
PERTEMUAN KEDUA
Hari ini Celine berencana menemui teman lamanya, karena ada sesuatu yang ingin ia bicarakan.
Celine berangkat pagi sekali untuk menghindari macet.
Sebelumnya ia sudah membuat janji dengan temannya tersebut.
Setelah berpamitan kepada ayah ibunya, Celine segera berjalan meninggalkan rumahnya, ia berencana menggunakan taksi online.
Karena kemungkinan hari ini ia akan menginap di tempat temannya.
Sebelum sampai di tempat tujuan, Celine memutuskan untuk berhenti di sebuah minimarket, ia merasa haus.
Ia juga membeli beberapa barang yang akan ia butuhkan nantinya.
Karena jaraknya tidak terlalu jauh, Celine memilih berjalan kaki untuk sampai di rumah temannya.
Tiba tiba....
Brakk...
"Maaf, saya tidak sengaja"
Sambil menunduk. Ia tak sengaja telah menabrak seseorang dan menumpahkan minumannya ke badan orang tsb.
Karena tak mendengar jawaban orang tsb, Celine mengangkat kepalanya,
dan....
"Kau?? " Celine sedikit terkejut.
Ya, orang itu adalah Aditya Sanjaya, yang beberapa hari lalu membuatnya kesal setengah mati.
Aditya memang tidak memaki saat ia ditabrak, ternyata Adit tau bahwa yang menabraknya adalah Celine.
"Kau sendirian? " Tanya Adit
Celine mengangguk...
"Mau aku temani? " Lanjut Adit
"Ehm... Tidak usah, aku bisa sendiri, permisi.. " Segera Celine meninggalkan Adit. Dan Adit pun meneruskan perjalanannya.
SAMPAI
Ting... Tong...
Ceklek...
__ADS_1
"Aaaaaa.... Celine sahabatku, aku merindukanmu" Teriak Rima seketika itu, dan langsung memeluk Celine.
Rima adalah sahabat Celine waktu ia masih tinggal bersama Amanda. Mereka adalah teman semasa SMA.
Setelah Amanda memboyong Celine ke Jakarta dan kuliah di sana, mereka jarang ketemu.
Hanya sesekali saja saat Rima berkunjung ke rumah saudaranya di Jakarta.
Kini Rima sudah bekerja di sebuah perusahaan kecil di kota, tempat ia tinggal.
Karena lama tak bertemu, perjumpaan mereka bisa dibilang mengharukan. Ada buliran buliran bening yang tak sengaja keluar dari kedua mata mereka.
Setelah saling melepas rindu, Celine mengutarakan maksud dan tujuannya datang menemui Rima.
Selain ingin bersilaturrahmi, Celine juga ingin menyampaikan sesuatu.
Obrolan mereka terhenti ketika mendengar bel rumah Rima berbunyi.
Ting.... Tong....
"Sebentar Cel, kamu tunggu disini dulu" Ucap Rima
Dengan segera Rima pergi menuju ruang depan dan hendak membuka pintu.
Ceklek...
"Masuklah... , kakakku ada di atas. Ia sudah menunggumu" Kata Rima pada tamunya.
"Hah... Ternyata dunia begitu sempit"
Mendengar suara yang tidak asing baginya, Celine sontak mengangkat wajahnya dan...
"Kau lagi, kenapa aku harus bertemu dengan pria menyebalkan sepertimu?"
Tak Terima dengan perkataan Celine, Adit menjadi gusar.
Tak pelak terjadilah percekcokan antara keduanya.
Rima yang sedang menyiapkan minum untuk tamunya merasa ada yang tidak beres,
"Kalian kenapa berisik sekali?" Teriak Rima
"Kalian sudah saling kenal?" Lanjutnya
"TIDAK!!" jawab Celine dan Adit serempak dan saling memalingkan muka masing masing.
"Kalian aneh" Ucap Rima kesal
Tak ingin berlama lama berdebat dengan Celine, Adit naik ke lantai 2 menemui Raka, temannya, yang tak lain adalah kakak Rima.
__ADS_1
Celine dan Rima melanjutkan perbincangannya yang sempat terhenti.
"Kau jadi menginap, kan?"
"Sepertinya aku tidak jadi menginap, mami tiba tiba menyuruhku pulang, sepertinya ada sesuatu yang sedang terjadi"
"Oh, okelah" Jawab Rima sedikit kecewa.
Tak terasa hari sudah senja, Celine berpamitan pada Rima. Mereka saling berpelukan. Rima mengantar Celine sampai depan pintu.
Tak lama setelah Celine meninggalkan rumah Rima, Aditya pun berpamitan. Ia harus segera kembali ke Jakarta karena masih banyak pekerjaan yang menunggunya.
Celine memang sengaja tak langsung memesan taksi online, ia akan pergi ke minimarket yang sama terlebih dahulu, untuk membeli beberapa camilan.
Sedangkan Adit yang sudah melakukan mobilnya, juga berhenti di minimarket yang sama.
Saat Adit hendak masuk, Celine keluar dengan menenteng belanjaannya.
"Kau lagi" Ucap mereka bersamaan
Melihat Celine yang hanya seorang diri, Adit membalikkan badannya dan berjalan mengikuti Celine.
"Kau mau pulang? " Setengah mengejar Celine
"Iya, memangnya kenapa?" Suara Celine meninggi karena kesal
"Kau naik taksi?" Tebak Adit
"Kau banyak tanya, memangnya kau melihat mobilku?" Celine gusar.
" Kenapa sih, kau ini dari tadi galaknya minta ampun, sudah tadi siang menabrak ku, membuat bajuku kotor, sekarang ditanya baik baik malah marah" Gerutu Adit yang tak kalah sebalnya dari Celine.
Celine hanya terdiam, ia ingat perlakuan Adit malam itu di taman yang membuatnya kesal hingga kini.
"Apa kau masih marah karena malam perjodohan itu? " Tanya Adit
"Kau pikir saja sendiri, kau sendiri kan yang bilang kalau kita tidak perlu berteman, ya sudah untuk apa aku bersikap baik padamu? " Celoteh Celine.
Adit yang gemas langsung memeluk Celine, dan berucap...
"Aku menyukaimu... "
Celine sempat berontak, namun ia terkejut mendengar Adit menyatakan perasaannya.
Baginya sangat aneh, Aditya Sanjaya adalah pria yang dingin, tapi tiba tiba saja sikapnya berubah menghangat.
"Pulanglah bersamaku... Hari sudah semakin larut, di kota kecil seperti ini kau takkan menemukan taksi online di jam segini. "
Kali ini Celine tidak ada pilihan lain, sikap Aditya membuat hatinya sedikit melunak.
__ADS_1
Dan mereka pun kembali ke Jakarta bersama.