
Permaisuri Bianca duduk di gazebo depan kediaman nya yang kini di kelilingi berbagai macam bunga tumbuh subur dan indah disekitar kediaman nya menjadikan kediaman milik nya seperti taman bunga. Sekarang ia sendirian di kediaman nya karna pangeran Albert telah kembali ke kediaman nya sendiri hanya saat makan saja dia datang karna menurut nya masakan permaisuri jauh lebih enak dari pada makan di pernjamuan.
"Hahhh sekarang bosan sekali setelah Mia pergi tidak ada lagi yang menemani ku di sini,pelayan lain belum ada satupun yang membuat ku mempercayai mereka"gumam permaisuri Bianca menyesap teh milik nya sambil memandang lurus kedepan.
"Maa"panggila pangeran Albert membuat permaisuri Bianca menoleh.
"Ada apa Al"tanya permaisuri Bianca.
"Ma kita keluar Al bosan di sini biasa nya kita akan jalan-jalan jika Al libur"ucap pangeran Albert.
"Ide bagus mama juga bosan sendirian tak tahu melakukan apa,sebentar mama ganti pakaian dulu"ucap permaisuri Bianca masuk ke kediaman nya mengganti pakaian nya menjadi rakyat biasa agar tak terlalu mencolok saat keluar.
Setelah selesai permaisuri Bianca keluar dan mengajak pangeran Albert untuk pergi,ia merangkul pundak pangeran Albert yang sekarang sama tinggi dengan nya membuat kedua nya terlihat sebagai kakak adik.
"Kenapa kau tinggi sekali sih"ucap permaisuri Bianca.
"Mama saja yang pendek"ucap pangeran Albert membuat permaisuri Bianca terdiam karna benar tubuh permaisuri Bianca yang asli pendeka namun memiliki wajah yang cantik dan imut hingga ia tak terlihat seperti sudah menikah.
"Ahh sudah lah nama nya juga sudah takdir"ucap permaisuri Bianca membuat pangeran Albert terkekeh mendengar nya.
Kedua nya berjalan sambil sesekali bercanda membuat siapa pun yang melihat akan iri menatap keakrapan ibu dan anak tersebut.
"Kalian mau kemana permaisuri"tanya kaisar Alex menghentikan langkah kedua nya.
__ADS_1
"Jalan-jalan keluar"ucap permaisuri Bianca.
"Bawa beberapa pengawal untuk menjaga kalian"ucap kaisar Alex.
"Ck tidak perlu kami masih bisa menjaga diri"ucap permaisuri Bianca.
"Jangan membantah permaisuri"ucap kaisar Alex.
"Kau meragukan kemampuan ku yang mulia kaisar"ucap permaisuri Bianca berubah datar.
"Aku hanya tidak ingin terjadi sesuatu pada kalian jika tak ada pengawal yang menjaga kalian"ucap kaisar Alex.
"Sudah lah bicara dengan mu membuang waktu saja,ayo Al kita pergi"ucap permaisuri Bianca menarik tangan pangeran Albert menjauh dari kaisar Alex yang menghela nafas kasar.
"Siapa yang menangis"gumam permaisuri Bianca.
"Al gak tau ma"ucap pangeran Albert menatap kesana kemari begitu juga dengan permaisuri Bianca.
"Asal nya dari sana"ucap peramaisuri Bianca menunjuk rumput yang lumayan tinggi tak jauh dari arah mereka.
Kedua nya berjalan pelan menuju asal suara tersebut hingga mereka melihat pangeran kedua yang tak lain putra selir Alula di sana menangis,ia berusia satu tahun lebih muda dari pangeran Albert.
"Hey kenapa kau menangis di sini pangeran"tanya permaisuri Bianca.
__ADS_1
"Ibunda Selir tidak ada lagi di kediaman nya ibunda permaisuri"ucap pangeran Maxim membuat kedua nya terdiam.
"Jangan manangis lagi kan masih mada ibunda permaisuri"ucap permaisuri Bianca berjongkok mensejajarkan diri nya dengan pangeran Maxim,jika saja selir Alula tak membuat ulah ia hanya akan memberinya pelajaran saja dan membuat nya pergi dari istana namun karna ulah selir Alula ia harus kehilangan Mia maka ia tak akan segan membalas nya dengan nyawa pula,jangan salahkan jika diri nya kejam pada orang yang membuat masalah pada nya jika mereka baik ia juga akan berbuat baik.
.
.
.
.
.
Hallo kakak semua nya jangan lupa untuk membaca cerita baru Author juga ya judul nya:
1.Kebahagiaan kecilku
2.Kamulah Takdirku
3.Istri Tak Dianggap Tuan Muda
4.Si Mata Biru Kesayangan King Mafia
__ADS_1
5.Mafia Dingin Jatuh Cinta