Cinta Untuk Tuan Arga

Cinta Untuk Tuan Arga
Maafkan Mama!


__ADS_3

Semua mata tertuju kepada seorang wanita yang berdiri di tengah pintu dengan memegang pistol di tangannya.


"Mama!!"


Kedua putrinya menyeru saat melihat wajah wanita yang melahirkan mereka tiba-tiba ada di sana.


Sementara itu, Bisma pun sudah lemas tergeletak di atas lantai dengan bersimbah darah. Tembakan itu tepat mengenai punggung pria itu. Bisma tergeletak dengan posisi menelungkup.


"Mama ...!" Suara itu lolos dari bibir Cinta. Entah berapa tahun dirinya tidak bertemu dengan sang Mama. Kini, dirinya bertemu kembali dengan wanita yang melahirkannya dengan kondisi yang sangat memilukan.


Yolanda menatap wajah kedua putrinya. Air mata wanita itu mulai mengalir saat melihat kedua putrinya sedang menatap dirinya. Perlahan, Yolanda menjatuhkan senjata itu dari tangannya.


Ia berjalan menghampiri kedua putrinya. Dengan langkah yang gemetaran, Yolanda menjemput kedua anak kandungnya. Anak yang pertama yang ia hampiri adalah putri keduanya, Cinta.


"Mama ...!"


Tak bisa dipungkiri, Cinta sendiri juga sangat merindukan sosok ibunya. Kini, dirinya dipertemukan lagi setelah puluhan tahun mereka tidak bersua. Yolanda terlalu percaya kepada Bisma daripadanya kepada anak-anaknya.


Tangan yang mulai menunjukkan guratan otot menua itu, mencoba melepaskan ikatan yang ada pada Cinta.


Cinta hanya bisa tertegun saat sang Mama berada begitu dekat dengan dirinya. Setelah ikatan tali itu terlepas dari tubuh Cinta. Yolanda mengusap lembut wajah putri keduanya sambil berkata. "Maafkan Mama, Nak! Selama ini Mama sudah melupakanmu. Mama bukanlah ibu yang baik."


"Jangan bicara seperti itu, Ma! Mama tetaplah ibu yang baik. Cinta masih menyayangi Mama. Meskipun sebenarnya Cinta kecewa sama Mama karena meninggalkan aku dan Papi. Tapi, aku dan Papi tidak pernah membenci Mama. Hanya saja, Cinta selalu menangis di setiap malam karena tidak bisa memeluk Mama dan Kak Lovely lagi. Sekarang, Cinta sangat bahagia bisa memeluk Mama. Cinta kangen, Mama!"


Yolanda memeluk putrinya penuh keharuan. Pertemuan ibu dan anak itu tentu saja membuat semuanya ikut terharu. Lovely sendiri juga ikut bahagia, akhirnya ibu dan adiknya bisa berkumpul kembali.


"Kamu akan mendapatkan kasih sayang Mama lagi, Cinta! Mama tidak akan membiarkan pria itu menyakiti putri Mama. Mama pasti akan membunuh siapa saja yang sudah menyakiti anak-anak Mama." Yolanda terlihat menciumi wajah Cinta penuh kerinduan.

__ADS_1


"Kamu sekarang cantik sekali, Sayang! Dulu Mama meninggalkan mu saat kamu masih 10 tahun. Ternyata Mas Fadly sangat menyayangimu tidak seperti Mama yang egois ini."


"Mama ...."


Setelah Cinta dan Yolanda saling melepaskan rindu. Mereka pun melepaskan tali yang membelenggu Lovely, Arga dan Ray. Anak buah Arga tidak bisa melawan karena Yolanda yang mengambil alih. Sedangkan Bos mereka sudah tidak berdaya lagi. Setelah tali-tali itu terlepas. Lovely pun memeluk Yolanda dan Cinta. Mereka saling melepaskan rindu.


"Maafkan Mama, Lovely! Selama ini Mama tidak mau mendengarkan keluhanmu. Mama sudah dibutakan cinta. Mama tidak tahu jika pria brengsek itu sudah merusak anak Mama. Sekarang dia juga ingin merusak anak Mama yang lainnya. Mama tidak akan biarkan. Lebih baik dia mati!"


Yolanda mendekap kedua putrinya. Arga dan Ray berjaga dan waspada, mereka memeriksa apakah Bisma sudah mati atau belum. Ternyata pria itu masih bernafas tapi sekarat.


"Dia masih hidup, tapi jangan khawatir! Pria ini tidak akan bisa menyakiti kalian lagi. Sebentar lagi polisi akan datang ke mari!" Seru Arga sembari menjauhkan pria itu dari ketiga wanita yang sedang melepaskan rindu.


Lovely yang mendengar itu. Ia pun spontan bangkit dan mengambil sebilah pisau yang ada di atas sebuah meja. Sebilah pisau buah, dengan tatapan yang menjijikkan melihat pria itu. Lovely menghampirinya Bisma yang masih sekarat dengan membuka celananya.


"Lovely, apa yang kamu lakukan?" seru Ray sembari menahan tangan Lovely.


Lovely menggerakkan tubuh Bisma dengan kakinya. Setelah itu ia tersenyum jahat dengan membuka celana pria itu. Semua yang ada di sana menutup matanya saat Lovely membabat habis senjata pria itu.


"Aaarrrgggghhhh!"


Teriakan itu terdengar begitu memilukan. Teriakan dari seorang pria yang berada di ujung nyawanya.


Darah segar keluar dari pusat inti pria malang itu. Lovely segera bangkit dan membawa segumpal daging itu dan ia buang ke tengah jalan di mana ada sekelompok anjing yang sedang mencari makanan.


Ia lemparkan benda yang menjijikkan itu. Tentu saja anjing-anjing itu langsung berebut untuk memakan benda yang pernah membuatnya begitu trauma dan berakibat terhadap jiwanya yang berbelok arah.


Lovely tertawa puas. Ia puas karena dendamnya sudah terbalaskan.

__ADS_1


"Lovely, lepaskan itu dari tanganmu!"


Yolanda segera mengambil pisau itu dari tangan anaknya, Di saat yang bersamaan terdengar sirine mobil polisi yang mulai mendekat.


"Pisau itu berada di tangan Yolanda. Polisi mulai masuk dan menggeledah rumah itu. Mereka pun segera mengamankan Yolanda karena telah memegang pisau itu dan membawa jasad Bisma yang sudah tidak bisa diselamatkan lagi. Darah berceceran di pusat inti tubuh pria itu dan Yolanda lah yang mengaku jika dirinya yang sudah membunuh suaminya sendiri.


"Mama ... jangan tinggalkan Cinta lagi, Ma! Apa Mama tega melihat kami merindukan Mama?" seru Cinta saat polisi akan membawa sang Mama.


"Mama tidak apa-apa, Sayang! Meskipun Mama dihukum, tapi Mama bahagia melihat kedua putri Mama sudah aman. Ada Arga dan Ray yang akan menjaga kalian. Mama sangat percaya jika mereka pasti akan membahagiakan kalian berdua. Mama pergi dulu, setidaknya pria itu sudah mendapatkan ganjarannya dan Mama tidak menyesal telah melakukannya,"


Yolanda tersenyum bahagia kepada kedua putrinya dan ia pun menyerahkan kepercayaan kepada Arga untuk menjaga Cinta dan Ray untuk menjaga Lovely.


"Tolong jaga kedua putriku! Aku percaya kepada kalian berdua. Kalian pasti bisa menjaganya dengan baik, Aku tidak perduli lagi dengan hidupku, melihat kedua putriku berada di tangan yang tepat akan membuatku bahagia. Sebelumnya aku minta maaf kepadamu Arga. Aku sudah melakukan kesalahan dengan mengadu domba kamu dengan Ray. Bukan Ray yang mengirim virus itu, tapi aku. Karena kebodohanku yang terlalu percaya kepada pria itu. Aku menjadi buta dan sekarang aku akan membayar semuanya."


"Nyonya tidak perlu khawatir, saya akan menjaga putri Anda dengan baik. Kami berdua tidak akan membiarkan mereka menangis. Kami bangga kepada Nyonya, dan Nyonya tidak perlu khawatir, saya akan membantu Anda untuk mendapatkan keringanan hukuman. Karena Anda sudah membela kedua putri Anda dari kejahatan yang akan dilakukan Bisma."


Arga akan membuat hukuman ibu mertuanya menjadi ringan, dengan jabatannya sebagai orang yang sangat berpengaruh, ia akan berusaha untuk membebaskan ibu mertuanya dari jeratan hukum.


Akhirnya, Yolanda dibawa ke mobil polisi. Sebelum wanita itu naik ke atas mobil. Ia melihat mantan suaminya yang sedang menatapnya dengan iba.


"Mas Fadly. Maafkan aku, Mas! Aku sudah meninggalkanmu dan anak kita. Sekarang aku sudah tahu siapa sebenarnya yang sudah membuat kekacauan dan aku puas sudah membunuhnya. Terima kasih kamu sudah menjaga Cinta putri kita. Kamu memang Ayah yang terbaik untuk mereka!" seru Yolanda yang tidak bisa menyembunyikan kesedihannya.


Pak Fadly tersenyum dan memeluk mantan istrinya. "Tidak usah bersedih! Semuanya sudah terlanjur terjadi. Kami semua akan selalu mendoakanmu. Aku dan anak-anak tidak akan pernah melupakanmu, Ma!"


Yolanda tersenyum, biasanya seorang tahanan akan bersedih disaat mereka dibawa ke penjara. Tapi tidak dengan Yolanda, wanita itu justru sangat bahagia meskipun dirinya harus menjalani hukuman karena keluarga mereka utuh kembali. Kedua putrinya sudah berada di dalam pelukannya.


__ADS_1


__ADS_2