
Selamat Membaca
(POV Galang)
Sonia duduk di sopa.
Aku duduk di samping nya.
"Ada apa? Kenapa ingin bertemu?"
Jemari tangan ku menyentuh pipi Sonia lembut.
Ku akui kulitnya lembut dan mulus, hidung mancung dan bibir yang seksi.
Ku sentuh lembut seluruh wajahnya.
Dia terlihat sedikit gugup.
"Aku suka padamu." Sonia menatap ku lembut.
Aku tersenyum tipis.
Berdecak dalam hati. "Murahan!"
Rasanya tak ada yang seperti Alifa ku! Eh, dimana kamu sekarang?
Aku jadi gelisah mengingat Alifa.
"Apa yang bisa kamu berikan padaku?" Tanya ku dengan sorot mata yang tajam.
"Semuanya!"
Sonia berdiri di hadapan ku, melepaskan semua yang menempel di tubuh nya, hingga polos tak bersisa.
Aku terkejut dengan apa yang dilakukan Sonia.
Jika dulu aku akan senang, tapi semenjak kepergian Alifa, aku mulai menata hidup ku.
Aku tak mau lagi bermain dengan perempuan sembarangan, hanya Alifa yang aku ingin kan.
Aku akan menemukan nya. segera!
Sonia dengan tubuh polosnya mendekati ku.
"Semua yang ada di tubuh ku adalah milik mu, Galang!"
(POV end)
*
*
Sonia menempel kan tubuhnya ke tubuh Galang.
Tangan nya melingkar di leher Galang, dan wajahnya sudah mendekati wajah Galang.
Hendak mencium bibir Galang.
"MURAHAN!" Dengan setengah berteriak, Galang mendorong tubuh polos sintal Sonia.
Brukkkk
Sonia terjatuh lantai!
"Awwww, sakiiit!" Pekik Sonia sambil mengusap bokong polos nya.
"Dengar, aku akan keluar dari sini! aku akan kembali dua jam lagi, dan saat itu kamu harus sudah pergi dari sini! Aku muak dan bosan dengan wanita murahan seperti mu!"
Galang berkata dengan nada rendah yang penuh penekanan dan mengintimidasi.
"Kamu kasar sekali Galang!" Teriak Sonia kesal.
Mukanya memerah menahan malu dan marah.
Galang dengan dingin nya pergi meninggalkan Sonia sendiri.
Dia pergi dari apartemen nya.
__ADS_1
Sonia segera mengenakan kembali pakaiannya dengan dongkol.
"Sialan! Malunya dobel gini, udah aku merendahkan diri gini untuk melayani dia! Tapi, dia mengusir ku! Huuuh" Gerutunya kesal.
Sonia pun pergi dari apartemen Galang, setelah dia merapikan makeup nya.
Brukkkk
"Eh maaf!" Ujar deorang wanita yang tidak sengaja menabrak tubuh Sonia.
"Ck, punya mata tuh pakai!" Jawab Sonia ketus, mood nya sedang dalam kondisi buruk, akibat dari perlakuan Galang tadi.
"Saya kan udah minta maaf, kok malah sewot sih!" Wanita itu terlihat kesal.
"Huuh!" Sonia malah sengaja mendorong bahu wanita itu, lalu pergi sambil mendengus kesal.
"Awas saja kamu!" Wanita itu menatap punggung Sonia hingga menghilang di lip.
"Eh, kebetulan! Pak satpam siapa wanita itu? Apa dia penghuni apartemen ini juga?" Tanya seorang wanita yang bernama sopia itu, saat melihat pak satpam.
"Wanita yang barusan naik lip kah?" Tanya balik satpam itu.
"Iya pak." Sopia tersenyum ramah.
"Oh, itu tamu nya pak Galang. Soalnya saat dia datang kemari, dia sempat nanya-nanya apartemen pak Galang."
Jawab satpam itu dengan yakin.
"Galang? Apa Galang yang ini?" Menunjukkan fhoto di ponselnya.
"Iya betul, anda kenal?" Tanya satpam.
"Tentu, dia sahabat saya dari kecil. Apa dia sudah lama di sini?" Antusias.
"Sudah sekitar 3 tahunan, pak Galang tinggal di sini. Tapi, setau saya dia jarang pulang. Hanya baru beberapa hari terakhir ini pak Galang pulang." Jawab satpam.
"Oh gitu ya, terimakasih pak." Sedikit membungkukkan badannya.
"Sama-sama. Apa anda penghuni baru apartemen?" Melihat sebuah koper besar dan tote bag besar yang di bawa nya.
"Kalau begitu biar saya bantu antar sampai ke depan pintu." Bertanya dulu biar sopan.
"Boleh pak. Terimakasih."
Pak satpam membawakan tas besar pada gadis cantik berambut pendek yang kurang dari bahu itu.
Make up minimalis dengan penampilan ala - ala cewek korea gitu.
"Terimakasih pak." Mereka sudah sampai di depan pintu apartemen milik nya.
"Sama-sama, kalau begitu saya permisi dulu."
Sopia mengangguk sopan, dan pak satpam pun pergi.
"Ah rupanya kamu di sini Galang, aku semakin dekat dengan mu!" Sopia tersenyum lebar, tak sabar ingin bertemu dengan sahabat masa kecil sekaligus cinta pertamanya.
Cinta pertama yang tidak terucap, cinta dalam diam.
Apartemen Brian
Waktu menunjukan pukul 11 malam.
Alifa sedang tiduran di dalam kamarnya di apartemen Brian.
Matanya masih belum mengantuk, dia merasa cemas. Karena berada di dalam tempat tinggal milik pria yang baru ia kenal.
Ceklek
Alifa terlonjak kaget, saat mendengar seseorang membuka pintu kamar nya.
Tentu saja itu adalah Brian.
"Hahaha, terkejut gitu kamu!" Dengan wajah tanpa dosa nya.
Dia malah duduk di sopa yang ada di kamar Alifa.
"Kamu mau ngapain?" Tangan nya gemetar ketakutan.
__ADS_1
"Gak usah takut, aku gak bakalan perkosa kamu kok. Kecuali..." Dengan menaik turunkan alisnya, menggoda Alifa.
"Apa!" Ketus Alifa, dia mulai berdiri turun dari tempat tidur dan memasang wajah juteknya.
"Kecuali kamu ikhlas dan mau, hemm." Mengedip kan matanya sebelah.
"Idiiih! Aku udah punya pacar!" Bohong Alifa, dalam benaknya membayangkan Galang.
"Putusin aja pacar kamu!" Dengan santainya.
"Enak aja!" Masih dalam mode jutek nya.
"Haha jutek amat." Berdiri, lalu berjalan menghampiri Alifa yang makin gemetaran.
"Stop! Mau apa kamu!" Dengan tatapan tajam nya.
Dadanya berdegup kencang, saking takutnya.
Brian sudah berdiri di hadapan Alifa dengan jarak yang dekat. "Selamat tidur. Jangan berfikiran buruk tentang aku, oke. Aku bukanlah pria yang seperti kamu bayangkan."
Brian tersenyum dengan tatapan lembut ke arah Alifa.
Lalu membalikkan tubuhnya dan keluar dari kamar Alifa.
"Maaf!" Alifa, dengan setengah berteriak. Saat Brian hendak menutup pintu kamar nya.
Brian menjawab nya tanpa suara. "It's, oke." Lalu menutup pintu kamar Alifa dan kembali ke dalam kamarnya.
Alifa segera mengunci pintu kamar nya, setelah Brian pergi.
Dia segera berbaring dan berusaha untuk memejamkan matanya.
Pagi nya
(Brian pov)
"Selamat pagi." Sapa Alifa dengan senyuman yang manis.
Rasanya sungguh berbeda, biasanya aku bangun tidur tak ada yang menyapa ku.
Tapi, kali ini ada Alifa yang menyapaku dengan senyuman yang manis dan membuat mood ku baik.
"Pagi juga." Aku tersenyum cerah, menatap wajah cantiknya yang polos tanpa make up.
Saat tersenyum ada lesung Pipit di kedua pipinya, membuat senyuman nya makin terlihat manis.
"Aku udah buatin sarapan, maaf kalau gak suka." Suaranya bertambah pelan, mungkin grogi. Membuatku makin gemas saja.
"Terimakasih, ayo makan bersama!" Ajak ku, aku duluan menuju meja makan.
Dia mengikuti ku dari belakang.
Kami sudah duduk berdua, di meja makan terhidang nasi goreng dengan lauk telur dadar.
"Emh, kayak nya enak." Tangan ku langsung terangkat hendak menyendok nasi goreng yang sudah Alifa siapkan untuk ku.
"Stop!" Suaranya seperti membentak ku, aku terkejut.
Aku menatapnya bingung.
"Ada apa?" Aku gak jadi nyendok makanan ku.
"Hem ...." Kata Alifa membuat ku malu saja.
Bersambung.....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Selamat membaca karya saya, semoga suka. Mohon maaf jika banyak kekurangan.
Di tunggu dukungannya!
Terima kasih
Salam hangat dari Autor
mirastory
__ADS_1