
Seorang wanita cantik dengan tinggi badan sekita 165cm, berat 50kg, kakinya jenjang. Memakai High heels 5cm, dengan full make up.
Memakai atasan warna hitam dengan belahan dada rendah, sedangkan pinggulnya di balut rok mini warna marun yang memperlihatkan paha mulusnya.
Memasuki sebuah Restauran ternama.
Duduk di sebuah kursi yang sudah dia pesan.
"Hmm, pelayan siapa dia?" tanya nya, melihat ke arah seorang pria tampan yang tampak gagah dalam balutan jas abu nya.
"Itu, Pak Galang nona. Dia pemilik restauran ini." Jawab pelayan dengan sopan nya.
"Tolong, katakan padanya. Aku memintanya datang kemari." Bibir merah menyala nya tersenyum lebar, menatap ke arah pria yang sudah menarik perhatiannya itu.
"Baik, akan saya sampaikan. Permisi." Pelayan itu mengangguk sopan, lalu pergi.
Wanita itu tersenyum, lalu menyeruput kopi late kesukaan nya.
"Pak, ada yang mencari anda." Ujar pelayan dengan sopan.
"Siapa?" Galang, menatap pelayan dengan tatapan yang tajam.
"Itu di sana!" Pelayan menunjuk menggunakan jempol nya, dengan sedikit membungkuk.
Galang melihat ke arah yang di tunjukkan oleh Pelayan pria tersebut.
"Hai!" Sapa wanita yang di sebrang sana, dengan tanpa suara.
Galang mengangguk sopan, dengan seulas senyuman nya.
Galang segera menghampiri wanita itu, dan bertanya. "Ada yang bisa saya bantu nona?"
"Hmm. Ada," tersenyum genit.
"Katakanlah, supaya saya bisa membantu anda." Jawab Galang dengan sopan nya.
"Saya perlu nomor telpon anda." Sedikit berbisik kepada Galang, bahkan tangan nya sudah menyentuh tangan Galang.
"Agresif!"
"Bagaimana?" kembali tersenyum genit.
"Beri saya satu alasan, kenapa saya harus memberikan nomor saya kepada anda, nona cantik." Mulai tersenyum nakal, menggoda wanita itu.
Wanita itu tampak senang mendapat pujian dari bibir **** Galang. Dia tidak tau kalau hari ini awal dari semua petaka.
"Aku akan memberimu kepuasan!" Berbisik di telinga Galang.
"Anda akan menyesal telah mengatakan itu kepada saya." Senyuman nya semakin nakal, dengan tatapan elang yang tajam menghunus.
"Wah, kenapa itu terdengar seperti sebuah ancaman ya! Tapi, aku suka." Tergelak tanpa suara.
"Benarkah? Jadi, anda menyerah." Seringai mengejek mulai tampak dari sudut bibir Galang.
"Menarik! Anda semakin membuat saya tertarik." Tangan nya terulur.
Galang meraih tangan itu.
"Saya Tania." Mata nakal nya menatap Galang penuh arti.
"Galang." Tatapan mata elangnya, sulit di artikan.
Galang merogoh dompet nya, dan mengeluarkan sebuah kartu nama miliknya." Ini nomor saya."
Tania menerima nya dengan senang.
Galang pun pergi tanpa kata-kata lagi.
"Selain tampan dan kaya, dia juga sangat menarik."Dalam hati Tania.
...Dua Hari' Kemudian...
__ADS_1
...Di Sebuah Butik Ternama...
"Hei, Galang. Kamu di sini?" Seperti sudah mengenal lama saja. Tania bergelayut di lengan Galang.
"Kamu juga kenapa bisa ada di sini?" Bibirnya tersenyum, mata elang hitam pekatnya menatap penuh arti.
"Karena ini butik milik ku." Jawab nya, dengan bangga hati.
"Wah, ternyata kamu wanita sukses ya." Tersenyum, matanya berbinar.
"Hemm, begitulah aku. Ini semua karena kegigihan ku." Membanggakan dirinya lagi.
"Gadis sombong!" Galang.
Galang pun memilih beberapa dres dengan warna dan motif berbeda.
Menggunakan ukuran tubuh Tania.
Saat Tania bertanya untuk siapa, Galang mengatakan untuk pacarnya.
Tania sedikit, kecewa.
Waktu menunjukkan jam 8 malam. Butik pun tutup, tapi Galang masih belum pulang.
"Bisakah, kamu mengantarkan saya pulang. Saya sudah kemalaman, sedangkan saya gak bawa mobil." Suara Tania terdengar menghiba.
"Tentu, dengan senang hati." Galang tersenyum licik, namun Tania tak menyadarinya.
Sesampainya di rumah Tania.
"Ayo masuk dulu." Tania menarik tangan Galang.
"Hemm, kamu yang memberiku celah!" Galang.
Mereka sudah berada di dalam rumah Tania.
Rupanya, Tania tinggal seorang diri.
Galang mengangguk sopan.
Saat Tania sedang di dapur untuk membuat teh, tiba-tiba saja sebuah tangan kekar membekapnya.
"Grepp"
Tania memberontak, berusaha menyelamatkan diri, namun gagal.
Tenaga Galang begitu besar.
Tania terbentur meja dapur, hingga kepalanya berdarah.
Tapi, Galang tak peduli.
Memukul nya beberapa kali hingga pingsan.
Setelah memastikan keadaan Aman.
Dia membopong Tania, ke dalam mobilnya.
...Vila Galang ...
Sebuah Vila mewah yang di kelilingi tembok tinggi dan pagar besi. Tempat nya berada hampir di pinggiran hutan.
Galang membuka pintu gerbang menggunakan remot di tangan nya.
Setelah memasukkan mobil ke garasi, segera menggendong Tania, untuk di bawanya ke dalam Vila.
Di depan pintu, seorang gadis manis bermata bulat, bibir merah delima yang tipis dengan tampilan sederhana tanpa riasan, tampak berdiri menyambut kedatangan Galang.
Tanpa banyak bertanya, gadis itu membuka pintu utama. Setelah memastikan Galang masuk, segera menutup dan mengunci pintu nya kembali.
Galang menempatkan Tania di sebuah kamar yang mewah. Lalu menguncinya dari luar.
__ADS_1
Gadis itu, terus mengikuti kemana Galang melangkah.
...Ruang Makan...
Duduk berhadapan dengan gadis muda itu.
"Dia teman baru mu, namanya Tania. Beri tau dia, semua aturan ku! Jika dia membuat kesalahan maka kamu yang akan di salahkan, karena lalai."
Galang berkata dengan suara rendah, namun terdengar begitu mengintimidasi.
"Baiklah." Gadis itu menunduk.
"Makanlah." Suara Galang sudah melembut.
Gadis itu tersenyum.
Mereka makan bersama tanpa suara.
"Ayo kita nonton!" Saat Galang sudah menyelesaikan makan malam nya.
"Iya." Gadis itu menjawab dengan pendek.
Galang sudah berdiri, dan berjalan menuju ke ruang nonton tv.
Gadis itu mengikuti dari belakang nya.
Duduk berdua di depan TV.
Galang menyentuh lembut, tangan Gadis kecil itu. Membawanya ke dalam dekapan nya.
Nyaman rasanya, gadis kecil itu menyandarkan kepalanya di dada Galang.
Galang membelai lembut pipinya, menelusuri hidung dan bibir nya.
"Aku selalu menyukai semua bagian yang ada pada dirimu." Ucap Galang, tangan nya masih membelai lembut pipi gadis kecil itu.
"Terimakasih." Gadis itu tersipu malu.
"Alifa, katakan perasaan mu padaku!" Menelusuri bibir tipis gadis bernama Alifa itu.
"Aku mencintaimu, aku menyukaimu dan aku menginginkan mu." Itulah jawaban yang keluar dari mulut Alifa.
Alifa adalah gadis yang di culik Galang 5 tahun yang lalu.
Selama tinggal bersama Galang, dia selalu di doktrin untuk mengatakan perasaan cinta kepada Galang.
Usia nya saat di culik adalah 15 tahun, itu artinya sekarang dia sudah berusia 20 tahunan.
Selama lima tahun, tidak pernah keluar dari vila sama sekali, hidupnya hanya untuk Galang saat ini.
"Siapa wanita itu?" Alifa menggigit bibir bawahnya, takut Galang marah.
Karena dia sudah berani menanyakan sesuatu yang seharusnya tidak di tanyakan.
"Dia salah satu wanita yang aku inginkan, sama seperti padamu. Bedanya, dia adalah wanita dewasa yang bisa memberiku kepuasan sebagai seorang laki-laki, sedangkan kamu tidak. Karena, kamu masih kecil.
Alifa menundukkan pandangan nya. Jemari tangannya, mulai saling meremas.
Ada rasa cemas menjalar di seluruh nadinya.
"Kenapa? Apa kamu cemburu?" Tertawa tanpa suara.
Alifa hanya menunduk. Tak berani menjawab, ataupun menatap mata elang Galang.
Bersambung.....
...****************...
...Terima kasih, semoga terhibur....
...Jangan lupa dukung nya...
__ADS_1