Cinta Untuk Tuan Arga

Cinta Untuk Tuan Arga
Aku punya seorang adik


__ADS_3

Cinta pun melanjutkan memasak. Sedangkan Arga tampak mengikuti sang Mommy ke ruangan kerja.


"Aku ke ruangan kerja dulu. Nanti aku segera kembali, Cantik!" pamit Arga sembari satu tangannya merremas pantat istrinya.


"Hiiii ... dasar jail, bisa nggak sih tangannya itu diem," gerutu Cinta yang saat itu sedang fokus menambahkan garam pada masakannya. Arga hanya terkekeh melihat ekspresi wajah sang istri, setelah itu ia pun keluar dari dapur dan mengikuti sang Mommy ke ruangan kerja.


Sesampainya di ruangan kerja, Madam Desy terlihat menunjukkan sesuatu kepada putranya.


"Coba kamu lihat ini!" Madam Desy memberikan map berwarna biru kepada Arga. Arga menerimanya dan memeriksa laporan itu. Sejenak alisnya bertaut saat membaca laporan tersebut.


"Mommy yakin ada yang tidak beres, pasti ada yang sengaja melakukan ini. Tidak mungkin kan investor kita mencabut semua sahamnya secara tiba-tiba jika tidak ada sesuatu. Ini permainan orang licik." ucap Madam Desy.


Arga menghela nafas berat. Kali ini dirinya harus menghadapi sebuah masalah yang cukup menantang.

__ADS_1


"Mommy tidak perlu khawatir, Arga pasti bisa mengatasinya." Arga berusaha untuk menenangkan sang Ibu.


"Mommy takut saja, jika ada orang yang ingin jahat kepadamu, Nak. Kamu dikelilingi oleh banyak musuh. Mommy takut kehilanganmu, kamu anak Mommy satu-satunya," ucap wanita itu sambil memeluk putranya.


"Bukan, aku bukan anak Mommy satu-satunya, aku punya seorang adik laki-laki. Apa Mommy sudah lupa? Dia Alvaro. Nama itu Mommy berikan padanya. Entah bagaimana keadaan adikku sekarang. Meskipun kami bukan seayah tapi setidaknya kami terlahir dari Ibu yang sama. Apa Mommy tidak merindukannya? Dia pasti sudah dewasa sekarang." Arga kembali mengingatkan masa lalu saat Madam Desy meninggalkan putra keduanya dari suami kedua.


Madam Desy menghela nafas panjang. Tentu saja ada kerinduan yang teramat dalam kepada putra kandungnya sendiri. Tapi, apa boleh buat. Kehadirannya dalam keluarga sang suami tidak pernah diharapkan. Hanya karena dirinya seorang janda.


"Mommy yang sabar, Arga sangat yakin jika suatu saat nanti. Kita pasti bisa bertemu dengan Alvaro lagi. Entah dia akan mengingat kita atau tidak." Arga berjalan menatap ke arah jendela, sangat teringat jelas kenangan dirinya saat bermain dengan adiknya. Arga sangat menyayangi adik laki-lakinya itu.


"Yang jelas, dia tidak akan ingat kepada kita. Dia terlalu kecil saat Mommy pergi. Mungkin dia juga menganggap Mommy sudah mati." Air mata mulai terurai membasahi pipi Madam Desy. Wajah tegasnya berubah menjadi melankolis.


Arga membalikkan badannya, badan tegap itu memeluk Mommy nya. Menutup sempurna tubuh kecil Madam Desy.

__ADS_1


"Mommy jangan sedih. Arga pasti membawa Alvaro pulang. Kita akan berkumpul bersama lagi," ucap Arga yang merasa begitu bersedih melihat sang Mommy. Tak terasa Arga pun turut mengeluarkan air matanya. Entahlah, jiwa melankolisnya benar-benar kuat jika dihadapkan tentang kesedihan. Layaknya perempuan yang mudah menangis.


Madam Desy pun tahu jika putranya memiliki kelebihan seperti itu. Dengan cepat Madam Desy mengusap air mata sang anak yang keluar membasahi wajah tampannya.


"Sudah, kamu tidak usah ikutan nangis, kamu nggak malu sama isterimu? Badan segede ini masih cengeng."


Mendengar ucapan Madam Desy, Arga pun tertawa kecil. "Ya Mommy benar, aku tidak boleh cengeng. Bisa-bisa nanti Cinta meledekku." Balas Arga.


Sejenak Madam Desy teringat sesuatu yang pernah ia berikan kepada kedua putranya. Yaitu sebuah kalung kembar dengan liontin yang berukir nama kedua putranya. Kalung Arga bertuliskan nama Arga dan kalung putra keduanya bertuliskan nama Alvaro. Namun, ada yang unik dari kedua kalung kembar itu. Yaitu adanya magnet yang saling terpaut jika kedua liontin itu bertemu.


"Arga, kemana kalungmu? Kenapa tidak kamu pakai?" tanya Madam Desy.


...BERSAMBUNG ...

__ADS_1


__ADS_2