
Suasana istana terlihat sejuk dan indah namun sekarang kurang ramai karna tidak ada nya permaisuri Bianca yang pasti nya akan teriak atau membuat istana gaduh mungkin dari situ lah sifat pangeran Arnolt yang di turunkan oleh sang permaisuri.
"Kaisar Albert kenapa tidak kelihatan"tanya Siska teman dari putri Maria.
"Kakak ku banyak pekerjaan,lagi pula kenapa menanyakan kakak ku"ucap putri Maria ketus.
"Hanya ingin melihat nya saja"ucap Siska membuat putri Maria memutar bola mata nya malas,kejadian seperti itu sudah berulang kali ia lihat dan dengar,teman-teman nya yang sering berkunjung ke kaisaran dengan alasan bertemu dengan nya padahal mereka mencoba menarik perhatian kakak dan adik nya hingga kadang ia kesal sendiri melihat mereka.
"Apa kakak mu sudah memiliki kekasih atau orang yang ia suka"tanya Siska lagi.
"Aku tidak tahu lagi pula itu bukan urusan ku"ucap putri Maria yang memang benar ia tak pernah mau ikut campur masalah pribadi saudara nya itu.
"Hey putri Maria harus nya kau mencari tahu nya agar kamu tahu siapa dan bagaimana yang akan menjadi calon kakak ipar mu sekaligus ibu negeri ini"ucap Siska.
__ADS_1
"Kenapa juga kamu yang repot jangan bilang jika kamu suka dengan kakak ku"ucap putri Maria menatap selidik ke arah teman nya itu yang di balas senyum-senyum malu dari Siska.
"Hentikan saja hayalan mu itu aku tidak akan mau memiliki kakak ipar seperti mu"ucap putri Maria ketus berlalu meninggalkan teman nya itu.
Memang terlihat tidak sopan tapi bagi nya lebih baik pergi dari pada meladeni penjilat seperti Siska karna ia sudah tahu niat terselubung dari wanita seperti Siska karna mereka pernah satu akademik,kedua nya hanya berteman saja tapi tidak terlalu dekat.
"Kenapa kak"tanya putri Maisya.
"Biasa teman ku datang ke sini berkunjung tapi ada mau nya"ucap putri Maria di angguki mengerti oleh putri Maisya.
"Boleh juga mengurangi rasa kesal ku"ucap putri Maria.
"Coba saja mama di sini pasti setiap hari kita akan ke pasar berburu makanan"ucap putri Maisya.
__ADS_1
"Mereka akan kembali beberapa bulan lagi"ucap putri Maria.
"Istana ini terlihat sepi setelah mama dan ayah meninggalkan istana"ucap putri Maisya.
"Hmm"dehem putri Maria karna ia juga merasakan nya.
Kini kedua nya pergi ke kediaman mereka masing-masing untuk mengganti baju seperti rakyat biasa saja,setelah itu mereka keluar dari istana menuju ke pasar.
"Kita membeli apa dulu"tanya putri Maria.
"Kakak mau apa"tanya putri Maisya.
"Itu ada yang menjual perhiasan kita ke sana dulu mana tahu ada yang bagus"ucap putri Maria.
__ADS_1
Kedua nya berjalan ke arah toko perhiasan namun mata putri Maisya menatap makanan ke sukaan nya hingga ia berjalan ke arah sana,kedua nya jadi terpisah putri Maria sendiri tidak menyadari jika putri Maisya tidak ada di belakang nya ia asyik menatap perhiasan tersebut dan membeli nya setelah dapat ia melangkah meninggalkan toko itu.
"Kita kemana lagi,kamu mau membeli apa"ucap putri Maria terus berjalan namun tak ada jawaban membuat nya menoleh kebelakang tak menemukan putri Maisya di belakang nya membuat nya panik dan berlari ke belakang lagi.