
Dua Minggu telah berlalu.
Waktu pun berjalan begitu cepat. Pagi hari yang begitu syahdu untuk pasangan Cinta dan Arga. Cinta terbangun dari tidurnya, ia menatap sang suami yang masih terpejam dibuai oleh mimpi indah. Ia tersenyum, setelah itu Cinta mengambil piyama tidur yang semalam ditanggalkannya oleh sang suami. Arga melarang istrinya untuk memakai pakaian apapun saat mereka sedang tidur bersama, bahkan dalaaman pun Cinta tidak memakainya sama sekali. Polosan, iya karena Arga ingin tidak terlalu ribet di saat dirinya ingin bersarang. Tinggal masuk dan digoyang.
Setelah Cinta memakai piyama miliknya. Ia pun beranjak ke kamar mandi. Ia teringat jika beberapa hari ini ia belum kedatangan tamu bulanan. Karena penasaran, Cinta pun berniat untuk melakukan uji testpack mandiri. Ia telah menyiapkan tiga buah testpack yang berbeda untuk meyakinkan hasilnya sama atau tidak.
Di dalam kamar mandi, setelah ia meletakkan testpack itu di dalam wadah berisi urine pagi yang masih segar. Cinta harap-harap cemas dan menunggu hasilnya beberapa saat. Ia tampak memejamkan matanya dan berharap hasilnya akan menggembirakan.
Setelah beberapa saat, Cinta perlahan membuka kedua matanya. Ia melihat ketiga testpack itu sama-sama masih bergaris satu.
"Hmmm ... masih satu!" Ia pun meletakkan testpack itu di atas wastafel, setelah itu ia mencuci muka dan keluar dari kamar mandi. Ia mengira memang dirinya belum diberi kepercayaan untuk mengandung karena ketiga testpack itu sama-sama masih bergaris satu.
Cinta keluar dari kamar mandi dan melihat sang suami yang masih tidur. Ia keluar sejenak untuk mengambil air minum. Beberapa saat Cinta keluar dari kamarnya. Rupanya Arga mulai terjaga dari tidurnya. Pria itu melihat sekeliling, ia tidak mendapatkan keberadaan sang istri berada di sampingnya.
__ADS_1
"Sayang, kamu di mana?" panggilnya sambil beranjak berdiri dan memakai piyamanya. Ia memeriksa seluruh kamarnya, ternyata sang istri tetap tidak ia temukan. Ia pun melihat pintu kamar mandi yang terbuka.
Arga pun menyunggingkan senyum dan mengira jika sang istri berada di dalam. Ia pun segera masuk dan memeriksa keberadaan sang istri. Tapi, tetap saja Arga tidak menemukan sang istri.
"Kemana dia?" Arga mengerutkan keningnya dan pada akhirnya, ia menemukan sebuah benda yang berada di samping wastafel. Arga mendekati benda yang merupakan testpack milik istrinya.
"Apa ini? Testpack?" ucapnya sambil melihat hasil testpack yang sudah menunjukkan garis dua yang sangat jelas.
"Garis dua? Cinta hamil?"
"Terima kasih banyak, Tuhan! Akhirnya Engkau memberikan kami kepercayaan untuk mendapatkan anak. Mommy pasti bahagia mendengarnya," pria itu segera berlari mencari sang istri dan Madam Desy.
Dengan wajah bahagianya, Arga keluar dari kamar dan segera mencari keberadaan sang istri.
__ADS_1
Sementara itu, Cinta sedang berada di dapur dan sedang menikmati secangkir teh hangat karena kepalanya tiba-tiba terasa pusing. Arga melihat istrinya yang sedang duduk di kursi dapur sambil meminum teh yang ada di tangannya.
Arga pun segera menghampiri sang istri dan langsung memeluknya, menciumi wajah istrinya dengan bahagia.
"Emm ... Sayang! Kamu sudah bangun? Maaf tadi aku merasa haus dan kepalaku sedikit pusing. Jadi, aku pergi ke sini untuk minum teh hangat. Kamu mau aku buatkan!" tawar Cinta yang dibalas dengan ciuman mesra.
"Hmm ... Sayang, kamu kenapa sih! Nanti ada yang lihat, malu!" ucap Cinta sambil melepaskan ciuman suaminya.
"Terima kasih banyak, terima kasih banyak, Sayang! Akhirnya ...!" sahut Arga dengan mata yang kendur.
"Terima kasih? Untuk apa?" tanya Cinta yang tidak mengerti apa maksud dari sang suami
Kemudian Arga mengambil kursi dan duduk di depan istrinya. Sambil meraba perut sang istri dengan lembut.
__ADS_1
"Eh ... kamu ini ngapain? Bukannya semalam kamu udah puas? Ini masih pagi, Sayang! Masa minta lagi?" ucap Cinta sambil menyentuh tangan sang suami yang sedang meraba-raba perutnya.