
Bram tidak ingin putrinya bernasib sama seperti dirinya dan Rianti. Menikah tanpa cinta.
Seminggu kemudian...
Celine datang bersama Bram, menghadiri acara perjodohan yang diadakan keluarga Sanjaya, di sebuah hotel bintang lima.
Nampak Pak Sanjaya dan putranya, Aditya Sanjaya.
Aditya, pria mapan, gagah dan tampan, kira kira seumuran dengan Dimas. Ia adalah pewaris tunggal keluarga Sanjaya. Bawaannya yang tenang dan berwibawa, membuat banyak wanita terkesima melihatnya.
Setelah saling mengenalkan diri, mereka melanjutkan dengan makan bersama.
Aditya memohon izin kepada ayahnya dan Bram, untuk mengajak Celine ke taman.
Di taman...
Aditya adalah tipe pria yang tidak suka basa basi. Bisa dibilang ia pria yang lumayan dingin. Meskipun banyak wanita yang mengejarnya, ia sama sekali tak tertarik untuk menjalin hubungan dengan mereka.
Baginya, pacaran hanya akan membuang waktu untuk sesuatu yang tidak jelas. Banyak ia melihat teman temannya yg berpacaran sekian tahun, namun ujung ujungnya gagal.
Entah karena ketidakcocokan, atau perselingkuhan. Itulah yang membuat Aditya enggan berpacaran.
Bila ia ingin membina hubungan, maka ia harus menikah. Tak heran jika ia menyetujui perjodohan yang dilakukan ayahnya. Ia akan langsung menikah, dan bila suatu hari terjadi ketidakcocokan, ia akan bercerai. Itu pikirnya.
"Apa kau sudah siap menikah denganku? " Tanya Adit mengawali pembicaraan dengan Celine.
__ADS_1
" Hah... Apa? Kau terburu buru sekali" Jawab Celine sedikit terkejut dgn pertanyaan Adit yg tanpa basi basi.
" Oke, kalau begitu... Acara perjodohan ini cukup sampai disini" Kata Adit sambil beranjak dari duduknya.
"Tunggu... " Celine menarik lengan Adit
"Kenapa kita tidak berteman dulu? " Pinta Celine
"Hmm... Bukankah perjodohan ini untuk menikah" Adit mendekatkan wajahnya ke wajah Celine "bukan mencari teman" Lanjut Adit
Celine melepas lengan Adit perlahan.
"Seharusnya kita saling mengenal dulu, nanti bila ada..... " Belum selesai Celine bicara, Adit sudah meninggalkannya sendirian.
Celine yang diperlakukan seperti itu oleh Adit, mendengus kesal. Tak ia sangka Adit begitu menyebalkan.
Karena hal itu Adit dan ayahnya berpamitan kepada Bram untuk pulang lebih dulu.
Tak lama setelah kepergian Tuan Sanjaya, Bram dan Celine beranjak meninggalkan tempat tersebut, menuju kediamannya.
Bram tak ingin mencampuri urusan putrinya, ia memilih diam. biar nanti Celine sendiri yang bercerita padanya, pikir Bram.
Sesampai di rumah, Celine masih saja diam. Ia terlihat kesal dengan kelakuan Adit tadi. Menurutnya Adit terlalu terburu buru, tidak seperti yang diinginkan Celine.
tring.... tring...
__ADS_1
suara handphone Celine berdering.
" Kak Dimas... mau apa dia menghubungiku malam malam begini" gumam Celine
" halo kak Dimas, ada perlu apa? "
" Hai Cel, bagaimana keadaanmu?
"aku baik baik saja"
"aku dengar dari Azilah, kau baru menghadiri acara perjodohan tuan Sanjaya, bersama papi. "
Celine terkejut, tak disangka Dimas juga mengetahuinya.
"emm... itu benar kak, sudah ya kak Dimas aku mengantuk. " kata Celine beralasan. Ia tak ingin hatinya goyah, jika Dimas mengatakan macam macam bisa jadi usahanya untuk melupakan cinta Dimas gagal.
tanpa menunggu jawaban Dimas, Celine menutup telfonnya.
Meskipun kini Dimas dan Celine jarang bertemu, tak membuat keduanya bisa saling melupakan.
Terutama Dimas, yang sudah sah menjadi suami Azilah, yang kini tengah mengandung anak mereka.
Bukannya merindukan sang istri, Dimas malah tak bisa berhenti memikirkan Celine. Memang pada kenyataannya, Dimas tak pernah mencintai Azilah, ia hanya kasihan. Dimas menyesal, telah berbuat hal gila dengan Azilah, sehingga ia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ia harus kehilangan Celine wanita yang seharusnya menjadi istrinya, bukan iparnya.
Kabar perjodohan Celine dengan Aditya membuatnya risau. Ada rasa cemburu yang bergelayut di hatinya. Tak ayal membuat hubungannya dengan sang istri menjadi kurang baik. Meskipun hidup berjauhan tak membuat Dimas merindukan sang istri. Kepulangannya ke Jakarta hanya ingin melihat Celine.
__ADS_1
Bahkan saat bergumul dengan istrinya, yang ada hanya bayangan Celine.