Cinta Untuk Permaisuri Arogan

Cinta Untuk Permaisuri Arogan
Episode 43


__ADS_3

Kaisar Alex menikmati perjalan nya kali ini dengan bahagia karna bisa berduaan dengan permaisuri Bianca,ia menyandarkan dagu nya di bahu permaisuri Bianca yang duduk di depan nya sedangkan sebelah tangan nya memeluk perut datar permaisuri Bianca dan selelah lagi memegangi tali kuda yang mereka berdua tunggangi.


"Bisakah kau melepaskan tangan mu dan fokus saja ke depan"ucap permaisuri Bianca merasa risih sendiri.


"Tidak bisa nanti kau malah jatuh dari sini jika aku tak memeluk mu"ucap kaisar Alex.


"Cih kau kira aku akan mudah jatuh apa biar pun aku seorang wanita tapi menunggangi kuda sudah biasa bagi ku"ucap permaisuri Bianca ketus.


"Dari mana kau bisa menunggangi kuda bukan kah dulu kau sama sekali tak bisa berkuda"tanya kaisar Alex.


"Kau tidak tahu bagaimana aku sebenar nya jadi tidak usah bertanya"ucap permaisuri Bianca datar.


Saat mereka tiba di tengah hutan kuda kaisar Alex berjalan pelan karna merasakan ada yang mengawasi mereka begitu juga dengan permaisuri Bianca yang merasakan nya.


"Kau merasakan sesuatu"tanya permaisuri Bianca menatap sekeliling mereka.


"Hmm jangan jauh dari ku"ucap kaisar Alex turun dari kuda nya begitu juga dengan permaisuri Bianca.


"Jaga kereta kuda dengan baik jangan biarkan pangeran Albert dan Mia keluar dari dalam"ucap permaisuri Bianca pada pengawal yang tak jauh dari mereka.


"Baik permaisuri"ucap mereka serentak segera mengelilingi kereta kuda karna melihat kaisar Alex juga waspada pasti akan ada sesuatu yang terjadi.


"Keluar lah"ucap kaisar Alex dingin mengeluarkan pedang milik nya.


Keluar sekitar dua puluh orang berpakaian hitam dari balik semak-semak mengelilingi mereka dengan senjata di tangan mereka masing-masing.


"Karna sudah ketahuan jadi kami akan langsung saja mengerjakan pekerjaan kami"ucap seseorang dari mereka yang seperti nya ketua dari pembunuh bayaran tersebut.


"Ohhh pekerjaan apa"tanya permaisuri Bianca penasaran,siapa tahu mereka musuh yang ingin membunuh kaisar Alex bukan.

__ADS_1


"Tentu saja membunuh permaisuri tak berguna seperti mu dan juga putra mu yang lumpuh itu"ucap nya enteng membuat darah permaisuri Bianca seketika mendidih di buat nya begitu juga dengan kaisar Alex.


Tanpa kata permaisuri Bianca mengeluarkan pedang nya dan berlari kencang ke arah ketua pembunuh bayaran tersebut dan


Srekk


Kepala pembunuh bayaran tersebut terlepas dari tubuh nya begitu saja membuat mereka tercengang melihat nya,gerakan permaisuri Bianca sama sekali tak terlihat oleh mereka yang begitu cepat begitu juga kaisar Alex tak menyangka permaisuri Bianca selihai itu.


"Kalian ingin mencoba nya juga bukan"ucap permaisuri Bianca menyeringai membuat mereka sadar dari keterkejutan mereka.


"Habisi mereka"ucap salah satu dari mereka segera menyerang kaisar Alex dan permaisuri Bianca serta pengawal yang menjaga kereta kuda pangeran Albert.


trangg


prangg


Suara dentingan pedang saling beradu terdengar nyaring di tengah hutan tersebut di iringi suara teriakan juga.Permaisuri Bianca dengan cepat membunuh mereka yang berada di depan nya tanpa belas kasihan sedikit pun,hingga mata nya menatap arah kereta kuda yang tadi nya di kelilingi pengawal kini satu persatu mulai tak terlihat karna menghadapi pembunuh bayaran tersebut.


Permaisuri Bianca yang sedikit khawatir pada pangeran Albert dan Mia yang sekarang tak satu pun pengawal berada di dekat mereka dengan cepat membunuh siapa pun yang berada di depan nya dan langkah nya semakin mendekati kereta kuda.


"Permaisuri hati-hati"ucap kaisar Alex pada permaisuri Bianca.


"Hmm habisi mereka aku akan melindungi pangeran Albert dulu"ucap permaisuri Bianca.


Di dalam kereta kuda Mia dan pangeran Albert menatap khawatir pada permaisuri Bianca yang sedang melawan pembunuh bayaran tersebut.


"Aku akan keluar membantu mama saja"ucap pangeran Albert mengambil pedang milik nya juga.


"Jangan pangeran mereka cukup kuat kau tidak akan bisa melawan mereka dengan mudah"ucap Mia mencegah pangeran Albert. Walaupun permaisuri Bianca mengajarkan mereka ilmu beladiri dan pedang namun pembunuh bayaran itu bukan lah lawan mereka di lihat dari cara mereka bertarung belum lagi mereka juga belum terlalu kuat di usia mereka masih kecil terutama pangeran Albert.

__ADS_1


Saat kedua nya berada di dalam kereta seseorang dari pembunuh bayaran itu berhasil masuk kedalam membuat kedua nya berteriak.


"Cepat keluar biar aku yang melawan nya"ucap Mia mengambil pedang milik pangeran Albert mencoba menghadang pedang pembubuh bayaran tersebut.


"Tidak kak bagaimana dengan mu"ucap pangeran Albert tak tahu berbuat apa karna pedang nya sudah di tangan Mia.


"Jangan pikirkan aku cepat keluar dari sana"ucap Mia.


"Tapi kak"ucap pangeran Albert enggan meninggalkan mia yang sudah ia anggap kakak kandung nya sendiri.


"Cepat keluar sudah tidak ada waktu lagi"ucap Mia berteriak hingga membuat perhatian permaisuri Bianca beralih menatap kereta kuda tersebut.


"Sialan"umpat permaisuri Bianca berlari kencang menuju kereta kuda.


Aaaa


Suara teriakan kedua nya tepat permaisuri Bianca membuka pintu kereta ia segera menusuk punggung pembunuh bayaran tersebut dan marik nya keluar dari dalam tanpa ampun ia menebas kepala pembunuh bayaran itu lalu masuk ke dalam kereta.


"Mia bangun hey"ucap pangeran Albert menepuk pipi Mia yang sudah memejamkan mata nya karna melindungi nya Mia terkena tusukan pedang tepat di dada nya.


"Miaa"ucap permaisuri Bianca memeriksa pergelangan tangan mia saat melihat darah terus mengucur dari dada mia,mata nya melotot kaget setelah memeriksa Mia yang sudah tak bernafas lagi.


"Mama bagaimana dengan Mia ma"tanya pangeran Albert mulai menangis.


"Jangan keluar dari sini"ucap permaisuri Bianca keluar dari dalam kereta dengan hawa membunuh kuat,ia mengambil pedang nya yang tadi sempat ia taruh di untuk memeriksa Mia.


"Mati lah kalian semua di tangan ku"ucap permaisuri Bianca dengan nada terdengar mengerikan di dengar oleh mereka membuat tubuh mereka merinding.


Ia segera membantai pembunuh bayaran tersebut tanpa ampun untuk melampiaskan amarah nya,bahkan para pengawal yang masih hidup menepi dan mendekati kereta kuda dengan keadaan luka-luka saat permaisuri Bianca seperti kesetanan membunuh pembunuh bayaran yang tadi nya mereka lawan kini sudah tak bernyawa di buat oleh permaisuri Bianca.

__ADS_1


Sama hal nya dengan kaisar Alex yang juga sudah berhasil membunuh mereka yang selalu datang tak ada habis nya kini berhenti melihat keganasan permaisuri Bianca,ia yang terkenal kejam dan sadis tenyata permaisuri Bianca lebih mengerikan jika telah membuat permaisuri Bianca murka.


__ADS_2