
Malam itu juga, Lovely segera pergi ke rumah Arga untuk memberi tahukan jika Ray adalah adiknya.
"Nona mau kemana?" tanya pak Cipto saat Lovely beranjak mengambil tasnya.
"Ini tidak bisa dibiarkan, Pak. Saya harus segera mengatakannya kepada Arga. Mereka berdua tidak tahu jika sebenarnya mereka adalah bersaudara. Sebelum semuanya terlambat." Ucap gadis itu sembari terus melangkahkan kakinya menuju keluar rumah.
"Tapi, Non! Non Lovely tidak bisa pergi begitu saja tanpa seizin Tuan muda. Nanti kalau terjadi apa-apa bagaimana?" sahut pak Cipto khawatir.
"Pak Cipto tidak usah khawatir, saya pasti baik-baik saja!" Lovely berusaha untuk tidak membuat pak Cipto khawatir. Setelah itu Lovely segera pergi meninggalkan kediaman Ray dan segera menaiki taksi yang sudah dipesannya.
"Ini semua kesalahanku, harusnya aku mengatakannya dari dulu, semoga saja Non Lovely berhasil!" pak Cipto bergumam dalam hatinya. Berharap masih belum terlambat untuk menyatukan keluarga itu.
Tanpa terasa jam sudah menunjukkan hampir pagi. Lovely berharap Madam Desy bisa mengerti penjelasannya. Karena setelah dirinya putus dari Arga. Madam Desy menjadi agak dingin terhadap Kakak kandung Cinta itu.
Di saat dalam perjalanan menuju ke rumah Arga. Tiba-tiba mobil Lovely dihadang oleh sebuah mobil minibus. Sontak taksi yang ditumpangi oleh Lovely berhenti seketika.
"Ada apa, Pak?" tanya Lovely terkejut kenapa tiba-tiba taksi berhenti.
"Ada mobil di depan, Mbak. Mendadak berhenti di tengah-tengah!" balas sang sopir.
Lovely segera melihat ke arah depan. Ia melihat dua orang pria turun dari mobil itu dan segera menghampiri taksi miliknya. Tentu saja Lovely sudah merasa tidak tenang.
Benar saja, kedua orang itu membuka pintu mobil taksi yang ditumpangi oleh Lovely. Mereka memaksa Lovely untuk segera ikut bersama mereka.
"Ayo ikut!" paksa salah seorang diantaranya. Sementara yang satunya tampak mengancam sopir taksi dengan sebuah pisau.
"Eh siapa kalian? Lepaskan!" Lovely berusaha untuk berontak. Tapi, pria itu tetap memaksa gadis itu untuk ikut ke dalam mobilnya.
"Hei brengsek! Lepaskan aku sialan!"
Lovely terus berusaha untuk menendang pria itu dan menggerak-gerakkan tubuhnya agar ia bisa lepas dari cengkeraman orang tak dikenal itu. Karena Lovely terlalu banyak bergerak, pria tak dikenal itu segera mengambil sapu tangan yang sudah diberi obat bius.
__ADS_1
Sapu tangan itu ia bekapkan pada mulut Lovely agar sang gadis tidur. Benar saja, tubuh Lovely mulai lemas dan akhirnya Ia pun tertidur.
*
*
*
Matahari sudah menampakkan wajahnya. Pagi yang indah bagi Arga dan Cinta. Arga bangun lebih awal karena dirinya harus ke kantor pagi sekali hari ini. Ia harus segera memeriksa bagaimana perkembangan perusahaanya yang baru saja terkena goncangan dahsyat. Ia juga akan memantau pergerakan perusahan Ray yang sudah ia bidik.
"Sayang, kamu kok udah bangun aja sih! Aku belum bikinin kamu sarapan, aku juga belum mandi!" ucap Cinta saat dirinya masih berselimutkan kain tebal. Arga yang saat itu sedang berdiri dan merapikan jasnya di depan kaca segera menoleh ke arah sang istri yang baru saja terbangun dari mimpi indahnya semalam.
"Hari ini aku harus segera ke kantor, ada hal yang harus aku selesaikan secepatnya. Terimakasih untuk semalam!" ucap pria itu sambil duduk di samping istrinya.
"Terimakasih? Untuk apa?" sahut Cinta sambil berpikir.
"Untuk goyanganmu yang gemulai! Ternyata kamu semakin pintar dan semakin menggairahkan!" balas Arga dengan berbisik.
"Tentu saja aku harus lebih pintar dan lebih menggairahkan, agar suamiku tidak tertarik lagi dengan benda-benda jelek itu. Apa kamu masih ingin bernostalgia dengan kotak harta Karun mu itu, Sayang?" goda Cinta yang mengingatkan Arga tentang barang-barang imitasi yang dulu pernah membuatnya berbelok arah.
Arga tertawa kecil dan berkata, "Sepertinya aku sudah lupa bagaimana rasanya saat dengan benda-benda konyol itu. Karena sekarang yang selalu aku ingat adalah rasa nikmat saat bersamamu. Itu yang tidak akan pernah ku lupakan!"
"Gombal sekali Tuan Arga!" ucap Cinta sambil tersenyum malu-malu.
"Ya enggak lah, kamu adalah candu ku. Aku nggak bisa bayangkan jika ada yang berusaha untuk mendekatimu, pasti aku sudah gila. Aku pastikan dia akan mati di tanganku, siapapun orangnya, jika dia berani-beraninya ingin mengambil kamu dari sisiku. Maka Arga tidak akan pernah membiarkan dia hidup. Karena Cinta hanya untuk Arga seorang!"
Mendengar ucapan dari sang suami, Cinta segera menyembunyikan wajahnya pada ceruk leher sang suami. Aroma maskulin dari tubuh Arga sungguh membuat Cinta begitu nyaman.
*
*
__ADS_1
*
Pagi itu Ray pulang ke rumahnya. Wajahnya lusuh dan tidak bersemangat. Bagaimana tidak, hampir semua aset data perusahaan jatuh ke tangan Arga dengan sia-sia, hanya karena sebuah virus hacker yang berhasil Arga kirimkan.
Pak Cipto melihat kepulangan Ray. Pria itu segera menyambut kedatangan sang majikan dengan tatapan aneh.
"Tuan muda sudah pulang! Ada apa, Tuan? Apa ada masalah?" tanya pak Cipto yang curiga dengan ekspresi wajah Ray yang sepertinya sedang tidak baik-baik saja.
"Aku sudah hancur, Pak! Habis sudah. Semua ini gara-gara pria bajingan itu, hanya dalam waktu semalam saja semua data-data perusahaan kita jatuh ke tangan mereka. Brengsek!" ungkap Ray dengan kesal.
"Astaga, bagaimana hal itu bisa terjadi? Bukankah Tuan sendiri yang sedang berencana untuk mengirim virus itu ke perusahaan Tuan Arga? Kenapa sekarang bisa jadi kebalik? Saya yakin ini pasti ada yang tidak beres, Tuan." ucap pak Cipto yang mulai curiga jika mereka berdua diadu domba.
"Maksud pak Cipto apa? Sudah jelas-jelas Arga mengirimkan virus itu. Pria itu memang bajingan, dia sudah mengambil Cinta dariku, sekarang dia mau mengambil perusahaan ku juga, aku tidak akan membiarkannya!" umpat Ray dengan penuh emosi.
"Saya rasa ada sesuatu yang harus diluruskan, Tuan. Saya merasa ini adalah sebuah konspirasi untuk membuat Anda dan Tuan Arga berseteru. Karena Tuan Arga tidak mungkin dengan begitu mudahnya mengirimkan virus untuk mencuri data-data perusahaan Anda jika tidak ada sesuatu yang memaksanya seperti itu. Saya sangat yakin sekali!" ucap pak Cipto.
"Kenapa pak Cipto bisa seyakin itu? Itu artinya pak Cipto tidak percaya kepada Tuan Bisma?" sahut Ray sambil menautkan kedua alisnya.
"Sangat tidak percaya, Tuan. Dari dulu Bisma Panega terkenal dengan kelicikannya, apa Anda belum menyadarinya? Iya, mungkin saya belum bercerita kepada Anda tentang siapa Bisma Panega itu. Dia sudah merebut Mamanya Non Cinta dan Non Lovely dari keluarga mereka. Iya, laki-laki itu sengaja merayu Nyonya Yolanda untuk mendapatkan keinginannya. Ia rela menjadi gigolo untuk bisa menduduki kursi perusahaan wanita itu dengan cara yang licik. Ia juga sudah memisahkan Kakak beradik yang saat ini sedang dekat dengan Anda."
"Apa ini yang sebenarnya Lovely sembunyikan dariku? Itu sebabnya kenapa dia begitu benci kepada Tuan Bisma!" pikir Ray yang mulai menebak apa yang sebenarnya terjadi pada kakak Cinta itu.
Ray pun mengusap wajahnya kasar. Saat ini hatinya sedang kacau. Ia pun ingin segera bertemu dengan Lovely untuk berbicara tentang Bisma.
"Apa Lovely sudah bangun?" tanya Ray sambil beranjak dari ke kamar Lovely.
"Non Lovely sudah pergi, Tuan. Katanya dia ingin bertemu dengan Madam Desy untuk ...!" belum selesai pak Cipto mengatakan semuanya. Tanpa banyak basa-basi Ray segera pergi menyusul gadis itu.
"Lovely! Kenapa kamu pergi tanpa seizin dariku. Kamu benar-benar membuatku marah!!"
...BERSAMBUNG ...
__ADS_1