
Selesai membantai para pembunuh bayaran tersebut dan menyisakan satu orang untuk ia introgasi siapa yang menyuruh mereka,permaisuri Bianca menatap tajam orang tersebut sambil menggenggam pedang yang berlumuran darah di tangan nya.
"Aku akan membiarkan mu hidup jika kau mengatakan siapa yang telah menyuruh mu"ucap Bianca dengan dingin membuat tubuh orang tersebut gemetar ketakutan.
"Jika kau tak mengatakan nya aku tak akan segan menebas kepala mu dan jika pun kau mati aku tak akan lupa untuk membantai semua keluarga mu hingga turunan mu sekali pun,maka dari itu kau harus mengatakan nya dengan jujur aku hanya akan memberi mu sekali kesempatan saja untuk mengatakan nya"ucap permaisuri Binaca lagi.
"Maafkan hamba permaisuri"ucap orang tersebut segera menjatuhkan tubuh nya di tahan dan bersujud di depan permaisuri Bianca.
"Katakan"ucap Permaisuri Bianca dingin.
"Selir Alula yang menyuruh kami untuk membunuh permaisuri dan pangeran mahkota karna beliau ingin menggantikan posisi permaisuri dan juga menjadikan pangeran kedua sebagai pengganti pangeran mahkota"ucap orang tersebut dengan gemetar membuat Bianca tertawa mengerikan mendengarkan nya.
"Kau dengar itu kaisar Alex yang terhormat selir mu ingin membunuh ku dan putra ku"ucap permaisuri Bianca sekarang menatap tajam kaisar Alex.
"Aku tidak tahu jika dia akan melakukan hal senekad ini permaisuri"ucap kaisar Alex tak berani menatap mata permaisuri Bianca yang sedang mengeluarkan amarah nya.
"Aku sudah mengatakan pada mu di awal agar jangan mengganggu ku lagi sebelum kau benar-benar menceraikan semua istri mu itu karna aku tahu hal seperti ini akan terjadi dan sekarang gara-gara selir mu itu aku kehilangan Mia selama nya"teriak permaisuri Bianca membuat kaisar Alex terdiam.
"Jangan salahkan aku jika aku sendiri yang akan membunuh nya dan keluarga nya,hal itu akan sepadan dengan apa yang ia lakukan"tambah permaisuri Bianca dengan nada dingin,ia pun berjalan menuju kereta kuda di mana pangeran Albert masih menangis sambil memeluk Mia yang sudah tak bernafas lagi.
"Mamaa"ucap pangeran Albert pelan menatap Bianca yang sudah di depan nya.
"Maafkan mama tidak bisa menjaga kalian dengan baik"ucap permaisuri Bianca pelan,saat ini ia merasa menjadi orang yang sama sekali tak berguna hingga harus kehilangan orang yang sudah ia anggap adik nya sendiri.
"Kita akan mengubur Mia di istana karna dia sudah menjadi keluarga kita"ucap permaisuri Bianca di angguki pangeran Albert.
__ADS_1
Permaisuri Bianca menatap para pengawal kaisar Alex yang terluka namun tak terlalu serius.
"Kita lanjut perjalan hingga ke istana"ucap permaisuri Dingin menatap para pengawal yang tak jauh dari nya.
"Baik permaisuri"ucap mereka serentak tak berani membantah takut pedang sang permaisuri melayang ke arah mereka.
"Kita jalan sekarang"ucap kaisar Alex menaiki kuda nya kembali dan memasuk kan pedang nya ke tempat nya lalu memimpin jalan pulang ke istana.
Permaisuri Bianca sendiri memilih menggunakan kereka kuda menenami pangeran Albert yang masih menangis pelan.
Maafkan aku yang tak berguna ini Mia,aku gagal menjadi kakak untuk mu hingga kau harus meninggalkan kami,tapi aku berjanji akan membalas mereka semua nya hingga mereka memutuskan akan mati saja,kau tenang lah di sana kami menyayangi mu,batin permaisuri Bianca menatap kosong tubuh Mia yang sudah terbujur kaku.
Perjalanan yang mereka lalui terasa mencekam dan suram karna aura yang di keluarkan permaisuri Bianca tak bersahabat,tak ada yang berani untuk bicara dan mengatakan istirahat takut permaisuri akan mengamuk pada mereka begitu juga kaisar Alex yang diam saja mendengar ucapan permaisuri Bianca tadi.
Malam hari mereka akhir nya sampai di istana tanpa istirahat sedikit pun,tubuh mereka yang sakit dan perut mereka lapar tak terasa lagi saat permaisuri Bianca sama sekali tak bicara di dalam kereta.
"Baik permaisuri"ucap mereka segera melakukan apa yang di katakan oleh permaisuri Bianca.
Kedua pengawal tersebut segera mengangkat tubuh kaku Mia yang masih bernoda darah yang telah mengering hingga ke kediaman permaisuri Bianca, setelah sampai di sana mereka meletak kan tubuh tak bernyawa tersebut di atas tikar tipis di kediaman permaisuri Bianca.
"Permaisuri sebaik nya kita makamkan Mia sekarang juga"ucap kaisar Alex karna tubuh Mia sudah mulai terlihat begitu pucat.
"Hahaha sebentar lagi aku pasti akan memakam nya namun sebelum itu aku akan membuat orang yang telah membuat ku kehilangan nya meregang nyawa nya dulu di depan Mia"ucap permaisuri Bianca dengan nada mengerikan membuat yang lain menelan ludah mereka kasar serta tubuh mereka terasa menggigil.
"Tunggu lah sebentar Mia aku akan menjemput nya lebih dulu"ucap permaisuri Bianca menatap tubuh Mia.
__ADS_1
Tanpa kata permaisuri Bianca keluar dari kediaman nya menuju kediaman selir Alula sambil menggenggam pedang di tangan nya tak ada satu orang pun yang bisa mencegah nya termasuk kaisar Alex sendiri.
Brukk
Suara pintu yang di buka paksa oleh permaisuri Bianca membuat pemilik kediaman tersebut terkejut.
"Permaisuri"ucap selir Alula pelan menatap ngeri permaisuri Bianca.
"Kau bukan yang menyuruh pembunuh bayaran sialan itu untuk membunuh ku dan putra ku"ucap permaisuri Bianca dingin sambil berjalan ke arah selir Alula.
"Apa yang permaisuri katakan selir ini sungguh tak mengerti"ucap selir Alula dengan ketakutan.
"Hahahaha tak mengerti kau bilang,jangan sok polos selir Alula aku sudah membunuh semua orang yang kau bayar untuk membunuh ku"ucap permaisuri Bianca menatap tajam selir Alula.
"Sekarang giliran mu yang akan aku bunuh"ucap permaisuri Bianca lagi dengan nada mengerikan serta aura yang mencekam membuat siapa pun di sekitar nya menahan nafas.
Permaisuri Bianca menarik rambut selir Alula dengan kasar hingga membuat selir Alula berteriak kesakitan.
"Diam"bentak permaisuri Bianca menghempaskan tubuh selir Alalu ke lantai.
"Kau harus membayar semua yang kau perbuat ini"ucap permaisuri Bianca.
Dengan tanpa perasaan permaisuri Bianca menarik kuat rambut selir Alula dan menyeret nya menuju kediaman nya membuat siapa pun menatap ngeri permaisuri Bianca,sepanjang jalan menuju kediaman permaisuri Bianca hanya terdengar suara teriakan kesakitan dan permohonan maaf namun sama sekali tak di dengar permaisuri Bianca.
Tiba di kediaman nya permaisuri Bianca langsung menarik kencang rambut selir Alula hingga terhempas kuat di depan tubuh kaku Mia.
__ADS_1
"Gara-gara mu aku kehilangan orang yang sudah aku anggap sebagai adik ku dan sekarang kau harus membayar nya dengan nyawamu juga"ucap permaisuri Bianca dingin sambil kaki nya menginjak kuat perut selir Alula yang terbaring di samping tubuh kaku Mia.