Cinta Terdalam Ku Untuk Tuan Muda Kejam

Cinta Terdalam Ku Untuk Tuan Muda Kejam
Brian Dan Galang


__ADS_3

...Selamat Membaca...


"Kalian ini sudah dewasa masih saja bertengkar." Mama geleng-geleng kepala.


Galang menanggapi perkataan Brian dengan senyuman tipis, yang lebih terlihat mengejek.


Membuat Brian merasa jengkel.


"Galang, ayo pimpin doanya." Mama berkata dengan tegas.


Galang menganggukkan kepalanya, dan mulai memimpin doa sebelum makan.


Mereka pun mulai makan dalam hening.


"Ternyata di depan mama, kak Galang bisa patuh begitu. Iiih so sweet." Tak sadar Alifa tersenyum.


"Kenapa senyum sendiri?" Brian sepertinya memperhatikan Alifa dari tadi.


"Itu kak Galang...."


Alifa terkejut dengan respon cepat nya..


Dia sampai berkeringat dingin, menatap Galang dengan kikuk.


"Kamu menghayal kan kak Galang?" Kesal membuncah di dalam hati Brian.


Matanya melirik Galang yang tersenyum tipis, senang mungkin melihat reaksi Alifa.


"Kamu memang masih milikku Fa!" Gumam Galang dalam hatinya.


"Sudah, sudah. Nanti ngobrolnya. Habiskan dulu makanan kalian." Ibu berujar.


Mereka pun makan dalam hening.


Usai sarapan bersama, ibu mengajak Alifa mengobrol. Mereka mulai akrab, apalagi Alifa yang bersikap santun membuat ibu menyukainya.


Sementara Brian dan Galang duduk di tempat berbeda.


Kalau ibu dan Alifa berada di ruang keluarga, maka Brian dan Galang berada di luar. Tepatnya, di taman belakang. Ada gazebo di sana.


Mereka sepertinya bicara serius.


"Sepertinya kakak sudah kenal Alifa sebelumnya?" Selidik Brian.


"Ck, jadi ini tujuanmu mengajak ku kemari." Galang tersenyum tipis.


"Jujurlah padaku! Apa kakak memang sudah mengenal dia sebelumnya?" Brian merasa gelisah.


Ada rasa takut juga dihatinya, kalau saja ternyata pria yang Alifa anggap kekasihnya itu adalah Galang, kakaknya.


Jika itu benar, maka mereka harus bersaing untuk mendapatkan Alifa.


Tapi, Galang malah tak menghiraukannya. Dia menyeruput kopinya dengan seteguk demi seteguk sampai tandas.


Brian hanya menatapnya dengan jengkel.


Memang seperti itulah kakaknya, penuh misteri. Sangat sulit ia pahami sejak dulu.


"Kamu suka dia?" Tanya Galang dengan tegas.


Tatapan matanya begitu tajam.

__ADS_1


"Iya. Aku suka dia!" Brian berkata tak kalah tajamnya.


"Lalu apa dia menyukaimu?" Galang tersenyum tipis, menatap Brian ingin tau.


Meski, sebenarnya dia tau dan paham betul. Kalau Alifa tak akan berpaling ke lain hati. Tapi, Galang ingin dapat pengakuan dari Brian.


"Belum, tapi aku yakin tidak butuh waktu lama.


Galang tersenyum senang.


"Kenapa senyum?" Ketus Brian, semakin yakin antara Alifa dan Galang ada sesuatu.


"Berusaha lah. Karena, akan sulit bagimu merebut hatinya." Galang berdiri dan beranjak meninggalkan Brian.


"Apa artinya memang antara mereka ada sesuatu?" Gumam Brian dengan perasaan yang gelisah.


Galang berjalan menuju ke dalam kamarnya.


Namun suara panggilan dari ibunya membuatnya urung ke kamar. Dan berjalan menuju ibunya yang sedang berada di ruang tamu.


"Bu ada apa?" Namun, tatapan matanya terpaku pada seseorang yang sedang duduk anggun di sebrang ibunya.


Seorang wanita cantik yang kemarin bertemu dengan nya. Dia adalah Sonia, di sampingnya duduk seorang wanita seusia ibunya.


"Duduklah Lang." Ibunya tersenyum, sambil menepuk tempat duduk tepat di sampingnya.


Galang pun segera duduk.


"Kenalkan, ini tante Raya. Dan ini anaknya, namanya Sonia. Tante Raya ini sahabat ibu masa kuliah loh." Ibu nya terlihat antusias.


Galang tersenyum pada mereka dengan ramah nya. Dan memperlihatkan seolah belum pernah bertemu Sonia.


"Kak Galang kamu gak akan bisa mengelak lagi dariku." Sonia tersenyum menatap Galang dengan intens.


"Lang, Brian adik mu kan udah punya Alifa sebagai calon nya. Dan ibu berharap kamu bisa bersama dengan Sonia, dia gadis yang baik." Ujar ibunya dengan tatapan bahagia kearah Galang.


Galang nampak berpikir. "(....)"


"Tapi bu..." Galang belum sempat melanjutkan perkataannya, namun suara seseorang terdengar menimpali.


"Coba pendekatan dulu aja kak, siapa tau kalian cocok. Lagian usia kakak kan udah gak muda lagi." Celetuk Brian, dia tadi bergegas mengikuti Galang.


"Isssh." Galang melirik Brian dengan wajah yang kesal.


"Benar kata adik mu itu." Sahut ibunya.


"Iya Galang, lagian anak tante ini berhati lembut. Dia baik dan cantik pula, bukankah begitu?" Tante Raya tersenyum menggoda Galang.


Galang merasa serba salah. Tak tega menolak permintaan ibunya sebenarnya.


"Ayolah kak." Brian tersenyum lebar menatap kakak nya itu.


Bukan tanpa alasan, Brian membujuk Galang. Alasannya tiada lain, supaya dirinya bisa lebih leluasa mendekati Alifa.


"Demi ibu Lang." Ibunya sudah memasang raut wajah yang sendu dan penuh harap.


"Akan Galang coba." Pada akhirnya, Galang mengalah.


Dia menatap kesal Brian yang tersenyum lebar padanya.


"Baiklah, akan aku beri kamu kesempatan untuk mendekati Alifa. Karena kamu adalah adik ku. Tapi, jika hati Alifa tak bisa kamu dapatkan, maka aku akan mengambilnya kembali. Tentang Sonia, dia bisa aku tinggalkan kapanpun aku mau!" Gumam Galang dalam hatinya.

__ADS_1


"Wah kakak ku gak jomblo lagi sekarang." Brian tergelak kencang, di ikuti tawa yang lainnya.


Terkecuali Galang yang hanya tersenyum kecut mendengar candaan adiknya itu.


Dan Sonia yang tersenyum dengan malu-malu.


"Tuh kan, apa kataku. Kak Galang tak akan bisa menolak perjodohan ini." Sonia merasa begitu bahagia.


Rencana Sonia berhasil. Dia memang sudah tau, kalau Galang adalah anak dari sahabat ibunya.


Beberapa kali Sonia melihat foto Galang, saat berkunjung ke rumah ini.


Meski, tak pernah bertemu Galang secara langsung di rumah ini. Karena, Galang memang tinggal di apartemennya.


Sonia sengaja sering datang ke restoran milik Galang, untuk pdkt sebenarnya.


Dia tahu restoran Galang pun dari ibunya Galang.


Dan pertemuan kemarin merupakan puncaknya, dia gagal. Yang akhirnya, meminta sang mama untuk menjodohkannya dengan Galang.


Dan permintaannya di terima sang mama. Dan dia berhasil, Galang menerima perjodohan ini.


"Sonia bagaimana kalau kita makan siang bersama?" Ajak Galang, di iringi senyuman tipis yang begitu menawan. Sebagai ciri khas nya.


"Tentu." Sonia begitu antusias.


"Bagaimana kalau kita double date, aku akan ajak Alifa." Brian ingin memperlihatkan kepada Galang, betapa dia dekat dengan Alifa sebenarnya.


"Oh itu bagus, biar sesama calon ipar bisa saling dekat." Sonia menyahut dengan antusias.


"Benar kata Sonia, Lang." Ibunya setuju.


Galang tak bisa menolak nya lagi. Dia hanya mengangguk setuju saja.


Meski, dalam hatinya merasa berat. Tak suka, jika harus melihat Alifa dekat-dekat dengan adiknya itu.


Tapi, sudahlah.


"Alifa dimana Bu?" Tanya Brian menatap ibunya.


"Tadi ada di ruang keluarga, sedang nonton TV." Jawab ibunya.


"Aku ajak dulu ya." Dengan cepat Brian menuju tempat Alifa berada.


Ruang keluarga


Tampak Alifa sedang menonton acara kesukaannya.


"Fa, nanti kita makan siang bersama ya." Brian mendaratkan bokong nya di sopa, tepat di samping Alifa.


"Boleh, disini bareng ibu dan kak Galang?" Alifa menoleh ke arah Brian. Yang duduk begitu dekat dengan nya.


"Enggak, kita akan makan di restoran. Bareng kak Galang dan pacarnya." Brian tersenyum, menatap Alifa. Ingin tau bagaimana reaksi, gadis yang sudah mencuri hatinya itu.


"Hah! Apa? Pacar kak Galang!" Terkejut, namun dengan cepat ia menetralkan perasaannya.


Bersambung...


...----------------...


Terimakasih atas semua dukungan kalian, para reader's ku tersayang.

__ADS_1


Salam hangat


mirastory


__ADS_2