Cinta Untuk Tuan Arga

Cinta Untuk Tuan Arga
Pria brengsek


__ADS_3

Lovely membanting tasnya di atas kasur dan ia terlihat menangis, gadis itu begitu rapuh. Hidupnya sudah hancur berkeping-keping. Lantas, siapa yang akan ia percaya.


Di saat yang bersamaan, dering ponsel miliknya berdering, Lovely melihat jika itu adalah Monica yang sedang menghubungi dirinya.


"Monica!"


Lovely hari itu tidak ingin berbicara dengan siapapun, ia pun menutup teleponnya dan meletakkan kembali ponselnya. Namun, lagi-lagi dering dari ponselnya membuat Lovely melihat kembali siapa yang sudah menghubunginya.


Benar saja, Monica lagi yang terus berusaha untuk menghubunginya. Rasanya Lovely sudah tidak tertarik berbicara dengan Monica, ia ingin sendirian tanpa ada yang mengganggu dirinya.


Sementara di sisi lain, seorang gadis dengan penampilan tomboi sedang kesal karena teleponnya selalu direject oleh Lovely. Gadis dengan potongan rambut cepak dan memakai kaos oblong warna hitam dipadukan dengan celana jeans dan sepatu cats, di bibir serta lidahnya terdapat tindikan. Belum lagi pada area telinganya. Wajahnya tanpa polesan, polos tapi cukup membuat sepat mata. Pasalnya ia terlihat urakan.


"Sialan, si Lovely kenapa sih? Tumben-tumbenan dia nolak telepon ku, aku harus cari tahu apa yang terjadi, apa jangan-jangan si Bisma itu menyakiti Lovely lagi, tuh cowok emang minta dikebiri, Ck!" umpat Monica yang sudah tentu dirinya tahu rahasia besar Lovely. Karena gadis itu menceritakan semuanya kepada sang sahabat.

__ADS_1


Sedangkan Lovely, ia lebih memilih memeluk bantal dan menenangkan pikirannya sambil sesekali mengusap air matanya. Lagi-lagi, Lovely dikejutkan dengan suara telepon yang kali ini sungguh membuatnya sangat kesal. Lovely menduga jika itu adalah Monica yang sedang menghubunginya.


"Monica, ngapain sih tuh anak nelpon aku lagi, musti dibilangin tuh orang, ganggu aja!" Lovely mulai ketus karena ulah Monica, ia pun segera bangun dan mengambil ponselnya tanpa melihat ke layar siapa yang sedang menghubunginya.


Tanpa aba-aba, Lovely membuka tombol terima dan memaki-maki orang yang disangkanya Monica.


"Bisa nggak sih kamu nggak ganggu aku dulu, kepalaku pusing tahu, nggak. Sekarang aku minta jangan telepon aku lagi, mengerti!" Lovely berkata dengan nada tinggi, seolah dirinya tengah berkata kepada Monica, hingga tiba-tiba dirinya dikejutkan dengan suara yang sangat ia kenali saat hendak menutup telepon itu.


"Ray, em ... maaf aku kira tadi Mo-Monica." Lovely mengurungkan niat untuk menutup ponselnya.


"Apa, Monica? Dia masih menghubungimu?" Ray tampaknya masih khawatir jika teman Lovely masih mencarinya.


"Hmm ... iya tadi dia berusaha nelpon aku, tapi nggak aku jawab, aku biarkan. Tahunya sekarang kamu yang nelpon," jawab Lovely. Ray menghela nafasnya. Entah kenapa sejak kejadian semalam, Ray menjadi sedikit khawatir dengan Lovely. Ia khawatir jika teman Buci nya masih mencari Kakak dari wanita yang dicintainya itu.

__ADS_1


"Kamu sekarang ada di mana? Apa orang suruhanku sudah mengantarkan mu pulang?" tanya Ray menyelidik.


"Iya, aku sekarang di rumah. Tepatnya di dalam kamar. Ngomong-ngomong buat apa kamu menyuruh orang untuk mengawasiku? Bukankah kamu tidak perduli dengan diriku. Kamu benar-benar pria yang brengsek!"


Ray tersenyum miring saat mendengar ucapan dari Lovely.


"Brengsek katamu? Sebrengsek-brengseknya aku, setidaknya aku sudah membuatmu putar haluan, aku tahu betul kalau kamu sangatlah normal, Lovely. Apa kamu tidak pernah menyadarinya?"


Lovely terdiam, gadis itu hanya bisa memijit pelipisnya. Karena bagaimanapun juga apa yang dikatakan oleh Ray ada benarnya. Sejak kejadian itu dirinya lebih dingin kepada Monica, bahkan dirinya merasa tidak nyaman jika Monica menghubunginya.


"Kenapa diam saja!" Ray menggertak gadis itu.


...BERSAMBUNG ...

__ADS_1


__ADS_2