Cinta Tanpa Disadari

Cinta Tanpa Disadari
part 6


__ADS_3

"Aku tahu setiap keputusan yang ibu ambil, itu pasti yang terbaik" jawab ibu tiri Rio tanpa ragu, dia sangat mengenal mertuanya karena sejak kecil dia sudah tinggal bersamanya sebagai anak angkatnya.


"Selama ini aku penasaran kepada kau tidak pernah mempertanyakan keputusan ku. Saat aku memintamu berhenti sekolah dan menikahkan mu dengan putraku, padahal saat itu usiamu baru delapan belas tahun.


Aku tahu kau memilik banyak cita cita. Bukannya membantumu meraihnya aku justru mematahkannya, semua itu ku lakukan karena aku tidak ingin pria lain mendahului putraku.


Begitu pun saat aku meminta Haris untuk membawa Rio padaku, seminggu setelah Dion meninggal tanpa memikirkan perasaanmu yang masih berduka." Tutur nenek Rio.


"Awalnya aku terluka mengapa ibu banyak menyimpan rahasia, ibu bahkan menyembunyikan kenyataan dariku bahwa saat hidup suamiku menduakan ku. Ia juga memiliki anak yang umurnya sama dengan anakku, hanya beda tiga bulan." Ujar ibu tiri Rio dengan sedikit tersenyum kecut.

__ADS_1


"Tapi nasi sudah menjadi bubur tak perlu lagi disesali. Aku yakin pasti sangat sulit juga bagi ibu, demi menjaga perasaanku. Ibu sengaja mengabaikan cucu yang wajahnya sangat mirip dengan putra ibu selama bertahun-tahun" ujarnya lagi.


"Karena sifatmu inilah yang membuatku tidak bisa tidak memikirkanmu. Apa kau tahu mengapa aku sangat ingin menikahkan Rio dan Rini?" Tanya nenek Rio pada ibu tiri Rio sementara yang ditanya hanya diam.


"Semua itu karena aku sangat mencemaskanmu, aku selalu memikirkan bagaimana nasibmu bila aku tidak ada, suamimu sudah meninggal begitu pun dengan anakmu.


Semua aset milikku sudah berubah nama atas nama Rio termasuk rumah ini, karena sekarang hanya dialah satu-satunya ahli waris ku. Bagaimana jika Rio menikah dengan wanita yang tidak menyukai mu, dia pasti akan memperlakukanmu dengan tidak baik.


ibu tiri Rio sama sekali tidak terkejut saat  nenek Rio mengatakan, telah membalik namakan seluruh asetnya atas nama Rio, karena dia tahu jika Dion masih hidup ibu mertuanya akan melakukan hal yang sama.

__ADS_1


Ibu tiri Rio hanya diam mendengarkan, dan mulai berbicara setelah yakin mertuanya tak akan berbicara lagi.


"Ini sudah malam, ibu juga pasti sudah lelah. Sebaiknya aku keluar sekarang agar ibu bisa istirahat." Katanya sambil berjalan meninggalkan kamar neneknya Rio, dan pergi ke kamarnya yang letaknya tepat disebelah kamar neneknya Rio.


Ibu iri Rio duduk di sisi tempat tidur yang berdekatan dengan meja, tangannya meraih foto yang terletak di atas meja. Itu adalah foto dirinya bersama Dion dan Rini, foto itu diambil setelah Dion dan Rini resmi bertunangan tepatnya seminggu sebelum Dion meninggal.


Rini tampak bahagia disana, dia berdiri ditengah dengan posisi memeluk ibu dion sambil tersenyum lebar. Ibu tiri Rio menatap foto itu sesaat lalu mulai mengeluarkan foto tersebut dari bingkainya.


Ia merobek bagian sisi yang ada Dion dan hanya meninggalkan fotonya dan Rini, kini di foto itu dia terlihat seperti sedang berfoto dengan putrinya.

__ADS_1


"Mungkin seperti ini lebih baik" katanya pada diri sendiri sambil meletakkan foto itu dimeja dan menyimpan bagian foto Dion kedalam laci, lalu membaringkan tubuhnya dikasur, perlahan tapi pasti ia pun tertidur.


Pagi pagi sekali ibu tiri Rio terlihat sudah rapi, ia bangun lebih awal dari biasanya, karena dia akan pergi menemui seseorang hari ini. Sebelum pergi ia berjalan ke dapur menemui pelayan yang sedang mencuci piring.


__ADS_2