
"Jadi kau tidak perlu mengunci pintu" kata Rio lagi sebelum pindah ke kamar lamanya dan meninggalkan Rini sendirian dimalam pengantinnya.
Sesaat Rini terdiam melihat kepergian Rio, mungkin dia butuh waktu untuk bisa menerima semuanya. pikir Rini sambil melepas baju, Rini ingin mengganti bajunya dengan baju tidur.
Dan diwaktu yang sama Rio masuk kembali kekamar yang ditempati Rini, karena ia ingin mengambil baju ganti. Ia tidak tahu kalau semua pakainya sudah dipindahkan kekamarnya yang baru.
Rini terkejut saat Rio membuka pintu begitu pun dengan Rio, dia tidak menyangka akan melihat Rini dengan setengah busana yang hampir terlepas dari tubuhnya.
"Ups" kata Rio sambil kembali menutup pintu.
Rini melepaskan pakaiannya dengan terburu-buru dan memakai baju tidurnya dengan secepat kilat, setelah selesai ia berjalan menuju pintu dan membukanya.
"Kau bisa masuk sekarang" kata Rini pada Rio sambil berdiri dibalik pintu dan Rio pun masuk.
__ADS_1
"Sebaiknya kita membuat kode agar hal seperti tadi tidak terulang lagi?!" kata Rio sambil berjalan menuju lemari pakaian.
"Sebetulnya hal seperti tadi tidak akan terjadi, jika kau masuk dengan mengetuk pintu terlebih dahulu" kata Rini menjawab Rio.
"Apa kau gila? Nenek akan tahu kalau aku tidak tidur sekamar denganmu, jika aku masuk dengan mengetuk pintu terlebih dahulu." kata Rio bertanya sambil menjelaskan, sedangkan Rini hanya diam mendengarkan.
"Begini saja! Saat kau tidak melakukan sesuatu yang seharusnya tidak ku lihat, buka tirai ini sedikit, seperti ini" kata Rio sambil membuka sedikit tirai yang menutupi pintu kaca
"Dan lakukan sebaliknya jika kau sedang mengganti baju atau apa pun, agar aku bisa mengetahuinya kapan saatnya aku tidak boleh masuk."
Ia naik kekasur dan bertanya tanya, mengapa reaksi Rio biasa saja saat melihatnya tadi. Apakah yang ia lihat tadi sama sekali tidak mengganggu pikirannya? Pikir Rini sambil sesekali melihat kearah pintu dan akhirnya tertidur.
Sementara Rio terlihat sangat gelisah, berulang kali ia memejamkan matanya lalu membukanya kembali, hingga akhirnya ia berhasil tertidur.
__ADS_1
Rio terbangun saat waktu subuh, ia memutuskan untuk kembali kekamar yang ditempati Rini sebelum semua orang terbangun. Ia berjalan menuju pintu karena kamarnya dan kamar Rini berhadap-hadapan, jadi ia langsung bisa melihat kode yang berikan Rini saat ia membuka pintu kamarnya.
"Sepertinya dia sudah bangun, baguslah aku tidak perlu melihatnya saat sedang tidur." Kata Rio didalam hati sambil membuka pintu.
Sepertinya Rio sangat takut tidak bisa mengendalikan dirinya lagi, jika ia melihat Rini dalam keadaan tidur setelah apa yang ia lihat semalam. Bagaimana pun juga dia adalah pria yang normal, kejadian semalam tentu saja berperuh juga pada diri.
Ia bahkan tidak bisa tidur dengan nyenyak semalam, karena terus teringat saat melihat Rini dengan setengah busana yang telah terlepas dari tubuhnya.
Saat masuk ia langsung melihat kearah Rini yang sedang mengeringkan rambut dengan menggunakan haidayer, di sisi tempat tidur terdapat sejadah dan telekung yang telah dilipat, sepertinya dia bangun untuk sholat dan setelahnya langsung mandi.
Pikir rio walaupun dia wanita yang buruk, tapi dia selalu menunaikan kewajiban sebagai ciptaan Tuhannya. Ia selalu menunaikan sholat lima waktu dimana pun ia berada.
Tanpa disadari oleh Rio, ia terus menatap kearah Rini dari mulai masuk kamar hingga keluar dari kamar mandi begitu pun saat ia sedang berganti pakaian.
__ADS_1
Sementara Rini tak sekali pun menoleh kearahnya, bukan karena dia tidak menyadari kalau Rio terus memperhatikan nya, ia hanya tidak mau beradu pandang dengan Rio karena itu akan membuat hatinya berdegup kencang.