Cinta Tanpa Disadari

Cinta Tanpa Disadari
part 1


__ADS_3

Di halaman belakang rumah dibawah pohon mangga yang sedang berbuah lebat, Rio sedang duduk gelisah memikirkan perkataan atau lebih tepatnya perintah neneknya yang memintanya untuk putus dengan Lia dan menikahi Rini.


Masih terngiang di telinganya dan terekam jelas dibenaknya, bagaimana reaksi neneknya saat melihatnya pulang dengan membawa Lia bersamanya.


"Kenapa kau membawa gadis itu kemari?!" Tanya wanita tua yang sedang berdiri di depan pintu saat melihat kedatangan Rio, tidak ada senyum diwajahnya yang ada hanya tatapan dingin.


Rio sudah biasa dengan ekspresi itu, ekspresi yang selalu di tujukan neneknya pada orang yang tidak disukainya.


"Aku membawanya kemari untuk mengenalkannya pada nenek." Jawab Rio sesopan dan setenang mungkin, meski dia tahu bahwa semua tak akan berjalan sesuai keinginannya.


"Aku sudah mengenalnya, sekarang suruh dia pergi!" Perintah wanita tua itu pada Rio sambil berlalu masuk kedalam rumah, sementara Lia hanya diam menatap kepergian nenek Rio, Lia tahu nenek Rio tak pernah menyukainya.


Karena lia hanyalah seorang resepsionis yang kebetulan bekerja di salah satu hotel milik neneknya Rio. Rio menggenggam tangan Lia, ia berharap apa yang ia lakukan dapat memberi kekuatan kepada Lia dan menguatkan hatinya, bahwa tak akan terjadi apa apa pada hubungannya.

__ADS_1


"Aku akan mengantarmu pulang" kata Rio setelah cukup lama menatap Lia, Lia tak menjawab hanya menggelengkan kepala tanda tak setuju kemudian pergi meninggalkan Rio.


Rio mencoba mengikuti Lia tapi Lia memintanya untuk berhenti mengikutinya.


"Aku ingin sendiri Rio," Katanya dengan suara sedikit parau.


"Tolong biarkan aku sendiri." Katanya lagi sebelum menaiki taksi dan taksi pun pergi meninggal Rio yang masih berdiri terpaku membelakangi pagar rumahnya.


Cukup lama ia berdiri disana hingga akhirnya ia memutuskan untuk masuk dan bertanya kepada neneknya.


Kenapa neneknya bersikap kasar pada Lia?" Cukup banyak pernyataan dikepala nya yang ingin ia tanyakan.


Rio memasuki rumah dengan terburu buru, sementara itu nenek Rio sedang duduk diruang tamu sambil membaca majalah, neneknya tahu sekarang Rio akan menuntut jawaban darinya.

__ADS_1


"Gadis itu sudah pergi?" Nenek Rio bertanya saat menyadari kedatangan Rio, wajah wanita tua itu tampak hangat tidak seperti tadi meski matanya terus menatap majalah yang ada ditangannya.


"Kenapa nenek tidak menyukai Lia?" Tanya Rio sambil berjalan menghampiri neneknya, kini dia berdiri tepat didepan neneknya.


"Dia tidak pantas untukmu." Jawab neneknya tanpa melihat kearah Rio, tangannya terus sibuk membalik setiap lembar majalah yang sedang ia baca.


"Mungkin menurut nenek dia tidak pantas untukku, tapi bagiku dia pantas untukku dan aku mencintainya." Kata Rio dengan mantap.


"Putuskan dia sekarang juga dan menikahlah dengan Rini. Hanya Rini yang pantas menjadi menantu rumah ini." Ucap nenek Rio sekali lagi dengan penuh penekanan.


"Tapi nek, aku mencintai Lia dan Rini hanyalah temanku." Jelas Rio dengan mimik wajah tidak percaya, bagaimana mungkin nenek memintanya menikah dengan Rini mantan tunangan Dion, andai saja Dion masih hidup mungkin Rini sudah menjadi istrinya sekarang.


"Tidak perlu berdebat lagi, terpaksa atau pun tidak kau tetap akan menikah dengan Rini." Kata nenek Rio sambil meletakkan majalahnya.

__ADS_1


Tentu saja Rio tidak bisa menerima perkataan neneknya dan berlalu pergi begitu saja, meninggalkan nenek yang masih menunggu jawaban setuju darinya.


"Dasar bocah tengik, dia bahkan tidak tahu isi hatinya sendiri." Gumam nenek Rio saat melihat kepergian Rio.


__ADS_2