Cinta Untuk Permaisuri Arogan

Cinta Untuk Permaisuri Arogan
Episode 22


__ADS_3

Bianca atau Vela mengajak kedua nya untuk pergi mencari restoran sekalian ia ingin mencicipi makanan di kerajaan tersebut untuk menilai apakah makanan di tempat itu akan berbeda atau sama saja dengan di kerjaan yang dulu ia tempati.


"Sajikan makanan terbaik kalian untuk kami"ucap Vela datar setelah pelayan datang ke meja mereka.


"Tunggu sebentar nona"ucap pelayan itu di angguki Vela.


"Kalian suka tinggal di kerajaan ini"tanya Vela.


"Iya ma di sini orang-orang nya lebih ramah semua nya"ucap Al.


"Bagus lah jika kalian suka tinggal di sini"ucap Vela ikut senang.


"Dimana pun tinggal tidak masalah asalkan bersama kakak"ucap Santai membuat Vela terkekeh mendengar nya.


"Bagaimana kalau tinggal di tengah hutan seperti kemaren"ucap Vela.


"Haisss kakak"rengek Santi karna Vela menggodanya.


"Begitu saja sudah merengek tadi katanya ingin tingal di mana saja"ejek Vela.


"Tapi tidak di tengah juga kak"ucap Santai.


"Hahaha kakak cuma bercanda saja,kita makan lalu kembali ke penginapan"ucap Vela karna makanan mereka telah datang.


Makanan nya sama saja tidak enak sama sekali,masa ikan begini cuma di rebus malah mereka tidak menaruh jeruk nipis lagi jadi nya masih bau amis begini,batin Vela selera makan nya jadi hilang karna bau nya membuat nya kenyang lebih dulu.


"Mama tidak makan"tanya Al.


"Kalian saja yang makan mama sudah kenyang"ucap Vela.


"Tetapi mama belum makan apapun bagaimana sudah kenyang"tanya Al.


"Tadi kan sudah makan tanghulu membuat mama kenyang kalian makan lah habis kan semua nya"ucap Vela di angguki kedua nya segera melahap makanan yang sudah terjadi di atas meja.


Tak lama kemudian kedua nya telah menghabisi makanan tersebut membuat Vela geleng kepala,ini anak memang lapar atau bagaimana makanan seperti ini habis tak tersisa,pikir Vela.

__ADS_1


"Kita langsung kembali"tanya Vela.


"Iya ma Al sudah mengantuk"ucap Al sambil menguap.


"Ya sudah kita kembali saja"ucap Vela segera membayar semua makanan tersebut,ketiga nya pun meninggalkan restoran tadi untuk kembali ke penginapan.


Tak lama ketiga nya sampai di penginapan segera masuk ke dalam dan langsung berbaring di atas tempat tidur untung saja tempat tidur itu cukup luas dan badan ketiga nya tidak terlalu besar hingga muat untuk mereka bertiga.


Di sisi lain lebih tepat di istana kaisar Alex,ia memarahi semua pengawal yang telah ia suruh untuk mencari permaisuri Bianca namun mereka sama sekali tidak berhasil membuat nya murka.


"Bagaimana kalian sebanyak itu hanya menemukan mereka saja kalian tidak bisa"teriak nya menggelegar di ruangan nya.


"Cari mereka sampai ketemu atau kalian semua nya yang akan menanggung akibat nya jika tidak menemukan mereka"ucap kaisar Alex dengan napas memburu.


"Baik yang mulia kaisar"ucap mereka semua segera keluar dari sana sebelum kaisar Alex menebas kepala mereka satu persatu.


Setelah mereka semua nya pergi meninggalkan kaisar Alex sendiri,ia melemparkan semua nya barang-barang yang ada di meja kerja nya untuk melampiaskan amarah nya.


Aaaaaa


Salah satu kediaman di istana itu heboh karna tiba-tiba selir Silla pingsan membuat para pelayan dan penjaga di kediaman tersebut berlarian.


"Cepat kalian panggil tabib dan yang mulia kaisar"suruh pelayan setia selir Silla.


"Angkat selir Silla ke atas ranjang nya"perintah pelayan tersebut pada pengawal yang berjaga di kediaman selir Silla.


Mereka pun segera mengangkat tubuh selir Silla sambil menahan nafas karna tubuh selir Silla sudah mulai membusuk dan mengeluarkan bau tidak sedap.


tok tok tok


"Yang mulia ada pengawal dari kediaman selir Silla yang ingin menemui yang Mulia"ucap pengawal penjaga pintu kaisar Alex.


"Biarkan masuk"ucap kaisar Alex duduk di sofa.


"Salam yang mulia Kaisar"ucap pengal tersebut membungkuk hormat.

__ADS_1


"Katakan"ucap kaisar Alex.


"Selir Silla pingsan di kediaman nya yang mulia"ucap pengawal tersebut.


"Kalian mengganggu ku hanya mengatakan itu,panggil saja tabib untuk memeriksa nya kenapa kalian malah datang menemui ku"bentak kaisar Alex.


"Mohon ampun yang mulia"ucap pengawal itu bersujud dengan tubuh gemetar takut.


"Pergi lah jangan mengangguku"ucap kaisar Alex dingin.


Dengan cepat pengawal itu meninggalkan kaisar Alex setelah memberi hormat,biasa nya kaisar Alex akan marah jika terlambat mengetahui kabar tentang selir kesayangan nya sekarang malah berbalik ia sama sekali tidak peduli dengan selir Silla karna yang ada di pikiran nya hanya mencari kebedaraan permaisuri Bianca saja.


Setelah kejadian di mana selir Silla menemui nya ia tidak pernah bertemu lagi dengan selir Silla bahkan tidak membiarkan nya untuk menemui nya hingga sekarang.


"Bagaimana keadaan selir Silla tabib"tanya pelayan setia selir Silla.


"Kondiri selir Silla semakin memburuk dan tubuh nya juga mulai membusuk,seperti nya tidak akan ada harapan lagi untuk selir Silla bertahan lama"ucap tabib tersebut meriksa selir Silla.


"Terimakasih"ucap pelayan itu merasa kasihan pada selir Silla yang seluruh tubuh nya memang benar membusuk tidak tahu apa penyebab nya dan juga sudah banyak tabib mengobati nya namun tak satu pun tahu apa penyakit yang di derita selir Silla dan tidak tahu obat nya hingga penyakit itu semakin hari semakin parah.


Tak lama selir Silla sadar dari pingsan nya menatap sekeliling nya hanya ia dan pelayan setia nya saja tidak ada kaisar Alex di sana.


"Di mana yang mulia Kaisar"tanya selir Silla dengan lemah.


"Mohon ampun selir Silla yang mulia Kaisar tidak bisa datang karna pekerjaan yang mulia seperti nya sedang banyak"ucap pelayan tersebut terpaksa berbohong agar Selir Silla tidak merasa sedih.


"Hahh sebanyak dan sepenting apapun dulu pekerjaan nya dia akan lebih mementingkan diri ku"ucap selir Silla tersenyum kecut sudah tahu jika kaisar Alex tidak ingin menemui nya.


"Pergi lah tinggalkan aku sendirian"ucap selir Silla pada pelayan pribadi nya.


"Baik yang mulia selir,jika selir Silla membutuhkan sesuatu panggil hamba saja"ucap pelayan itu membungkuk hormat dan berlalu meninggalakan selir Silla sendirian.


"Dia tidak mencintai ku lagi,sekarang ia hanya mencintai wanita itu di tambah wajah dan tubuh ku terkena penyakit menjijik kan ini,untuk apa aku hidup jika seperti ini hanya menjadi aib bagi nya dan seluruh orang di kerajaan ini sudah tahu jika aku penyakitan"gumam Selir Silla menatap pisau buah tak jauh dari nya dengan lemah ia mengambil nya dan menggenggam nya erat.


"Selamat tinggal kaisar Alex semoga kau bahagia bersama wanita mu itu,aku akan tetap mencintai mu meski kau menyakiti hati ku dan aku meminta maaf pada juga permaisuri Bianca semoga kau akan memaafkan ku nanti nya"gumam selir Silla menyayat pergelangan tangan nya dengan pisau di tangan nya hingga darah mengucur dari pergelangan tangan nya.

__ADS_1


__ADS_2