
Rio tidak bisa menerima apa yang dikatakan neneknya, ia adalah teman baiknya bagaimana mungkin Rini tega menghianati kepercayaan nya.
Rio pergi menemui Rini dirumah nya, dia ingin bertanya langsung padanya. Apa yang terjadi padanya? Mengapa ia jadi berubah pikiran? Padahal waktu itu dia sudah berjanji akan menolak permintaan neneknya Rio.
"Rini, katakan padaku apa alasan mu berubah pikir?" Todong Rio begitu Rini membuka pintu.
"Bukankah saat itu kau bilang akan menolaknya dan kau sudah melakukan nya? lalu kenapa sekarang nenek bilang kau telah setuju menikah dengan ku?
Tanya Rio lagi dengan nafas memburu karena menahan marah.
"Maaf" kata Rini dengan ekspresi menyesal.
Dari sekian banyak pertanyaan yang Rio ajukan Rini hanya menjawab dengan satu kata "maaf" dan itu semakin membuat Rio marah.
"Maaf kata mu?! Kau hianati kepercayaan ku, kau hancurkan masa depan hidupku bersama Lia! dan sekarang dengan mudahnya kau bilang maaf?!"
"Simpan saja kata maaf mu itu!"
__ADS_1
Kata Rio dengan meninggikan suara dan berlalu pergi, ia tidak bisa lagi menahan emosinya, jika saja Rini bukan seorang wanita mungkin dia sudah memukulnya. Karena itu dia lebih memilih untuk pergi.
Sejak saat itu Rio dan Rini jarang bicara, jika kedapatan mereka sedang bicara itu hanya sebatas tentang pekerjaan. Tapi tak bisa dipungkiri semarah apa pun Rio pada Rini, dia tetap peduli padanya.
Contohnya saat ini Rio langsung membantu Rini, saat ia melihat Rini sedang kesusah membawa laptop dan beberapa berkas ditangannya.
"Biar aku bawakan" katanya langsung mengambil laptop dan beberapa berkas dari tangan Rini.
Begitu pun saat ia akan pulang dan tidak sengaja melihat Rini, yang sedang berdiri di halte bis tak jauh dari tempat mereka bekerja. ia menghentikan mobilnya didepan Rini, lalu menurutkan kaca mobilnya.
"Kenapa dengan mobil mu?" Tanyanya dari dalam mobil, tanpa memperhatikan wajah Rini.
"Masuklah! aku akan mengantarmu pulang" ujar Rio memerintah Rini untuk masuk kedalam mobil.
"Terima kasih" ucap Rini setelah ia masuk kedalam mobil.
"Tidak perlu! Aku melakukannya karena rasa tanggung jawab, meskipun aku tidak menginginkan nya, bagaimana pun kau adalah calon istriku dan aku harus menjaga mu."
__ADS_1
Jelas Rio tanpa melihat kearah rini dan setelah itu mereka pun kembali diam. Selama diperjalanan tak ada satu pun dari mereka yang kembali bersuara, hingga mobil Rio berhenti didepan rumah Rini.
Tanpa menunggu lama Rini pun turun dari mobil, dan Rio langsung menjalankan mobilnya meninggalkan Rini yang belum sempat mengucapkan terima kasih.
Sementara Rini hanya diam menatap kepergian Rio, ada guratan raut sedih di wajahnya.
HARI H
Sejak Rini berjalan menuruni tangga tatapan mata Rio tak pernah sekali pun berpaling darinya, sepertinya Rio sangat terpesona dengan penampilan Rini hari ini.
Ya, tentu saja! Rini terlihat sangat-sangat cantik dengan gaun pengantinnya yang bewarna biru muda, warna itu sangat cocok dengannya.
Tapi tunggu dulu sejak kapan Rio tidak pernah menatap Rini? Rio selalu menatap Rini bahkan sejak pertama kali dia melihatnya, dan dia tidak tahu bahwa ia sering kedapatan oleh neneknya, saat sedang mencuri-curi pandang kearah Rini.
Kini mereka telah sah sebagai suami istri. Nenek Rio tersenyum bahagia saat semua itu terjadi, akhirnya ia berhasil menikahkan mereka berdua. Di hari ulang tahun Rio yang ke tiga puluh dua dan di usia Rini yang ke dua puluh tujuh.
Begitu pun dengan ibu tiri Rio yang berkali-kali memeluk Rini, ia senang impiannya menjadikan Rini sebagai putrinya telah terwujud.
__ADS_1
"Kau tidurlah disini dan aku akan tidur dikamar lama ku! Aku akan masuk lagi kemari sebelum matahari terbit, agar nenek tidak tahu kalau kita tidak tidur sekamar."
Ujar Rio dimalam harinya saat mereka sedang berada didalam kamar, sementara Rini hanya diam mendengar apa yang Rio katakan.