
Rio hanya diam menatap Rini, ia ingin meminta maaf atas apa yang telah ia katakan sebelumnya. Tapi ia tidak tahu bagaimana mengatakannya dan akhirnya ia pun memutuskan untuk ikut berbaring disebelah Rini.
Setelah apa yang ia lakukan barusan, menurutnya ia tak perlu lagi tidur dikamar terpisah dengan Rini. Karena ia telah menjadikan Rini miliknya seutuhnya.
Rio terbangun setelah matahari terbit, dan mendapati Rini masih terbaring disampingnya dengan seluruh badan tertutup selimut. Rini menggigil didalam selimutnya sepertinya ia demam.
Rio membuka selimut Rini, ia menyentuh keningnya untuk mencari tahu.
"Panas sekali" gumam Rio sambil menatap wajah Rini.
"Bangunlah Rini, aku akan membawa mu kerumah sakit" kata Rio sambil meraih tubuh Rini dan menduduknya ditepi tempat tidur.
Ia mengambil jaket Rini yang tergantung didalam lemari dan memakaikan nya pada Rini, setelah itu ia membantu Rini berjalan dengan memapah tubuh Rini. Membawa Rini kerumah sakit terdekat dengan mengunakan mobilnya.
Dirumah sakit dokter memeriksa Rini dan memperhatikan bagaimana cara berjalan Rini. Saat melihatnya dokter langsung tahu bahwa Rini baru saja melepas keperawanan nya.
"Tidak ada yang perlu di hawatirkan, ini sering terjadi pada wanita yang baru saja melepas keperawanan. Tubuhnya sedikit terkejut karena belum sepenuhnya siap." Ujar dokter menjelaskan pada Rio, setelah selesai memeriksa Rini.
__ADS_1
"Saya hanya akan memberikan obat penurun panas dan beberapa vitamin. Jadi bapak tidak perlu cemas lagi, dan yang harus bapak lakukan hanya memastikan istri bapak meminum obatnya." Jelas dokter pada Rio, Rio pun mengangguk mengerti.
"Terima kasih dokter" kata Rio sebelum membawa Rini meninggalkan ruangan periksa.
Selama perjalanan kembali kerumah tak ada satu pun dari Rio dan Rini yang berbicara. Hingga mereka sampai dirumah, dan langsung disambut dengan pertanyaan cemas dari nenek mau pun ibu tiri Rio.
"Bagaimana?"
"Apa kata dokter?"
"Tidak apa-apa, sepertinya Rini hanya kecapean saja" jawab Rini berbohong sebelum Rio sempat menjawab.
Rini tidak mau mereka mengetahui apa yang terjadi padanya semalam.
"Ya itu bisa terjadi karena selama ini Rini sangat sibuk bekerja. Iya bahkan hanya istirahat sehari setelah resepsi pernikahan kemarin." Ujar nenek Rio percaya dengan perkataan Rini.
"Jadi sebaiknya mulai hari ini dan beberapa hari kedepan Rini tidak perlu bekerja dulu. Biar ia betul-betul sehat dan setelah itu baru kembali bekerja." Jelas nenek Rio memberi perintah.
__ADS_1
"Baik nenek" jawab Rini setuju.
"Ya sudah, sekarang sarapan dulu setelah itu minum obat, baru kemudian istirahat." Ujar ibu tiri Rio menyuruh Rini untuk sarapan.
Rini makan sedikit karena lidahnya terasa pahit, dan memutuskan hanya meminum susu.
"Kenapa Rini, apa rasanya tidak enak?" Tanya ibu tiri Rio saat melihat Rini yang hanya makan sedikit.
"Tidak Bu, ini karena lidah Rini terasa pahit?" Jawab Rini menjelaskan mengapa ia tak melanjutkan makannya.
"Baiklah kalau begitu nanti ibu akan membuatkan bubur untukmu, agar kau bisa memakannya tanpa perlu mengunyahnya. Dengan begitu perutmu akan tetap terisi!"
Katanya pada Rini sambil berdiri dari kursinya, karena ia telah selesai sarapan.
Rini pun ikut berdiri dari kursinya dan mulai berjalan menuju kamarnya, ia ingin segera istirahat karena tubuhnya masih terasa lemas. Rio berjalan mengikuti Rini dari belakang, ia ingin memastikan Rini bisa jalan sampai kamar tanpa sedikitpun terjatuh.
Setibanya dikamar Rini langsung membaringkan tubuhnya dikasur, dan dengan sigap Rio langsung menyelimuti rini. Ia tidak ingin Rini kedinginan.
__ADS_1