Cinta Untuk Permaisuri Arogan

Cinta Untuk Permaisuri Arogan
Episode 52


__ADS_3

Kaisar Alex membuang wajah nya kesamping mendengar ucapan permaisuri Bianca,ia memilih pergi meninggalkan permaisuri Bianca dari pada harus berdebat kembali,sedangkan permaisuri Bianca meninggalkan kediaman kaisar Alex pergi ke aula kembali dan duduk di kursi nya menatap para rakyat dan tamu yang berdatangan menikmati pesta dengan di sajikan makanan lezat di sana.


"Kalian tidak ingin bergabung dengan yang lain"tanya permaisuri Bianca pada pangeran Albert dan Maxim.


"Gak ma"ucap pangeran Albert yang memang kurang suka dengan pesta seperti ini.


"Kenapa,?bukan kah berkenalan dengan pangeran dan putri dari kerjaan lain akan menambahkan teman untuk kalian"ucap permaisuri Bianca.


"Mama tidak lihat mereka terlihat menyebalkan semua"ucap pangeran Albert membuat permaisuri Bianca terkekeh mendengar nya.


"Salam yang mulia permaisuri"ucap selir Jia yang merupakan salah satu selir kaisar Alex.


"Salam mu di terima selir Jia"ucap permaisuri Bianca.


"Selir ini membawa teh untuk yang mulia permaisuri"ucap selir Jia lembut sambil memperlihatkan secangkir teh di tangan nya.


"Ada angin apa selir Jia dengan berbaik hati harus repot-repot membawakan permaisuri ini teh"ucap permaisuri Bianca dengan lembut juga namun dalam hati nya menyeringai.

__ADS_1


"Selir ini melihat yang mulia permaisuri hanya duduk dan berbincang dengan pangeran saja tanpa ada teh jadi selir ini berinisiatif membawa kan nya untuk permaisuri"ucap selir Jia.


"Kau terlalu memperhatikan permaisuri ini ternyata hingga selir Jia tahu permaisuri ini belum ada makan ataupun minum sedari tadi"ucap permaisuri Bianca.


"Hanya kebetulan saja yang mulia permaisuri"ucap selir Jia gugup.


"Terimakasih atas teh nya selir Jia"ucap permaisuri Bianca menerima teh tersebut dan menaruh nya di atas meja.


"Sama-sama yang mulia"ucap selir Jia kembali ke tempat duduk nya semula.


Cih dasar rubah betina,kau pikir aku bodoh tak tahu jika kau telah mencampurkan teh ini dengan racun,akan ku buat kau sendiri yang akan meminum nya,batin permaisuri Bianca menyeringai.


"Kalian tunggu di sini sebentar mama mau keluar dulu"ucap permaisuri Bianca pada kedua putra nya.


"Iya ma"ucap kedua nya.


Permaisuri Bianca keluar dari ruangan tersebut menuju kediaman selir Jia,ia memasuk kan teh yang di tangan nya ke dalam teko milik selir Jia dan menambahkan racun nya lagi.

__ADS_1


Lebih baik kau mati saja dari pada membuat ku kerepotan,batin permaisuri Bianca.


Ia kemudian keluar dari sana tanpa ada satu pun yang mengetahui nya hingga ia tiba di taman namun langkah nya terhenti melihat kaisar Alex dengan wanita lain di sana sedang duduk bersebelahan membuat nya penasaran siapa wanita tersebut.


"Cih menyusahkan ku saja"dengus permaisuri Bianca berjalan menuju kedua nya.


"Jika kalian ingin berdua an sebaik nya setelah acara itu selesai tidak baik di lihat para tamu yang masih ada di aula"ucap permaisuri Bianca membuat kedua nya kaget terutama kaisar Alex.


"Permaisuri"ucap kaisar Alex berdiri dari duduk nya.


"Anda santai saja yang mulia kaisar kenapa jadi panik begitu,tenang saja kedatangan saya bukan untuk mengganggu hanya memberitahu saja,kalau begitu saya pergi dulu"ucap permaisuri Bianca berjalan santai meninggalkan kedua orang tersebut.


Seperti nya akan ada satu selir yang masuk,aku baru saja akan menyingkirkan satu malah akan bertambah lagi,batin permaisuri Bianca kesal.


Kini permaisuri Bianca sudah bergabung dengan pangeran Albert dan Maxim,ia menatap para penari yang sedang berlenggak lenggok di depan nya membuat nya malu sendiri karna terlihat begitu menggelikan.


"Kenapa juga mereka harus membuat acara begini sih apa mereka tidak memikirkan anak kecil yang melihat nya"gumam permaisuri Bianca.

__ADS_1


"Selamat malam permaisuri Bianca"ucap seseorang menghempiri permaisuri Bianca membuat permaisuri Bianca menoleh.


"Selamat malam juga"ucap permaisuri Bianca menatap lelaki tampan di depan nya,dari ingatan pemilik tubuh yang ia tempati lelaki di depan nya adalah pangeran Zen.


__ADS_2