
"Tidaaakkk!"
Madam Desy berteriak keras ketika suara letusan senjata dari tangan Arga terdengar begitu memekakkan telinga.
"Argaaa!"
Cinta berlari ke arah sang suami dan segera memeluknya dari belakang. Sementara itu Arga terlihat lemas seketika. Pak Cipto segera mengambil senjata dari tangan Arga dan membuangnya.
Madam Desy yang juga mendengar pengakuan dari pak Cipto, wanita itu tak berhenti menangis. Bahkan ia semakin sesenggukan kala ia tahu jika pemuda yang ada di depannya adalah anak kandungnya sendiri.
Begitu juga dengan Ray. Beruntung tembakan Arga meleset dan tidak mengenai tubuh pria itu. Karena Arga sempat sadar pak Cipto mengatakan bahwa Madam Desy adalah ibu kandung Raymond Shawn. Itu artinya Raymond adalah adik kandungnya.
"Apa yang sudah aku lakukan?" pekik Arga sambil bersimpuh, menangis karena dirinya hampir saja menembak saudaranya.
__ADS_1
Pak Cipto pun segera menjelaskan kepada mereka semua jika Ray adalah putra kandung Madam Desy dan Tuan Faruk.
"Saya minta maaf kepada Tuan muda. Saya terpaksa mengikuti Anda kemari karena saya tidak ingin terjadi pertumpahan darah antara dua bersaudara. Selama puluhan tahun saya menyembunyikan rahasia besar ini. Dan sekarang saya akan mengatakan dengan sejujur-jujurnya jika Madam Desy adalah ibu kandung Anda, Tuan! Dan Tuan Arga adalah Kakak Anda ...!"
Baik Arga maupun Ray, keduanya lemas seperti tak bertulang mendengar pengakuan dari pak Cipto.
"Pak Cipto tidak berbohong, kan? Kenapa pak Cipto baru mengatakannya sekarang?" sahut Ray dengan air mata yang mulai membasahi wajah tampannya.
"Saya minta maaf, Tuan. Saya terpaksa melakukannya karena saya sudah bersumpah kepada almarhum kakek Anda untuk menyembunyikan rahasia ini dari siapapun. Dan saya berpikir setelah ini Anda dan Nyonya Desy tidak akan bertemu lagi. Tapi nyatanya justru Anda dan Tuan Arga sedang bermusuhan. Itulah kenapa saya bertekad melanggar janji saya kepada almarhum Kakek Anda. Karena saya rasa Anda sangat membutuhkan ibu dan saudara kandung Anda. Ibu Anda masih hidup dan beliau sangat menyayangi Anda, dan sekarang mereka semua ada di sini. Iya, Tuan Arga adalah Kakak Anda!"
"Iya, Tuan! Tuan Ray adalah Alvaro. Adik Anda sendiri!"
Mendengar pengakuan dari pak Cipto, Arga mengepalkan kedua tangannya dan ia berusaha memukuli dirinya sendiri.
__ADS_1
"Kenapa, kenapa aku begitu bodoh! Hampir saja aku membunuh adikku sendiri. Bodoh sekali kau Arga, bodoh!!"
Cinta yang berada di sampingnya terus berusaha untuk membuat suaminya tenang.
"Sudah, Sayang! Kamu harus tenang. Harusnya kamu bersyukur bisa bertemu dengan adikmu lagi. Tuhan masih menyayangi kalian berdua, kalian berdua masih diberi kesempatan untuk bersama. Akhirnya, doamu terkabul dan sekarang kamu bisa berkumpul kembali dengan adikmu. Terlepas dari itu semua, Mommy pasti sangat bahagia melihat dua orang putranya berada dalam pelukannya. Pergilah! Peluk mereka!"
Arga menatap wajah sang istri dan mengangguk. Dilihatnya kedua orang yang paling disayanginya sedang duduk di atas lantai. Madam Desy tidak percaya jika dirinya akan bertemu lagi dengan putra kandungnya setelah puluhan tahun. Wanita itu menangis sambil mengusap wajah Ray. Wajah Alvaro anaknya.
"Alvaro anakku! Sekarang kamu sudah dewasa, aku tidak menyangka bisa melihatmu lagi setelah sekian lama aku meninggalkan kalian. Aku minta maaf jika meninggalkanmu sendirian, Nak! Sungguh, aku sangat tidak berdaya saat itu!" ucap Madam Desy.
Ray pun tidak bisa berkata apa-apa, seolah bibirnya kelu untuk berucap. Yang ada hanyalah dirinya begitu bahagia melihat ibu kandungnya masih hidup.
"Mama!!" panggil Ray kepada Madam Desy.
__ADS_1
...BERSAMBUNG...