
Hari berlalu begitu saja besok adalah ulang tahun kaisar kerajaan matahari membuat semua penduduk di sana antusias ikut menyambut dan merayakan nya ulang tahun kaisar mereka yang bersikap bijaksana kepada rakyat nya.
Sementara Bianca sibuk bersama pelayan nya menangani pelanggan yang datang silih berganti tanpa henti karna tamu kerjaan sudah berdatangan dan mengingat restoran nya terkenal di sana membuat para pengunjung ingin mencoba nya dan jadi lah mereka tidak bisa istirahat sama sekali karna para pelanggan yang sangat banyak.
"Mama"panggil Al baru saja pulang sekolah menghampiri Bianca yang bolak balik ke sana kemari untuk melihat masakan yang ia buat.
"Ganti baju dulu Al baru ke sini jangan lupa makan setelah selesai ajak Mia juga ke sini bantu-bantu mama"ucap Bianca.
"Iya ma"ucap Al segera pergi ke rumah untuk melakukan perintah sang Ratu yang tidak bisa bantah.
"Nona seperti nya bahan yang kita simpan untuk stokan sudah mulai menipis"ucap karyawan Bianca.
"Benar seperti nya kita akan tutup lebih cepat dari sebelum nya karna hari ini sudah melelahkan,jika semua stok nya habis kita tutup saja dan besok kalian bisa libur selama dua hari kedepan"ucap Bianca.
"Kita tidak jadi buka nona"ucap karyawan satu lagi baru datang.
"Tidak usah,kalian nikmati hari libur saja hari ini saja sudah begitu melelahkan"ucap Bianca.
__ADS_1
"Iya nona"ucap mereka.
"Semangat untuk bekerja nanti setelah tutup bonus menanti"ucap Bianca membuat senyum mereka mengembang sempurna.
"Baik nona"ucap mereka serempak,dengan semangat semua kembali melakukan aktivitas mereka membuat Bianca geleng kepala.
"Tidak di dunia ini dan dunia sebelum nya jika bicara tentang bonus mata mereka akan melebar"gumam Bianca.
Saat asyik memasak untuk tamu yang masih terdatangan terdengar suara keributan dari arah luar membuat Bianca menghentikan acara memasak nya.
"Ada apa"tanya Bianca pada mereka yang satu persatu keluar dari dalam restoran nya menuju keluar untuk melihat.
Bianca pun keluar untuk melihat apa yang terjadi di depan restoran nya tersebut karna baru pertama kali ada keributan.
"Kau anak sialan berani nya menginjak gaun ku"teriak seseorang semakin membuat langkah Bianca bergerak cepat.
"Bukan saya yang salah nona"balas suara yang tak asing bagi Bianca.
__ADS_1
"Berani nya kau"ucap gadis tersebut ingin menampar anak itu namun ada tangan lain yang menghalangi nya.
"Jangan sentuh putra ku"ucap Bianca dingin saat sudah berada di depan kedua nya.
"Jadi anak sialan ini putra mu"ucap gadis tersebut dengan sombong.
Krakk
Aaaaa
Suara patah tulang serta teriakan kencang dari gadis tersebut membuat mereka yang melihat ngeri karna dengan mudah Bianca mematahkan tangan gadis tersebut.
"Berani nya kau mengatai putra ku seperti itu"ucap Bianca semakin dingin serta mata menajam.
"Pergi dari sini sebelum kau habis di tangan ku"tambah Bianca melepaskan tangan nya dari tangan gadis tersebut dengan kuat ia menghempaskan nya hingga gadis itu terjungkal ke kebelakang.
"Kau akan merasakan akibat nya telah berani pada ku"teriak gadis itu berdiri di bantu pelayan nya yang gemetar melihat Bianca.
__ADS_1
"Pergi"bentak Bianca kuat saat gadis itu masih saja menjawab ucapan nya,mungkin jika tidak banyak orang ia pasti akan mencekik gadis itu hingga mati.