
"Pak Cipto nggak bercanda, kan?" sahut Lovely yang tentu saja gadis itu sangat terkejut saat mendengar pengakuan dari pak Cipto.
"Untuk apa saya berbohong, saya tidak mungkin berkata bohong, saya berani bersumpah jika Tuan muda Ray adalah putra kandung Nyonya Desy dengan Tuan Faruk. Tuan Faruk adalah suami keduanya, mereka dikaruniai seorang anak laki-laki yang sangat tampan yang tak lain adalah Tuan muda Raymond!" jelas pak Cipto.
Lovely pun mendengarkan secara seksama penjelasan dari asisten setia keluarga Ray. Pria tua itu menceritakan bagaimana hubungan Madam Desy dengan Ray dan juga Arga.
"Madam Desy adalah seorang janda beranak satu. Mereka menikah tanpa persetujuan Tuan besar. Saat menikah dengan Tuan Faruk, Nyonya Desy membawa seorang anak laki-laki itu berumur sekitar 7 tahun, dan itu adalah anak dari almarhum suami pertamanya yang juga seorang konglomerat."
__ADS_1
"Lalu, bagaimana Madam Desy bisa berpisah dengan Ray dan keluarganya?" tanya Lovely yang semakin penasaran. Pak Cipto menghela nafasnya, sungguh penderitaan Madam Desy saat itu sangatlah membuat hati menangis.
"Tuan besar menyuruh Madam Desy untuk segera pergi meninggalkan Tuan Faruk. Jika tidak, maka anak pertama Madam Desy akan mereka bunuh. Tentu saja itu pilihan yang amat sulit bagi wanita sepertinya, di saat ia sayang-sayangnya kepada kedua buah hatinya, di saat itu juga ia harus dipaksa untuk keluar dari rumah ini. Wanita itu menangis, merengek kepada Tuan besar untuk tidak mengusirnya. Tapi, Tuan besar tetap pada pendiriannya, jika dalam keluarga ini pantang memiliki menantu seorang janda. Sebelum Nyonya Desy pergi dari rumah ini, ia sempat memberikan kalung ini kepada Ray kecil yang saat itu masih berusia 6 bulan. Ia meminta kepada Tuan Faruk untuk menjaga Ray kecil dan mengingatkan tentang ibunya dengan melihat kalung itu."
Penjelasan pak Cipto seketika membuat Lovely ikut menangis. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan Madam Desy saat itu, pasti perasaannya hancur berkeping-keping. Madam Desy pasti mengalami dilema berat. Ia sangat menyayangi kedua putranya. Meskipun kedua putranya bukan dari satu ayah yang sama. Setidaknya mereka lahir dari rahimnya dan Madam Desy yang mengandung mereka selama 9 bulan.
Pak Cipto menundukkan kepalanya dan setelah itu ia menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Astaga! Kenapa pak Cipto menyembunyikan rahasia besar ini dari Ray? Harusnya Ray tahu jika ibunya masih hidup, Pak! Apa bapak tidak merasakan bagaimana Ray sangat kehilangan sosok ibu dalam hidupnya. Dan saya tahu itu. Ray sangat merindukan ibunya dan kalung ini adalah bukti kasih sayang Madam Desy untuk Ray. Ya Tuhan! Kenapa sekarang semuanya baru terkuak. Ray adalah saudara sekandung Arga, dan Arga adalah Kakaknya Ray. Oh my god pak Cipto!!" Lovely pun melepaskan kalung itu dan akan menyimpannya kembali.
Gadis itu berniat untuk mengatakan yang sebenarnya kepada Ray tentang siapa sebenarnya Arga.
Sementara itu di kantor, Ray pun tidak bisa menahan amarahnya kali ini. Pria itu tampak begitu dendam. Kali ini ia sudah terlambat. Arga memiliki kekuatan besar hanya untuk sekedar melawan seorang Ray.
"Kurang ajar, Ray! Aku tidak akan biarkan dia selamat. Dia harus mendapatkan balasan dariku. Kali ini aku tidak bisa lagi menahannya. Arga! Kau harus mati!!" ucap pria itu dengan mengepalkan tangannya penuh dendam.
__ADS_1
...BERSAMBUNG...