedatanganku kesini bukan untuk mendengar omong kosongmu, tidak ada hal yang perlu aku bicarakan padamu selain masalah papi.”


Ditengah perdebatan mereka, tiba tiba Rima menyela....


“maaf, ada yang perlu saya sampaikan pada anda nyonya Dimas...”


“siapa kau, apa aku mengenalmu? Bagaimana kamu tahu nama suamiku”


Rima memperkenalkan dirinya pada Azilah, Raka yang melihat Keano hanya bengong, mengajak Keano bermain di taman belakang rumah.


Rima duduk berdekatan dengan Azilah, ia menyampaikan apa yang harusnya ia sampaikan.


Bagai disambar petir, betapa tercabiknya hati Azilah kala itu. Bukan suatu hal yang mudah diterima oleh Azilah, Dimas, suaminya telah menghamili selingkuhannya.


Celine merasa di posisi sulit, di satu sisi adalah kakaknya di sisi lain adalah sahabatnya. Bagaimanapun juga masalah ini harus segera diselesaikan.


Awalnya Azilah sangat marah, ia menuduh Celine bersekongkol dengan Rima untuk menghancurkan rumah tangganya. Yang ia tahu Celine lah yang menaruh hati pada Dimas, namun Celine menampiknya.


Ia menceritakan hubungannya dengan Dimas yang belum sempat terjalin. Celine juga mengatakan pada kakaknya bahwa setelah ia mengetahui hubungan Dimas dengan Azilah, saat itu juga Celine telah menutup perasaanya.


Azilah yang mendengarnya hanya terdiam, selama ini ia sudah salah menilai Celine.


Setelah Rima menunjukkan beberapa foto kebersamaannya dengan Dimas, Azilah mulai percaya. Ia mengingat beberapa bulan setelah kematian Rianti, Celine pernah memberitahunya.


Namun bukannya percaya, Azilah justru mengusir Celine dari rumahnya. Dan sejak saat itulah hubungan kakak beradik itu memburuk.

__ADS_1


Rima menyampaikan bahwa dirinya hanya tidak ingin anaknya lahir tanpa ayah, ia berjanji setelah anaknya lahir, ia akan bercerai dengan Dimas. Rima juga tak akan menuntut harta apapun pada Dimas. Ia akan membesarkan anaknya sendiri.


Setelah hari itu, Azilah merasa bahwa hubungannya dengan Dimas sudah tidak bisa dilanjutkan. Ia akan pulang ke rumah Bram dan tinggal disana bersama Keano. Azilah juga berencana mengambil alih perusahaan yang selama ini dikelola Dimas. Hatinya benar benar telah hancur.


__ADS_2